Mohon tunggu...
Irhamna  Mjamil
Irhamna Mjamil Mohon Tunggu... A dreammaker | Februari 1996

Long life learner

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Bukan Pernikahan Impian

25 September 2020   08:41 Diperbarui: 25 September 2020   08:44 30 2 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bukan Pernikahan Impian
Instagram.com/puuuung1


"Kamu kenapa gak bayar SPP aku?!" Risha memasuki kontrakan dan berteriak kepada Aldo, suaminya.

"Ya gimana mau bayar SPP kamu buat makan aja susah!" Aldo yang sedang memainkan game online merasa terusik dengan tingkah laku istrinya.

"Tapi kamu udah janji kalau kita nikah kamu janji akan biayain aku kuliah Aldo"

"Tapi kenyataannya buat makan aja kita susah ris, udah ah gak usah mimpi kuliah tinggi-tinggi. Toh kamu juga kerjanya di dapur"

Risha yang frustasi dengan jawaban suaminya langsung masuk ke kamar dan menutup pintu dengan keras. Ia benci dengan kehidupan pernikahan seperti ini. Dulu ia kira menikah muda bisa jadi penyemangatnya untuk kuliah. Ia juga mendengar lebih baik menikah muda daripada kebablasan menikmati sex sebelum nikah. Kini ia harus dihadapkan pada pilihan, kuliah atau berhenti saja.

Aldo tak peduli dengan biaya SPP istrinya. Dulu ia berjanji untuk membiayai kuliah istrinya. Janji hanyalah tinggal janji. Biaya untuk hidup saja pas-pasan. SPP untuk kuliahnya saja masih dibayar orangtuanya. Menikah dengan Risha hanya manis saja di awal. Ia kira menikah saat mereka masih kuliah semester 6 bisa berjalan manis seperti seniornya.

*****

"Kamu mas bisa gak sih sesekali bantuin aku ngerjain tugas rumah? Aku capek mas pulang kerja!"

"Aku juga capek, aku kan udah bilang kamu berhenti aja kerja!"

"Aku bosan di rumah mas, buat apa aku kuliah kalau gak punya karier!"

Risha duduk terdiam di kamar mendengar pertengkaran kedua orangtuanya. Ia terkejut sekaligus menangis mendengar bunyi piring pecah. Apa pernikahan memang seperti ini?. Padahal hari ini ia ingin menunjukkan Indeks Prestasi (IP) yang diperolehnya. Ingin rasanya ia kabur dari rumah, hidup jauh dari orangtua. Tanpa pikir panjang ia langsung menelpon pacarnya, Aldo.

"Aldo, kamu di mana? Temenin aku jalan yuk"

Tanpa pikir panjang Aldo langsung menjemput Risha. Seperti biasa mereka menghabiskan waktu di mall. Menonton bioskop adalah kebiasaan mereka berdua saat sedang di mall. Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan jam 9 malam. Saat Aldo ingin mengantar Risha pulang.

"Aldo temenin aku ke hotel yuk" Risha membuat Aldo bingung namun ia paham Risha sedang tak ingin pulang ke rumah. Pertengkaran orangtuanya menjadi alasan satu-satunya ia malas pulang ke rumah.

"Yaudah ayuk deh aku temenin"

Bak manusia yang sedang dimabuk asmara. Mereka melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan. Aldo yang tak tega melihat Risha selalu menangis di rumah bertekad untuk menikahinya secepat mungkin. Ia akan membawa Risha ke pernikahan yang mereka impikan. Hingga mereka memutuskan untuk melakukan hubungan intim terlebih dahulu toh nanti setelah menikah mereka juga akan melakukannya? Dua bulan setelah hubungan tersebut mereka melakukan akad nikah dengan benih cinta yang mulai ada di rahim Risha.

*****

Kini Risha menyesal melakukan nikah muda tanpa persiapan yang matang. Alih-alih ingin kabur dari rumah dan melaksanakan pernikahan impian. Justru ia terjebak dengan kenyataan hidup yang terlalu pahit. Ternyara pernikahan tak sesimpel dongeng yang ada. Ia tahu ini bukan pernikahan impian yang ia kehendaki.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x