iqbal fadli muhammad
iqbal fadli muhammad proletar

peneliti & digital nomad

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

4 Tips Jitu Menghadapi Ujian Masuk Gontor

10 Juli 2016   11:21 Diperbarui: 10 Juli 2016   16:20 9226 4 1

Tahun ajaran baru bagi dunia pendidikan akan segera tiba, berbagai lembaga pendidikan kian sibuk menerima murid baru hingga persiapan kelas & tingkat baru. Hal tersebut juga dialami oleh pondok modern Gontor, walaupun sejatinya memunyai perbedaan dalam memulai tahun ajaran baru namun untuk tahun ini bersamaan dengan sekolah pada umumnya (dikarenakan Gontor menggunakan penanggalan Hijriah dan dimulai dari bulan Syawwal dan berakhir bulan Syaban untuk 1 tahun ajaran). 

Gontor mengusung system KMI (kuliyatul Mualimin Islamiyah) atau persemaian guru-guru Islam jika di translate ke dalam bahasa Indonesia. Lantas apakah system ini diakui? System ini diakui dengan adanya pengakuan untuk Ijazah Gontor walaupun pengakuan awalnya dating dari Negara-negara Islam sepeti Arab, mesir, Saudi Arabia, Pakistan dll. Pengakuan dari Indonesia baru ada tahun 1998 dan 2000 serta diperbarui oleh direktur jendral pendidikan pada tahun 2015 dengan SK no 2852.

Faktanya peminat untuk nyantri tidak pernah sepi walaupun Gontor tidak pernah melakukan promosi besar-besaran di media masa ataupun mengundang masyarakat Indonesia untuk menjadi santri. Buktinya pada bulan Ramadan lalu tercatat ada 1.105 calon santri putra yang terdiri dari 758 calon santri lulusan SD/MI, 344 calon santri lulusan SMP/MTS dan 3 calon santri lulusan SMA/MA. (Putra: Tahap Pertama: Tanggal 23-28 Ramadhan 1437/28 Juni-3 Juli 2016; dan Tahap Kedua: 4-10 Syawwal 1437/9-15 Juli 2016, bertempat di Pondok Modern Darussalam Gontor Pusat, Mlarak, Ponorogo; Putri: Tanggal 5-14 Syawwal 1437/10-19 Juli 2016, bertempat di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1, Sambirejo, Mantingan, Ngawi.)

Mengapa calon santri? Karena untuk masuk dan menjadi santri Gontor perlu perjuangan yang sangat berat betapa tidak ujian terbagi menjadi 2 kategori yaitu ujian lisan dan ujian tulisan. (Putra, Ujian Lisan: Tahap Pertama: Tanggal 24-28 Ramadhan 1437/29 Juni-3 Juli 2016; dan Tahap Kedua: 5-10 Syawwal 1437/10-15 Juli 2016. Untuk Ujian Tulis(serentak): tanggal 11 Syawwal 1437/16 Juli 2016, bertempat di Pondok Modern Darussalam Gontor Pusat, Mlarak, Ponorogo. Putri, Ujian Lisan: Tanggal 5-14 Syawwal 1437/10-19 Juli 2016, dan Ujian Tulis(serentak): Tanggal 15 Syawwal 1437/20 Juli 2016, bertempat di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1, Sambirejo, Mantingan, Ngawi.) 

Bahkan setiap tahunnya banyak calon santri yang tidak diterima untuk menjadi santri di Gontor, bukan alasan tempat yang tidak cukup namun alasan kurangnya keilmuan dasar dan motivasi menjadi penyebab gagalnya ujian tersebut. Maka bagaimanakah tips agar lulus ujian Gontor? Diantaranya

1. Awali dengan niat yang sama antara calon santri dan calon wali santri

Nyantri bukan hal yang mudah dijalani betapa tidak anak dan orang tua akan terpisah hidupnya setidaknya 6 bulan sekali baru bisa bertemu. (Berijazah Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtida’iyah (MI) atau yang sederajat, untuk masuk kelas biasa dengan masa belajar 6 tahun, dan berijazah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau yang sederajat untuk masuk kelas Intensif dengan masa belajar 4 tahun). Sehingga diperlukannya dukungan yang penuh antara anak dan orang tua untuk menggapai kesuksesan dan dapat diterima di Gontor, maka timbullah rumus

  • Orang tua semangat + anak minat nyantri = lulus
  • Orang tua tidak semangat + anak minat nyatri = kemungkinan 50 % lulus
  • Factor tidak semangatnya orang tua biasanya karena tidak tega dan merasa kasihan kepada anaknya
  • Orang tua semangat + anak tidak minat nyantri = kemungkinan tidak lulus
  • Faktor anak tidak minat nyantri karena mengangap pesantren itu jadul dan biasanya teman-teman sepermainan tidak ada yang nyantri sehingga dorongan untuk nyantri tidak ada. Hal ini dapat diatasi dengan dorongan dari orang tua

 

  • 2. Persiapkan berkas administrasi pendaftran sejak dirumah dan selengkap mungkin

Hal ini sering dianggap sepele dikarenakan seringkali calon santri hanya fokus kepada materi yang akan diujikan saja namun disnilah perlunya peran orang tua untuk melengkapi berkas administrasi diantaranya

  • Menyerahkan 2 lembar fotokopi STTB terakhir atau Surat Keterangan Lulus yang telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.
  • Berbadan sehat dengan Surat Keterangan dokter dari Balai Kesehatan Santri dan Masyarakat (BKSM) Pondok Modern Darussalam Gontor ataupun dari Dokter.
  • Menyerahkan pasfoto berwarna dengan ukuran 4 x 6 sebanyak 4 lembar dan 3 x 4 sebanyak 2 lembar (putra); dan pasfoto berjilbab putih, berlatar belakang biru, berukuran 4 x 6 sebanyak 2 lembar dan 3 x 4 sebanyak 8 lembar (putri). (dengan baju sopan serta tidak wajib menggunakan peci)
  • Memenuhi ketentuan-ketentuan atau iuran-iuran yang telah ditetapkan pada waktu pendaftaran.
  • Menyerahkan 1 lembar fotokopi Akta Kelahiran (putra); dan 3 lembar fotokopi Akta Kelahiran (putri).
  • Menyerahkan 1 lembar fotokopi KTP wali santri/yang mewakilinya (khusus putra).
  • Menyerahkan 1 lembar fotokopi Kartu Keluarga (khusus putri).
  • Mendaftarkan diri sesuai dengan cara dan waktu yang telah ditentukan.
  • Membayarkan biaya administrasi sebesar 5,1 juta

3. Mempersiapkan kelengkapan seperti baju dan kebutuhan pondok

  • Walaupun tidak menjadi indicator utama dalam kelulusan namun factor ini seringkali menjadi merepotkan dikarenakan sering kali menguras fikiran. Sehingga alangkah baiknya dipersiapakan sebelum keberangkatan.

 

  • 4. Mempersiapkan materi Ujian

Ujian masuk Gontor terdiri dari 2 tahap yaitu ujian Lisan dan ujian Tulis. Maka dalam tips ini akan dibedakan tips sukses ujian lisan dan ujian tulis.

Untuk ujian lisan atau syafahi meliputi psyco–test, membaca Al-Qur’an, Tajwid, dan praktik ibadah (ibadah qauliyah dan ibadah ‘amaliyah).setidaknya ada beberapa langkah praktis yaitu

  • Siapkan mental dan keberanian untuk menyampaikan pendapat dengan suara yang lantang dan penuh percaya diri.
  • Untuk materi psyco test ada beberapa kisi2 yaitu Siapkan jawaban untuk pertanyaan berikut
  • Nama lengkap
  • Asal daerah dan sekolah
  • Motivasi untuk masuk Gontor
  • Darimanakah kamu mengenal Gontor
  • Apakah kamu optimis untuk lulus ujian Gontor

Serta perlunya menjaga adab sopan santun dari perilaku dan tutur kata ketika selama ujian berlangsung.

  • Untuk ujian membaca Al Quran ada beberapa kisi-kisi yaitu
  • Perlunya mengetahui letak urutan surat-surat yang ada dalam quran (karena biasanya penguji akan menyebutkan random surat yang akan dibaca dan calon santri diharuskan membuka surat tersebut dengan cepat).
  • Dalam membaca Al Quran alangkah baiknya utamakan kebenaran makhorijul huruf dan tajwid daripada antunan lagu ataupun nada. Sehingga membaca dengan perlahan serta khidmat lebih baik daripada menggunakan nada namun banyak kesalahan.
  • Mulai bacaaan dengan membaca taawudz dan basmalah dan diakhiri dengan hamdalah dan shodaqollahaladzim.
  • Pahami dan hafalkan huruf-huruf tajwid karena biasanya setelah membaca Quran, calon santri akan diuji hokum bacaan tajwid dari potongan ayat.
  • Untuk ujian praktik ibadah amaliyah dan qauliyah ada beberapa kisi-kisi yaitu
  • Biasakan diri untuk mempraktikan ibadah-ibadah sehari-hari dari mulai bangun tidur hingga tidur kembali seperti doa-doa harian (doa tidur, doa makan, doa wudhu, niat sholat, bacaan sholat, doa belajar, doa untuk orang tua, serta ibadah sunnah lainnya
  • Baca kembali buku panduan ibadah wajib  dan sunnah seperti praktik adzan, iqomah, sholat wajib, (takbiratul ihram, iftitah, alfatihah, surat pendek, bacaan ruku’, sujud, bacaan duduk dianatara 2 sujud, tahiyatul awal & akhir), sholat sunnah seperti doa sholat dhuha, sholat janazah dll.
  • Jika lupa ketika mempraktikan lebih mengatakan lupa daripada salah dan memohon maaf karena lupa.

Pada akhir ujian lisan, alangkah baiknya santri mengucapkan terima kasih sebelum keluar ujian.

Untuk ujian tulis ketika Masuk Gontor mencakup: Imla’ (dikte tulisan Arab), Bahasa Indonesia, Berhitung Soal dan Angka (Matematika dasar setara kelas 6 SD).maka ada beberapa tips agar menggapai nilai yang maksimal dan memuaskan, diantaranya

  • Dalam ujian Imla (dikte bahasa arab) memang tidak mudah serta perlunya latihan yang terus menerus. Agar sukses dalam ujian ini alangkah baiknya harus mengetahui penulisan huruf arab atatu hijaiyah dan bagaimana cara menyambung huruf-huruf tersebut. Maka sesering mungkin membaca Quran dan menuliskan kembali ayat-ayat tersebut sehingga terbiasa dengan menulis arab. Sebelum memasuki ujian tulis alangkah baiknya calon santri mempersiapkan alat tulis selengkap mungkin minimal membawa 2 bolpoint. Selain itu ketika memasuki ujian maka ada 3 tahapan yaitu
  • tahapan pertama pembaca imla akan membacakan keseluruhan rangkaian imla,
  • tahapan kedua adalah tahapan dimana calon santri menuliskan Imla yang dibacakan oleh pembaca Imla,
  • serta tahapan ketiga pembaca Imla akan membacakan kembali dari awal hingga akhir.
  • Dalam ujian imla alangkah baiknya pada tahapan pertama calon santri harus mendengarkan keselurahan dengan seksama dan mengestimasi berapa banyak kata yang akan dituliskan nanti dan kata apa saja yang terdengar sulit. Pada tahapan kedua baisanya pembaca Imla akan memberitahukan berapa kali ia akan membacakan kata tersebut. Jika membaca hanya 2 kali maka pada bacaan pertama alangkah baiknya mendengarkan dengan baik dan sembari menuliskan walaupun hanya setengah kata dan pada bacaan kali kedua menyempurnakan kata tersebut secara keseluruhan. Namun jika pembaca Imla membaca sebanyak 3 kali maka pada bacaan pertama calon santri mendengarkan dengan seksama dan membayangkan bagaimana cara menyambung huruf, serta pada bacaan kedua mulai menuliskan imla secara bertahap dan pada bacaan ketiga menyempuranakan tulisan tersebut. Dalam ujian ini jika ada kata yang salah alangkah baiknya dicoret secara rapi tanpa menggunakan tip ex atau alat sejenisnya karena dapat menunda penulisan Imla.
  • Dalam ujian berhitung soal dan angka, calon santri harus teliti dalam menghitung soal-soal yang ada karena soal berbentuk esai bukan pilihan ganda. Selain itu jawaban harus disertai dengan langkah-langkah dalam menjawab karena jika langkahnya benar namun jawabannya salah, biasanya masih ada nilai yang didapat. Hal tersebut juga dapat menjadi bukti bahwa calon santri tidak asal-asalan menjawab dan tidak mencontek.serta usahakan menjawab soal yang mudah terlebih dahulu guna tidak memakan waktu yang banyak dalam menjawab soal.
  • Dalam ujian bahasa Indonesia yang berbentuk esai, calon santri harus menambah pengetahuan dengan jenis-jenis antonim, sinonim, kata ganti, pernyataan langsung maupun tidak langsung, berbagai peribahasa, kata dasar, kata imbuhan, kata bantu, menyusun kalimat dari kata-kata yang acak  serta arti ungkapan yang sering didengar.   

Pemaparan tips merupakan opini pribadi penulis berdasarkan pengelaman nyantri dan membimbing calon santri selama 2 tahun belakangan ini. Semoga sukses dan lulus ujian Gontor !!!