Mohon tunggu...
Syarwan Edy
Syarwan Edy Mohon Tunggu... Mahasiswa - @bangpaji

Syarwan Edy, sangat suka dipanggil dengan nama bang Paji. Lahir 1999 tahun silam tepat tanggal 3 Mei di desa Watohari, Nusa tenggara timur. Si realistis yang kadang idealis | Punya hobi membaca, menulis dan diskusi, bercita-cita jadi tour guide yang mahir berbahasa Inggris | Si malas yang berkutat di Organisasi dan kecintaannya pada kopi, buku, dan senja | Si cuek yang menyukai dunia romantisme | Si pekat malam yang mencintai pagi buta | Si nekat yang takut sendirian | Si beban keluarga yang hobi traveling | Jejaknya bisa dilacak melalui akun instagram @bangpaji. Tidak patuh pada patah kadang terselip di akun facebook Paji Hajju. Tulisannya terkait dialektika rasa bisa dilihat di fanpage Perihal_Rasa. Thanks!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

PPKM (Pana Pekke Kame Mehak) Risalah Kehilangan

14 Juli 2021   19:48 Diperbarui: 14 Juli 2021   20:55 128 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
PPKM (Pana Pekke Kame Mehak) Risalah Kehilangan
Oleh; Syarwan Edy

PPKM (Pana Pekke Kame Mehak)

Manusia hidup di bumi atas izin Allah SWT dan mati pun atas izin-Nya. Hal tersebut tercantum dalam QS. Ali 'Imran Ayat 145. Artinya: Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya.

Segala puji bagi Allah Subhanallahu wa ta'ala, kepada-Nya kita memuji, memohon pertolongan dan ampunan. Kita berlindung kepada Allah dari kejelekan jiwa dan keburukan amal perbuatan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata yang tidak memiliki sekutu, dan Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Kematian adalah takdir seluruh makhluk, manusia ataupun jin, hewan ataupun makhluk-makhluk lain, baik lelaki atau perempuan, tua ataupun muda, baik orang sehat ataupun sakit.

Setiap manusia memiliki ajal, dan kematian tidak bisa dihindari dan kita tidak ada yang bisa lari darinya. Namun sayang, sedikit manusia yang mau bersiap menghadapinya.

Tangan-tangan kerelaan menghamba kepada yang maha Rahman dan Rahim, atas segala yang menimpa pada kita yang bahkan tidak dinginkan olehmu ataupun sebagian orang.

Bagi kita, kepergian perihal merelakan. Tapi yang lainnya persolan menghadapi dunia dan tantangan zaman ini. Semestinya tidak sesinting dan sedemikian lucunya.

Orang-orang terkasih meninggalkan kita, sahabat, teman, ibu bapak dan lainnya. Mereka pergi bukan untuk kembali, hilang bukan sesaat, tapi sunyi telah membalut mereka dengan memberikan kabar pada kita untuk tetap tabah dan sabar. Allah mengiakan permintaan mereka untuk menetap dan selalu bersama dengan manusia-manusia pilihan-Nya. 

Kita semua bisa dan kuat tapi di hadapan Allah kita seperti batu keramat yang menghamba dan patuh padanya. Takdir Allah tidak bisa dilawan dan bernegosiasi untuk siapa yang duluan dan lainnya ikut dari belakang. Allah mengetahui apa yang harus dan semestinya untuk di laksanakan tanpa harus kita memasuki ruang itu. Perbanyaklah meminta yang baik-baik untuk diri sendiri dan orang banyak.

Juni dan Juli adalah sahabat karib. Yang meninggalkan dan juga datang untuk melengkapi. Bayangan dari Juni belum lekas pulih, rindu-rindu belum menemukan tempat untuk bersandar rapi, belum sempat menyulam luka yang mengangga. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN