Mohon tunggu...
Syaiful W. HARAHAP
Syaiful W. HARAHAP Mohon Tunggu... Peminat masalah sosial kemasyarakatan dan pemerhati berita HIV/AIDS

Aktivis LSM (media watch), peminat masalah sosial kemasyarakatan, dan pemerhati (berita) HIV/AIDS

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Setiap Hari 1 Juta Warga Dunia Tertular "Penyakit Kelamin"*

7 Juni 2019   16:22 Diperbarui: 7 Juni 2019   16:24 165 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Setiap Hari 1 Juta Warga Dunia Tertular "Penyakit Kelamin"*
Ilustrasi (Sumber: refinery29.com)

Informasi yang dirilis WHO (Badan Kesehatan Sedunia PBB) (6/6-2019): "More than 1 million new curable sexually transmitted infections every day" jadi menarik karena infeksi, dalam hal ini empat jenis IMS, yaitu: klamidia, GO/gonorrhoea (kencing nanah), trikomoniasis, dan sifilis (raja singa) bisa dicegah dengan cara-cara yang riil.

IMS menular dari seseorang yang mengidap salah satu atau beberapa jenis IMS kepada orang lain, terutama melalui hubungan seksual, di dalam dan di luar nikah, dengan kondisi laki-laki tidak memakai kondom yang disebut sebagai hubungan seksual berisiko.

Hubungan seksual yang berisiko terjadi penularan IMS dan HIV/AIDS atau dua-duanya sekaligus adalah:

(a). Hubungan seksual di dalam dan di luar nikah dengan kondisi laki-laki tidak memakai kondom yang dilakukan dengan pasangan yang berganti-ganti karena bisa saja salah satu dari pasangan tsb. mengidap IMS atau HIV/AIDS atau dua-duanya, dan

(b) Hubungan seksual tanpa kondom dengan seseorang yang sering berganti pasangan, seperti pekerja seks komersial (PSK). PSK sendiri dikenal dua tipe, yaitu:

(1). PSK langsung adalah PSK yang kasat mata yaitu PSK yang ada di lokasi atau lokalisasi pelacuran atau di jalanan, dan

(2). PSK tidak langsung adalah PSK yang tidak kasat mata yaitu PSK yang menyaru sebagai cewek pemijat, cewek kafe, cewek pub, cewek disko, anak sekolah, ayam kampus, cewek gratifikasi seks (sebagai imbalan untuk rekan bisnis atau pemegang kekuasaan), PSK high class, cewek online, dll.

Di Indonesia di sekitar lokasi tempat transaksi seks, sebelum reformasi ada lokalisasi pelacuran, laki-laki 'hidung belang' akan mencari obat antibiotik Supertetra dll. Ada mitos (anggapan yang salah) yang menyebutkan bahwa obat antibiotik bisa mencegah penularan IMS. Yang tidak masuk akal di Papua ada tokoh agama dan pejabat yang justru menolak memakai kondom dengan jargon: Seks Yes, Kondom No!

Maka, jangan heran kalau kemudian kasus HIV/AIDS merebak di Papua. Bahkan, belakangan pemerintah daerah di sana menjadikan sirkumsisi (sunat) pada laki-laki untuk mencegah penularan HIV/AIDS, termasuk IMS. Padahal, sunat menurukan risiko tertular IMS dan HIV/AIDS bukan mencegah penularan IMS dan HIV/AIDS.

[Baca juga: AIDS di Papua, (Pemakaian) Kondom Melorot Sunat Digenjot]

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x