Mohon tunggu...
Ineke Novianty Sinaga
Ineke Novianty Sinaga Mohon Tunggu... Public Relation

I am very passionate about writing! Melihat,membaca, menilai, menganalisa,menyindir, mentertawakan, menyukai, mengagumi, memperbaiki, mendukung.

Selanjutnya

Tutup

Finansial

Tulisan Ini buat yang Masih Ragu dan Lagi Galau Soal Asuransi

2 Mei 2021   15:00 Diperbarui: 2 Mei 2021   19:27 84 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tulisan Ini buat yang Masih Ragu dan  Lagi Galau Soal Asuransi
tokio-marine-webinar-bijak-memilih-asuransi-yang-tepat-aman-foto-kegiatan-608e42dd8ede487624750f12.jpg

Berbagai keluhan dan kekecewaan masyarakat terhadap asuransi yang muncul hampir bersamaan adalah salah satu tanda bahwa literasi asuransi masih rendah. 

Literasi investasi dan asuransi  sudah seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah dan pelaku asuransi agar masyarakat bisa merasa aman saat memutuskan berasuransi. Sebab, jika sudah terjadi kekecewaan dan kemarahan di kemudian hari akan susah untuk diperbaiki kembali. Padahal, bisa jadi hal itu karena salah paham saat membeli asuransi.

 Literasi ke masyarakat sangat penting, Tetapi edukasi di dalam perusahaan asuransi itu sendiri perlu dilakukan, yaitu agen asuransi harus jujur saat menawarkan asuransi dan memastikan calon nasabah mengerti hak & kewajibannya. Misalnya,  menerangkan soal tanda bintang pada polis yang berarti nilai saldo tidak  cukup  untuk  membayar biaya-biaya asuransi yang berjalan atau dengan kata lain polis lapse

Kecenderungan"agen nakal" adalah memberikan iming-iming bahwa kelak nasabah akan mendapat  nilai investasi yang tinggi pada masa mendatang dan hanya membayar premi sampai tahun tertentu. Hal ini bisa jadi benar karena  hasil investasi tidak dapat diprediksi. Artinya, bisa saja imbal balik yang diperoleh tinggi. Tetapi, apakah nasabah tahu bahwa selama polis berjalan ada biaya yang harus dibayarkan yang biaya tersebut diambil dari nilai polis?  Demikian juga ada inflasi yang  dapat memengaruhi nilai investasi yang belum tentu dipahami masyarakat awam. Dalam hal demikanlah, integritas agen asuransi diuji. Agen yang berintegritas tentu akan mengedukasi nasabahnya dan menjaga reputasi perusahaan asuransi tempat ia bernaung.

Penting bagi kita sebagai pemegang polis mengerti isi polis dan penting bagi perusahaan asuransi untuk menjaga kredibilitas perusahaannya dengan cara memperbaiki kesalahan saat ini (jika ada), segera lakukan literasi asuransi bagi calon/nasabah, edukasi agen agar menjual asuransi dengan itikad baik, dan tentu melakukan inovasi pada layanan nasabah. Hal-hal ini akan membantu perusahaan asuransi agar terhindari  dari berbagai permasalahan terkait asuransi di kemudian hari.  

Saya pun tertarik mengikuti perkembangan isu asuransi sambil terus mengedukasi diri. Salah satunya dengan mengikuti webinar Bijak Memilih Asuransi Yang Tepat dan Aman pada 28 April 2021 lalu yang diadakan oleh Tokio Marine Life Insurance Indonesia. Sedikit iklan sebelum lanjut, terima kasih ya Tokio Marine atas undangan buat para blogger sehingga kami dapat pencerahan plus dapat bucket KFC buat buka puasa.. hehee.

Ok, lanjut lagi.  Pembicara webinar pertama adalah Muhammad Irsan, Head of Agency Training & Manpower Development, PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia.  Ia mengatakan bahwa Indeks Literasi Asuransi yang dikeluarkan OJK  hanya 19,4%. Angka ini lebih rendah dari Indeks Literasi Perbankan yang mencapai 36,12%. Data OJK juga menunjukkan sampai Juli 2020, penetrasi asuransi jiwa terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia baru 1,1%. Artinya, jumlah penduduk Indonesia yang memiliki polis asuransi jiwa baru 17,4 juta orang atau 16 orang per satu polis. Sedang densitas, atau pengeluaran per penduduk di Indonesia selama setahun untuk asuransi hanya sebesar Rp554,970.  

 Jadi, sangat tepat jika perusahaan asuransi mengadakan webinar semacam ini. Walau sedang pandemi, tidak berarti literasi jadi libur karena literasi asuransi perlu perjuangan karena jalannya masih panjang dan harus dilakukan secara berkelanjutan.

Kata Irsan,  perusahaan asuransi seharusnya memastikan para tenaga pemasarnya telah tersertifikasi dan memiliki pengetahuan produk yang baik sehingga mampu memasarkan seluruh produk yang dijual sesuai aturan yang berlaku.  

Saya pribadi sangat setuju pada pernyataan ini mengingat penetrasi dan densitas asuransi jiwa di Indonesia masih sangat rendah sehingga pelaku industri ini haruslah menjaga reputasinya dengan memunculkan agen-agen yang berkredibilitas demi me-reduce keraguan masyarakat. 

Pembicara berikutnya adalah Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Financial Planning Standards Board Indonesia (LSP FPSB) Tri Djoko Santoso.  Dalam pembahasannya ia menekankan soal fungsi utama polis asuransi jiwa adalah sebagai proteksi keuangan menyeluruh, yaitu melindungi keuangan keluarga jika terjadi kehilangan atau berkurangnya penghasilan (income protection) dan kekayaan (wealth protection) dari pencari nafkah atau pemilik kekayaan karena  yang bersangkutan meninggal, kecelakaan, sakit dan cacat.   

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN