Mohon tunggu...
Aleia Savanna
Aleia Savanna Mohon Tunggu... Editor - Menulis untuk berbagi

Menulis untuk berbagi

Selanjutnya

Tutup

Inovasi

Sosrobahu, Citarasa Lokal yang Bertaraf Internasional

16 Agustus 2019   19:36 Diperbarui: 17 Agustus 2019   06:35 363
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Inovasi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Jcomp

Jika mau jujur, Indonesia sudah lama punya predikat sebagai negara pengikut, pengekor, atau apalah. Tapi tentu tak semua. Satu yang patut dipresiasi yaitu dari dunia arsitek, terkhusus dalam kontruksi. Sebuah teknik bernama sosrobahu begitu melegenda di kalangan konstruktor dan ahli bangunan lain.

Lalu, apa itu teknik sosrobahu? Dan apa pula yang membuatnya jadi sebuah penemuan penting? Dalam dunia konstruksi modern, tentu ada beragam teknik yang dipakai, bergantung pada jenis bangunan yang akan dibuat.

Terkhusus untuk sosrobahu, teknik ini biasanya banyak dimanfaatkan membuat jalan layang atau jembatan, umumnya di kota-kota besar. Tapi tak menutup kemungkinan teknik sosrobahu juga bisa diterapkan saat membuat bangunan berskala masif.

Apa Itu Sosrobahu?

Mendengar kata sosrobahu, yang ada di benak pasti tak jauh dari nama salah satu tokoh pewayangan dalam epik Mahabarata. Dan memang demikian adanya. Sosrobahu merupakan pendekar yang memiliki kekuatan luar biasa.

Mungkin inilah maksud kenapa nama sosrobahu lalu dipakai sebagai nama teknik pembangunan jalan layang yang mana penyangganya mirip dua bahu dan lengan. Dari perspektif arsitek sipil, sosrobahu punya pengertian lain.

Sosrobahu biasa dimaknai sebagai teknik memutar bahu beton saat membangun jalan layang. Pada praktiknya, setelah tiang penyangga jalan selesai dibuat, maka bahu jalan diletakkan di atas tiang searah jalan yang dibangun. Setelah diletakkan, barulah bahu diputar 90 derajat yang nantinya dibuat sebagai penopang jalan layang.

Di tanah air, teknik sosrobahu mulai populer sejak tahun 1980 yang mana saat itu sedang gencar pembangunan nasional. Teknik ini makin mendunia setelah proyek pembangunan jalan tol dari Cawang menuju Tanjung Priuk dinilai sukses. Banyak negara lalu mengadopsi teknik sosrobahu, terutama dari kawasan Asia Tenggara.

Karya Anak Bangsa

Apa yang makin membuat spesial dari teknik sosrobahu yaitu tentang penemunya. Adalah pria bernama lengkap Tjokorda Raka Sukawati, yang merupakan lulusan departemen sipil dari ITB dan asli kelahiran Bali. Yang unik, teknik ini sebelumnya tak bernama.

Nama sosrobahu diperoleh Tjokorda secara tak sengaja, yaitu saat membangun tiang pancang ke 85. Cerita diawali saat kota Jakarta yang mulai penuh sesak tahun 1980 harus membangun ruas jalan baru. Kurangnya lahan terbuka mengharuskan jalan baru dibuat melayang, atau biasa disebut dengan fly over.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun