Mohon tunggu...
Muda Artikel Utama

Kebiasaan Sabotase Diri Jangan Dipendam Terlalu Lama, Rugi Lho!

21 Desember 2016   16:48 Diperbarui: 21 Desember 2016   21:39 0 3 1 Mohon Tunggu...
Kebiasaan Sabotase Diri Jangan Dipendam Terlalu Lama, Rugi Lho!
http://ayobuka.com/2016/06/02/5-trik-sabotase-diri-untuk-menjadi-pribadi-yang-lebih-baik/

Ada tiga hal yang paling sering terjadi untuk menciptakan kegagalan bagi diri sendiri:

1.Blaming, menyalahkan, mencari kambing hitam

2.Excuses and complain, mengeluh dan mencari alasan

3.Denial, mengelak, ngeles

Kalau disingkat menjadi BED, atau tempat tidur. Tiga kebiasaan ini memang membuat seseorang tidak bangkit-bangkit untuk maju, ibarat terpaku di tempat tidur.

Blaming, mencari kesalahan orang lain

Ada orang-orang yang dalam kondisi apapun langsung mencari salah orang lain. Boss selalu menyalahkan karyawannya dan karyawan selalu menyalahkan bossnya. Padahal kalau boss mau stop sebentar dan berdiskusi dengan karyawannya bagaimana mereka bisa membuat kondisi lebih baik, tentu dua-duanya punya ruang untuk tumbuh lebih baik. Semua pernikahan terjadi karena pasangan, jarang ada yang mau melihat apa perannya sendiri. Semua perpecahan juga ditimpakan pada orang lain. Dan kalau mereka terus mencari kesalahan pasangannya, kalau menikah lagi belum tentu ia tumbuh menjadi lebih baik dan bisa saja kesalahan yang sama terjadi. Padahal ia bisa melihat apa yang bisa ia perbaiki agar tumbuh lebih dewasa dan mampu menghadapi pasangan jenis apapun.

Masalah anak ditimpakan ke anak, padahal orang tua punya peran besar membentuknya menjadi seperti itu. Akhirnya masalah bisa berlanjut sampai anak besar dan orang tua meraung-raung menyalahkan nasib, kenapa semua anaknya seperti itu. Padahal kalau mereka mau stop sebentar dan berhenti menyalahkan anak, mungkin sesungguhnya ada ruangan di mana mereka bisa menjadi orang tua yang lebih baik, dan masalah bisa dihentikan sampai di situ.

Orang-orang yang mensabotase kemajuannya dengan menyalahkan tak cukup kuat untuk melihat bahwa ada peran yang sesungguhnya bisa ia mainkan, dan kalau ia lakukan kejadian itu tak akan terjadi. It always take two to tango. Selalu ada yang bisa kita lakukan. Dan sesuatu itulah sesungguhnya wilayah di mana kita bisa tumbuh menjadi lebih baik.  Jadi kalau kita menemukan bahwa kita selalu menyalahkan seseorang atau sesuatu, cobalah berhenti sebentar dan bertanya:

-Apa yang bisa saya perbaiki di sini? 

-Apa yang bisa saya lakukan lebih baik lain kali?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
KONTEN MENARIK LAINNYA
x