Mohon tunggu...
Independent News
Independent News Mohon Tunggu... Jurnalis - Independent

RACHMAD YULIADI NASIR, Jurnalis INDEPENDENT, FB/tragedi gurita, IG/tragedi gurita, WhatsApp:+62-8887211300

Selanjutnya

Tutup

Politik

Puspiatur: Batalkan Nama Jalan Mustafa Kemal Ataturk di Jakarta

22 Oktober 2021   04:05 Diperbarui: 22 Oktober 2021   04:13 182 2 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi Jalan Mustafa Kemal Ataturk (Doc Rachmad Yuliadi Nasir/Istimewa)

JAKARTA-Independent, Dalam beberapa hari belakangan ini muncul polemik tentang nama jalan Mustafa Kemal Ataturk.

Penamaan jalan Mustafa Kemal Ataturk direncanakan pada suatu jalan dikawasan Menteng Jakarta.

Seperti Kita ketahui bersama bahwa Mustafa Kemal Ataturk adalah Presiden Turki pertama.

Dimana Mustafa Kemal Ataturk tokoh sekuler di Turki yang anti Islam.

Beliau menghapus kekhalifahan Turki Utsmani, masjid Hagia Sophia dijadikan museum, larangan jilbab, menganti azan bahasa Arab dengan bahasa Turki.

Pemerintah Turki telah memberi nama Presiden Indonesia pertama Soekarno sebagai nama jalan di depan KBRI (Kedutaan besar Republik Indonesia) di Ankara Turki.

Hingga saat ini diketahui usulan nama jalan Mustafa Kemal Ataturk belum final.

Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal berpendapat bahwa: "Pihaknya masih menunggu usulan nama resmi dari Pemerintah Turki untuk dipakai sebagai nama jalan di Jakarta, Indonesia." Informasi dari kompas.com, Senin (18/10/2021)

Untuk usulan nama jalan Mustafa Kemal Ataturk nantinya akan sampaikan secara resmi oleh Pemerintah Turki melalui Kedutaan Besar Turki di Jakarta.

Kepala PUSPIATUR (Pusat Sejarah Peradaban Islam Aceh Turki) Rachmad Yuliadi Nasir di Bitay Banda Aceh, menghimbau Pemerintah Turki agar membatalkan nama jalan Mustafa Kemal Ataturk.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan