Ekonomi

Intelektualitas dalam Berbisnis

30 Oktober 2017   11:41 Diperbarui: 30 Oktober 2017   11:46 277 0 0

Kata intelektual dalam bahsa arab dapat diartikan sebagai Fathonah, pemimpin perusahaan yang fathonah yaitu pemimpin yang memahami, mengerti dan menghayati secara mendalam segala hal yang menjadi tugas pokok dan kewajibannya. Sifat fathonah bisa di pandang sebagai setrategi hidup setiap muslim, karena untuk mencapai tingkat potensi yang diharapkan seorang muslim harus mengoptimalkan segala kemampuan yang di berikan tuhan kepadanya. Potensi yang paling mahal yang dimiliki oleh manusia adalah "intelektualitas" dan setiap manusia memiliki tingkat intelektualitas yang berbeda beda. Karena itu allah telah menyinggung dalam al quran dengan kalimat "apakah kamu tidak berpikir ? apakah kamu tidak menggunakan akalmu ? 

Allah menciptakan siang dan malam, menjadikan gunung gunung, tanaman tanaman yang berbeda sebagai tanda kebesaran-Nya  bagi kaum yang berpikir".Salah satu ciri orang yang paling bertaqwa adalah orang yang paling banyak berfkir "tafakkur" dan dapat mengoptimalkan tingkat potensinya dalam hal berfikir. Dalam al quran orang yang mampu meningkatkan serta mengoptimalkan cara berfikirnya dinamakan " ulul al bab", yaitu orang yang beriman dan memiliki ilmuberinteraksi secara seimbang "Dynamic Equilibrium". Berfikirmerupakansuatuserangkaiangagasanatau ide yang kesuatupemecahanmasalah. 

Setelahmelihatarti kata berfikirsepertiinimakadapatdipahamibahwapengertianinimerujukkepadahasilberfikirdantujuanberfikir. Allah SWT bahkan memberikan peringatan untuk orang orang yang malas berpikir dan tidak menggunakan akalnya untuk berfikir "dan tidak seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang yang tidak menggunakan akalnya" (QS YUNUS [10] : 100).Pengimplikasian sifat fathonah dalam berbisnis ialah mengaplikasikan segala manajemen dalam sebuah perusahaan harus dengan berfikir cerdas, dalam artian harus mengoptimalkan kemampuan berfikir secara optimal dengan segala potensi berpikir yang dimiliki untuk mencapai sebuah tujuan.

Dalam berbisnis haruslah memiliki kecerdasan, kecerdikan, bijaksana dan profesional agar bisnis yang sedang dikembangkan dapat mencapai tingkat efektifitas dan efisiensi sesuai yang diharapkan sehinggga mampu menganalisis situasi persaingan (comperatitive setting) dan  perubahan perubahan (change) dimasa yang akan datang.Kecerdasan yang harus dimiliki seorang pembisnis adalah juga kecerdasan spiritual seperti yang dikatakan, Ary Ginanjar dalam bukunya yang sangat terkenal mengatakan "kemampuan untuk memberi makna ibadah terhadap setiap perilaku kegiatan, melalui langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah, menuju manusia seutuhnya dan memiliki pola pemikiran integralistik, serta berprinsip hanya karena allah." 

Kecerdasan dalam berfikir akan menimbulkan dan menumbuhkan kreativitas dan kemampuan untuk melakukan berbagai macam inovasi. Sifat kreatif dan inovatif akan muncul jikalauseseoarang mau berusaha untuk menambah ilmu pengetahuan dan informasi, baik itu dengan membaca buku atau dengan berdiskusi. Salahsatucontoh yang menerapkanintelektualdalamberbisnisadalah seperti kisah kesuksesan Nabi Yusuf AS dalam mengantarkan Negara Mesir dalam membangun perekonomian. Nabi Yusuf AS Pernahberkata  "jadikanlah aku menjadi bendaharawan negara mesir. Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan." (QS Yusuf [12] : 55). 

Kemudiaan Nabi Yusuf di beri jabatan  sebagai menteri keuangan negara mesir. Dengan beberbekal intelektualitas dalam berfikir Nabi Yusuf AS. bersama timnya berhasil membangun Negara Mesir yang sedang berada dijurang kehancuran karena krisis ekonomi.Kisah keberhasilan Nabi Muhammad SAW dalam berdagang juga tidak lain disebabkan kecerdasan serta intelektualitas Nabi Muhammad SAW dalam mengelola bisnis, kita selaku umat Nabi Muhammad SAW sudah seharusnya mampu mengadopsi sifat Nabi (fathonah), agar kita juga bisa menjadi seorang pembisnis yang sukses untuk masa yang akan datang, terutama dalam menghadapi situasi situasi yang tidak setabil. 

Kita juga harus mampu memprediksi situasi persaingan global di masa yang akan datang, dengan berbagai kemajuan teknologi komunikasi yang semakain berkembang pesat, yang tidak mengenal garis wilayah daerah bahkan teritorial suatu negara.Dizaman yang serba modern ini kita dapat menjalin komunikasi berbisnis ke berbagai wilayah negara hanya dengan berbekal gadget saja, tanpa harus susah payah pergi menumui orang yang kita ajak berbisnis. Teknologi yang serba modern ini juga dapat kita jadikan sebagai sumber ide atau gagasan dalam berbisnis. 

Seperti adanya teknologi komputer secara tidak langsung telah melahirkan beberapa ide atau gagasan bisnis baru seperti bisnis jasa internet, bisnis jasa rental komputer, bisnis jasa pengolahan data, jasa pemasangan jaringan, bisnis servis komputer, dan lain sebagainya. Seoarang intelektualitas dituntut mampu berfikir kreatif, karena pola pikir yang kreatif sangat menentukan gagasan usaha yang akan muncul. 

Keterampilan seseorang dan hobby yang dikembangkan akan memunculkan usaha yang kreatif. Misalnya karena ada bakat melukis, maka akan muncul gagasan yang kreatif untuk membuka usaha sablon kaos dengan membuat lukisan lukisan yang menarik dan bersifat populer untuk para remaja, dan banyak lagi usaha usaha atau bisnis yang muncul karena pola pikir yang kreatif.