Ikrom Zain
Ikrom Zain Tutor Bimbel

Hanya seorang pribadi yang suka menulis. Tulisan lain bisa dibaca di www.ikromzain.com

Selanjutnya

Tutup

Travel Artikel Utama

Ojek Wisata, Pilihan Berpetualang Seorang Diri

11 Oktober 2018   09:48 Diperbarui: 11 Oktober 2018   15:56 2311 5 1
Ojek Wisata, Pilihan Berpetualang Seorang Diri
Ilustrasi wisata. (KOMPAS.COM/ERIS EKA JAYA)

Bagi saya yang senang melakukan perjalanan seorang diri, acapkali saya menemui kesulitan untuk mencapai tempat tujuan wisata pilihan saya.

Kesulitan ini terjadi lantaran saya tidak membawa kendaraan pribadi ketika berwisata terutama ke luar kota. Menyewa motor pun bukan menjadi pilihan utama saya mengingat saya tak begitu menguasai medan di daerah baru. 

Kesulitan ini semakin bertambah ketika saya tidak menemukan paket wisata yang mampu mengakomodasi pilihan tempat wisata sesuai keinginan saya.

Paket wisata yang tersedia biasanya memberikan pilihan umum tempat wisata kepada calon konsumennya. Seringkali, tempat-tempat wisata tersebut merupakan tempat wisata umum yang bukan menjadi keinginan saya untuk berkunjung. 

Selain berpotensi ramai pengunjung, saya lebih memilih tempat wisata lain yang cukup sepi. Terutama, wisata sejarah yang jarang sekali dikunjungi oleh banyak orang.

Pun demikian dengan syarat yang kerap dibebankan oleh pengelola paket wisata. Kadang, saya harus mencari orang lain untuk mengurangi biaya transportasi menuju tempat wisata tersebut.

Ilustrasi. - Dokumen Pribadi.
Ilustrasi. - Dokumen Pribadi.
Sesuatu yang mustahil saya lakukan mengingat saya menjalani hobi ini seorang diri. Maka, pilihan pun jatuh kepada ojek wisata yang mampu mengakomodasi keinginan saya untuk berkunjung ke tempat wisata andalan di sebuah kota.

Ojek wisata hadir menjawab kebutuhan saya sebagai pelancong solo dalam mengekplorasi suatu daerah. Aneka paket wisata yang menarik ditawarkan dengan harga yang cukup murah dan bersaing dengan paket wisata pada umumnya. 

Meski murah, fasilitas yang ditawarkan pun cukup lengkap. Helm standar hingga jas hujan bisa didapat jika kita menyewa jasa ini. 

Jasa wisata ini kini juga telah hadir di beberapa kota. Diinisiasi dari Yogyakarta, jasa serupa juga telah hadir di Malang, Kediri, Semarang, Cirebon, dan beberapa kota lainnya.

Mendokumentasikan perjalanan lebih mudah. - Dokumen Pribadi.
Mendokumentasikan perjalanan lebih mudah. - Dokumen Pribadi.
Dibandingkan dengan paket wisata pada umumnya, pengguna layanan ini bisa memilih tujuan wisata sesuai keinginan mereka. Biasanya, pengelola ojek wisata akan memberikan rekomendasi tempat tujuan yang bisa dituju oleh pelancong agar perjalanan bisa berlangsung secara efektif dan efisien. 

Mengingat perjalanan dilakukan dengan sepeda motor, tentu pelancong diberi pilihan untuk mendapatkan kepuasan perjalanan yang maksimal.

Dengan bermotor, pelancong juga akan mendapatkan sensai yang berbeda. Tentu saja, jalur-jalur ekstrem yang hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua bisa dinikmati sepanjang perjalanan. 

Hawa sejuk pegunungan akan langsung terasa kala pelancong memilih untuk berwisata ke daerah tersebut. Jika melakukan perjalanan ke pantai, deburan ombak akan langsung terasa. Pelancong pun bisa lebih leluasa dalam mengabadikan momen selama perjalanan.

Biasanya, harga untuk menyewa satu paket ojek wisata ini selama satu hari sekitar 150.000 hingga 250.000 rupiah. Harga ini tergantung aturan yang telah ditetapkan oleh pengelola. 

Untuk harga sekitar 250.000 rupiah, jumlah itu sudah termasuk bensin selama perjalanan. Untuk harga 150.000 rupiah, ongkos bensin akan dibebankan kepada pelancong. 

Tergantung, sejauh mana perjalanan dilakukan oleh para pelancong. Ada pula yang menerapkan sistem per jam. Harga ini tidak termasuk biaya masuk tempat wisata dan tentunya makan. Kedua pengeluaran tersebut harus ditanggung sendiri oleh pelancong.

Keberadaan ojek wisata ini memang cukup membantu pelancong solo yang sering melakukan perjalanan sendirian seperti saya. Namun, tentu tidak semua kota memiliki jasa layanan seperti ini. 

Pun demikian dengan armada pengemudi ojek yang tidak selalu siap sedia. Seringkali, saya harus menunggu pengelola mencarikan pengemudi dahulu sebelum memastikan apakah saya benar-benar bisa menyewa jasa ojek tersebut.

Keadaan ini bisa dimakulumi mengingat profesi dari pengemudi ojek wisata seringkali hanya sebagai sambilan. Kebanyakan dari mereka adalah mahasiswa Pecinta Alam (PA) yang kerap mengantar tamu menuju tempat wisata terutama gunung sembari beraktivitas kuliah. 

Menurut beberapa pengemudi yang jasanya telah saya sewa, keberadaan mereka ini mulanya berawal dari hobi saling mengantarkan jika ada teman atau tamu dari luar kota. Lambat laun, usaha pun berkembang menjadi ojek wisata. 

Promosi yang mereka lakukan juga sebatas pada jejaring sosial Instagram.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2