Mohon tunggu...
IndonesiaGO Digital
IndonesiaGO Digital Mohon Tunggu...
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Selanjutnya

Tutup

Media

Menilik Kesuksesan Gitlab, Perusahaan Tingkat Dunia yang Tidak Punya Kantor

9 November 2017   14:08 Diperbarui: 10 November 2017   08:57 1057 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menilik Kesuksesan Gitlab, Perusahaan Tingkat Dunia yang Tidak Punya Kantor
Sumber foto: Git Lab

Dulu, sebuah perusahaan besar bisa dilihat dengan mudah dengan kondisi kantornya. Perusahaan besar biasanya punya kantor yang megah. Tengok saja perusahaan seperti Nestle, BCA, Samsung, atau Apple. Namun, di era modern seperti sekarang, ada pula perusahaan besar yang tak punya kantor. Contoh paling nyata adalah Gitlab.

Gitlab merupakan perusahaan yang menjadi sarana pendukung bagi para programmer. Mereka menyediakan layanan hosting source code yang memungkinkan beberapa programmer dari berbagai lokasi berkolaborasi di satu tempat. Per tahun 2017, Gitlab telah memiliki sebanyak 196 karyawan. Meski begitu, mereka tidak punya kantor pusat. Bahkan, karyawannya tersebar di 39 negara. Kok bisa, ya?

Gitlab pertama kali berdiri di tahun 2011 oleh ketiga founder-nya, yakni Sid Sijbrandij, Dmitriy Zaporozhets, dan Valery Sizov.  Sejak awal pendiriannya, mereka memang berkomitmen untuk melakukan berbagai pekerjaan dari rumah. Komitmen tersebut pun diteruskan hingga kini. Padahal, Gitlab saat ini memiliki klien besar seperti Alibaba, SpaceX, ataupun IBM.

Pola Kerja Karyawan Gitlab yang Fleksibel

Kepada para karyawannya, Gitlab menerapkan pola kerja yang bebas tanpa ikatan waktu. Hal yang paling penting, tugas dari kantor bisa diselesaikan tepat waktu. Semakin cepat pengerjaan, semakin banyak waktu lengang yang bisa digunakan untuk bersantai bersama keluarga.

Gitlab memiliki tips menarik dalam menangani para karyawannya. Terpisah jarak ribuan kilometer dan adanya perbedaan waktu antara masing-masing karyawan tidak menjadi permasalahan utama. Bahkan, para karyawan Gitlab memiliki hubungan yang akrab satu sama lain.

Gitlab memiliki waktu khusus yang mereka sebut dengan Coffee Break Calls. Dalam Coffee Break Calls ini, seorang karyawan memiliki 1 kali kesempatan per hari untuk melakukan panggilan secara pribadi kepada karyawan tertentu. Percakaan tersebut dilakukan dalam kanal chat terbuka, tapi hanya dilakukan oleh 2 orang. Selain itu, pula Random Chat yang terbuka bagi siapapun. Di sini, karyawan bisa berbincang tentang berbagai hal. Mulai dari ide tidak jelas, berbagi gambar, hingga sekadar obrolan iseng.

Komunikasi antara masing-masing anggota pun dilakukan sepenuhnya menggunakan akses internet. Terdapat 4 platform komunikasi yang dipakai oleh Gitlab, yakni WhatsApp, Slack, Telegram, dan Google Duo.

Dengan pola kerja tersebut, Gitlab bisa bersaing dengan berbagai startup kelas dunia lain. Bahkan, mereka berhasil memperoleh berbagai pendanaan dari investor. Termasuk di antaranya adalah suntikan dana dari Khosla Ventures, August Capital, GV, dan lain-lain.

Memulai Usaha tanpa Kantor Dengan Memanfaatkan Kantor Virtual.

Menilik kesuksesan yang diperoleh Gitlab tersebut, kepemilikan kantor megah bukanlah sebuah keharusan. Hal yang paling penting adalah profesionalisme dalam menyelesaikan setiap pekerjaan. Namun, bukan berarti Anda sepenuhnya tidak memerlukan kantor. Paling tidak, Anda perlu layanan sewa kantor untuk mengurusi masalah administrasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x