Cerpen

Pemenang Istimewa

11 Oktober 2018   20:53 Diperbarui: 11 Oktober 2018   21:12 305 0 0

Seminggu lagi hari Paskah, sungguh senangnya hati Rianda membayangkan akan ikut lomba cari telur Paskah pada saat perayaan Paskah Sekolah Minggu nanti.  Rianda belum pernah menang lomba mencari telur Paskah karena itu Rianda ingin sekali bisa memenangkannya.

Hari yang ditunggu-tunggu Rianda pun tiba, ketika bangun Rianda begitu bersemangat sekali dan biasanya Rianda sulit bangun pagi tapi tidak kali ini, jam 5.30 Wib Rianda sudah bangun bahkan diapun langsung mandi dan bersiap-siap.

Jam 6.45 Wib Rianda berangkat bersama orang tuanya pergi ke perayaan Paskah Sekolah Minggu.  Sesampai disana sudah banyak anak-anak  sekolah minggu yang datang dan Rianda pun berbaur dengan teman-teman sekolah minggunya yang lain.  Tak lama kemudian lomba mencari telur Paskah pun di mulai. Anak-Anak dibagi menjadi beberapa kategori yaitu kategori pertama: kelas 1 SD sampai dengan kelas 2 SD dan kategori yang ke dua: kelas 3 SD sampai dengan kelas 4 SD, dan kategori yang ketiga: kelas 5 SD sampai dengan kelas  6 SD.  Rianda termasuk kategori yang ke dua.

Guru-guru menyebarkan kertas berwarna yang disembunyikan di sekitar halaman gereja sebagai pengganti telur. Kertas hijau mendapatkan 1 telur , kertas kuning mendapatkan 2 telur dan kertas merah mendapatkan 3 telur. Anak yang paling banyak mendapatkan telur sesuai waktu yang ditentukan berarti dialah pemenangnya.

Rianda pun dan teman-temannya berlarian di halaman gereja sambi mencari kertas -- kertas warna yang disembunyikan oleh guru-guru sekolah minggu mereka.  Tapi ternyata tidak mudah mencari kertas warna tersebut karena gurunya menyembunyikan di tempat -- tempat yang agak sulit untuk ditemukan.   Tak terasa waktu untuk mencari telur tinggal 15 menit lagi, dan Riandapun menjadi sedikit panik karena dia hanya berhasil mendapatkan 3 kertas hijau dan 2 kertas kuning tapi kertas merah belum di dapatnya sama sekali. Riandapun berlari menuju halaman di depan kelasnya karena dia ingat disitu banyak batu-batu dan pohon-pohon yang sangat baik untuk digunakan menyembunyikan sesuatu.

Ketika Rianda sampai disana di lihatnya pintu ruang kelasnya terbuka dan matanya kemudian berhenti pada sebuah plastik yang berisi guntingan kertas merah yang digunakan untuk lomba.  Dan Riandapun tergoda untuk mengambilnya. Dilihatnya kiri dan kanan untuk memastikan tidak ada orang yang melihatnya dan Riandapun masuk ke kelas tersebut.  Dengan gemetar diulurkannya tangannya untuk mengambil kertas merah yang tergeletak di atas meja tersebut.  Tapi niatnya berhenti ketika kata hatinya yang baik mulai berkata:

"Rianda, kalau kamu ambil kertas merah itu berarti kamu berbuat curang."

"Tidak, apa-apa Rianda, itu bukan curang tapi cerdik." Terdengar kata hatinya yang jahat, kembali Rianda mengulurkan tangannya tetapi kembali tangannya berhenti

ketika dia mendengar kembali kata hatinya yang baik.

"Kamu bisa membohongi semua orang Rianda, tapi kamu tidak bisa membohongi dirimu sendiri terlebih  lagi Tuhan.  Jadi walaupun menang pasti kamu tidak akan merasa gembira." Kata hatinya yang baik kembali mencegah Rianda untuk berbuat curang. Akhirnya Riandapun sadar bahwa yang akan dilakukannya itu tidak benar maka diapun segera meninggalkan kelas tersebut dan mulai melanjutkan pencariannya.

Pengumuman pemenang lomba mencari telurpun tiba, dan Rianda sedikit deg-degan ketika gurunya mulai membacakan nama-nama pemenang lomba mencari telur. Pemenang pertama dan kedua telah disebutkan namanya tinggal pemenang ke tiga yang belum disebutkan namanya dan Rianda berharap sekali kalau namanya yang disebut tapi ternyata bukan dia pemenangnya, Rianda sedikit kecewa apalagi hanya beda 1 telur dengan pemenang ketiga.

"Seandainya aku ambil saja satu kertas merah tadi, pastilah aku yang menang."  Kata Rianda dalam hati.

"Tapi kata hatinya yang baik berkata: " Walaupun kamu tidak menang tapi kamu sudah berusaha dengan sungguh-sungguh dan jujur."

Lamunan Riandapun terhenti dikarenakan suara gurunya yang memberitahukan ada satu lagi pemenang tambahan untuk lomba mencari telur dan pemenang ini dinamakan pemenang istimewa.  Pemenang istimewa tersebut ternyata jatuh kepada Rianda dan Riandapun senang sekali.  Guru sekolah minggunya pun memberikan hadiah kepada Rianda dan menjelaskan kepada anak sekolah minggu yang lain alasan kenapa Rianda menang adalah ketika Rianda ada kesempatan untuk berbuat curang tapi ternyata Rianda memilih untuk bertanding secara jujur.  Wajah Rianda sedikit berkerut dan keheranan dari mana gurunya bisa tahu apa yang terjadi tadi.  Melihat ekspresi wajah Rianda, guru sekolah minggu yang menyerahkan hadiah berbisik ke telinga Rianda.

"Ibu tadi ada di samping lemari jadi kamu tidak bisa melihat ibu." Kata guru sekolah minggunya sambil tersenyum.

Rianda bersyukur karena dia masih mengikuti kata hatinya yang baik, coba kalau seandainya dia menuruti kata hatinya yang jahat betapa malu dirinya karena ketahuan berbuat curang oleh gurunya.