Mohon tunggu...
Ida Ningsih
Ida Ningsih Mohon Tunggu... Media belajar

Bismillah for everything

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Gaya Hidup Digital di Era Milenial

14 Juni 2019   06:02 Diperbarui: 14 Juni 2019   06:37 335 1 1 Mohon Tunggu...

Handphone tentunya tidak asing lagi dan begitu familiar, saat ini handphone telah menjadi salah satu kebutuhan yang harus tepenuhi di dalam diri individu sebagai kebutuhan pokok, begitu melekat dan  tidak bisa jauh  dari handphone. 

Semua serba di permudah dengan adanya handphone, keberadaan orang-orang di sekitar tidak diperdulikan, misalnya ketika terjadi kecelakaan atau ketika terkena musibah banyak orang justru mengupdate dan mempublikasikannya. 

Antoni giddens menyatakan bawasannya teknologi dan informasi dimulai dari " revolusi televisi" dimana televisi telah menggeser ruang publik dari komunikasi langsung menjadi komunikasi politik melalui layar atau pembentukan opini melalui program-program televisi.

Dari data yang di ungkap melalui penelitian sekripsi dari (Ika :2014), begitu banyak hal yang di permudah dengan handphone di era milenial, bahkan silaturahmi kini melalui handphone, dengan vidio call sudah kita bisa melihat orang yang berada di kejauhan. 

Namun justru akan menjauhkan kita dengan kerabat atau keluarga ,karena orang tidak bisa kumpul bersama dengan keluarga. Begitu pula dengan adanya handphone semua serba mudah, karena  aplikasi yang serba ada menjadikan orang malas keluar bahkan menjadikan orang jarang bersosialisasi dengan orang lain.  

Pasalnya semua di permudah dengan online, misal belanja, makanan saja sekarang bisa di pesan melalui online, tinggal duduk dan menunggu di rumah semua sudah diantar sampai rumah. 

Tak jarang orang yang khawatir akan tertipu karena kini semua serba terikat dengan layanan, namun belanja online pun tentunya tidak semua merasa puas dengan barang, karena tidak bisa mengetahui langsung bahan yang dipilih.

Gaya hidup digital merupakan sebuah fenomena bagi masyarakat milenial ini, secara langsung maupun tidak langsung perubahan yang begitu besar pasti terjadi. Gaya hidup digital merupakan revolusi gaya hidup (bahkan budaya hidup) akibat perkembangan teknologi dan komunikasi yang semakin pesat. 

Semua masyarakat serba ingin praktis dan mudah, hal ini sangat berpengaruh terhadap pusat-pusat perbelanjaan dan pusat penjualan makanan, karena masyarakat suka membeli secara online dan pusat perbelanjaan yang tidak memiliki akun jual online tentunya akan tertinggal jauh dan penghasilanpun akan berkurang, juga berpengaruh terhadap tempat penjualan makanan karena rumah-rumah makan kecil belum tentu memiliki aplikasi online penjualan.

Perubahan sosial yang terjadi disini , perubahan pola konsumsi masyarakat yang cenderung menyukai belanja online dibandingkan dengan belanja offline. 

Selain itu terlihat pula perubahan  komunikasi dengan orang-orang terdekat menjadi kurang dan dalam bersosialisasi akan sulit karena terbiasa komunikasi melalui dunia maya. 

Misalnya  ketika seseorang tidak tahu jalan ketika mencari alamat atau tersesat bahkan ketika hendak mau pergi kemana, orang akan lebih mempercayai google map daripada bertanya dengan warga yang ada saat itu ataupun orang yang sedang lewat.  

Bahkan orang gengsi bertanya, padahal sebenarnya google map terkadang menyesatkan, pada saat orang berjalan sendirian atau pun pergi sendirian, ketika ia merasa terancam ataupun merasa takut mereka pasti langsung mengambil gadget (handphone) karena disitu ia merasa nyaman dan aman. 

Padahal disitu masih ada orang yang bisa diajak ngobrol, namun dia hanya merasa terancam dan lebih nyaman dengan handphone daripada dengan orang-orang yang berada di sekelilingnya. 

Selain itu dengan kemajuan teknologi ini menjadikan individu suka dengan kehidupan di dunia maya, individu di kendalikan oleh kecanggihan-kecanggihan teknologi, tanpa memperdulikan lingkungan di sekitar yang mengakibatkan individu tidak peka dengan lingkungan sekitar dan lebih asyik dan percaya dengan dunia maya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN