Mohon tunggu...
Ichlasul Dermawan
Ichlasul Dermawan Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Sedang Memulai Belajar Menulis di Media Online

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Mengamati Budaya Sepak Bola di Kampung

25 Juli 2021   11:25 Diperbarui: 25 Juli 2021   11:57 209 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengamati Budaya Sepak Bola di Kampung
Bola. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Menjadi anak kampung memang terkadang di pandang sebelah mata terhadap orang kota yang biasanya di bilang kampungan, norak, dan sedikit pengalaman karena hidup di kampung. 

Tetapi siapa bilang anak kampung anaknya tidak asik dan kurang pengalaman, justru menurut saya anak yang di lahirkan di kampung adalah anak yang akan mempunyai banyak pengalaman hidup di masa kecilnya dan tidak akan kekurangan akan hiburan semasa kecilnya, mengapa saya berpendapat begitu. 

Contohnya saja ketika saya kecil, dimana saya lahir dan besar di desa yang dimana desa itu terkenal dengan pemain-pemain sepak bola kampungnya yang sering mendapatkan juara di tingkat kampung yang di adakan pada perlombaan memperingati 17 Agustus.

Sepak bola adalah permainan yang dimainkan oleh dua kelompok yang terdiri dari sebelas orang pemain perkelompoknya dan salah satu menjadi penjaga gawang (kiper). 

Olahraga sepak bola ini sudah berada sejak lama dan sekarang sudah di permainkan oleh seluruh negara di dunia dan sudah menjadi olahraga yang di pertandingkan dari mulai tingkat desa hingga dunia. 

Di dunia sendiri kompetisi sepak bola sering di sebut dengan Piala Dunia yang di gelar empat tahun sekali oleh FIFA. Adapun kompetisi sepak bola di Indonesia seperti Piala Presiden, Piala Menpora, Liga satu, Liga dua, dan masih banyak lagi kompetisi yang di gelar di Indonesia juga tidak kalah meriah seperti kompetisi sepak bola dunia. 

Tak hanya di kelas dunia maupun nasional, kompetisi sepak bola juga biasanya di gelar di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, maupun provinsi. Permainan sepak bola di kampung atau desa biasanya di lakukan pada sore hari untuk mengisi waktu luang pada sore hari sambil menunggu datangnya adzan maghrib.  Sejak kecil saya sudah menyukai sepak bola karena mungkin faktor lingkungan menjadi pengaruh saya mengapa meyukai sepak bola.

Sepak bola kampung sangat berbeda dengan peraturan sepak bola yang sebenarnya, dimana sepak bola kampung tidak memerlukan lapangan yang sesuai ukuran yang telah di tentukan oleh FIFA, melainkan dimana ada tanah kosong, sandal, batu, dan kayu sebagai gawang maka di situlah pertandiangan sepak bola kampung di mainkan. 

Dengan persetujuan waktu, tempat yang sudah di tentukan maka anak-anak  hingga orang dewasa akan berdatangan dengan sendirinya, dengan sudah datangnya sang penguasa bola dan seadanya orang yang datang di tempat itu dan siapa yang mau ikut bermain maka pertandingan sepak bola bisa di mulai. 

Dengan antusias yang sangat besar tanpa mempedulikan siapa yang menang  maka anak-anak akan bermain dengan seenaknya atau tanpa perarturan resmi yang di atur oleh wasit sebenarnya, melainkan wasit dari pertandingan tersebut adalah pemain sendiri, terkadang para pemain bisa berpindah kubu ketika merasa pertandingan itu tidak seimbang.

Dan garis lapangan, ukuran gawang, jumlah pemain hanya di atur sesuka mereka, pemain yang haus boleh pulang terlebih dahulu, tidak ada pelanggaran kecuali handsball, skor pertandingan bisa mancapai puluhan, pemain tidak wajib memakai sepatu dan seragam , jika selisih goal terlalu banyak kedua tim akan bertukar pemain agar pertandingan dapat seimbang atau ada perlawanan, jika hujan mengguyur maka pertandingan akan menjadi lebih seru dan menegangkan, strategi bermain mereka adalah kroyokan, mereka bermain hanya untuk kesenangan bukan untuk ajang adu gengsi antar teman. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN