Mohon tunggu...
Hanifa Paramitha Siswanti
Hanifa Paramitha Siswanti Mohon Tunggu... Penulis - STORYTELLER

Penikmat kopi pekat ----- MC, TV Host, VO Talent ----- Instagram: @hpsiswanti ----- Podcast Celoteh Ambu

Selanjutnya

Tutup

Otomotif

Sampai Jumpa Lagi, Bus DAMRI!

27 Oktober 2021   21:29 Diperbarui: 27 Oktober 2021   22:11 273
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Operasional bus Damri kota Bandung berhenti sementara! 

Sebagai pengguna reguler Damri dari terminal Leuwipanjang (trayek ke Ledeng, Dago, Cicaheum, dan Antapani) sejak hamil tahun 2016, kabar ini bikin sedih sih.

Bus Damri jadi andalan banget karena selain harganya hemat banget (jauh dekat cuma goceng! ), kondisi di dalemnya pun nyaman karena adem, nggak ada pengamen, dan aman.

Apalagi posisi rumah yang dekat dengan terminal Leuwipanjang. Rasanya ke mana-mana tuh ya gampang aja karena punya Damri yang siap antar kemanapun.

Memang sih ada ojek daring. Tapi itu dipakai kalau lagi butuh cepat segera aja. Kalau ingin perjalanan santai, ya bisa Damri adalah pilihan utama. Enak, praktis gak perlu nyambung angkot, dan lebih hemat pula (ini sih yang paling penting).

Terakhir naik bus Ledeng-Leuwipanjang dari Citarip ke Pasirkaliki Senin lalu. Gak nyangka itu jadi kali terakhir sebelum dinyatakan berhenti operasionalnya. Tahu gitu kan foto-foto ~

Belum lagi memori zaman kuliah tahun 2007-2012 sebelum muncul era ojek daring dan travel. Sebagai mahasiswa Universitas Padjadjaran kampus Jatinangor, bus Damri Dipatiukur-Jatinangor adalah jalan ninja. Sempat ngerasain bus ompreng dengan harga tiket 3000 rupiah yg super pengap, panas, dan bocor sana sini kalau hujan. Tapi ya tetap dijabanin karena itulah satu-satunya modal menuju kampus.

Sebenarnya ada kok versi AC yang harga ongkosnya saat itu 4000 rupiah. Beda seribu perak, tapi fasilitasnya jauuuhh banget. Tapi ya perbandingannya bisa 1:10. Kalo beruntung ya dapet yang AC. Kalo engga ya terima nasib aja dapet yg tiga ribu.

Sejak kemunculan travel Bandung-Jatinangor, Lama-lama pamor Damri Dipatiukur-Jatinangor dan Elang-Jatinangor makin terkikis. Selain operasionalnya yang terbatas hanya sampai jam 5 sore, jumlah armada yang nggak sebanding bikin dengan mahasiswa kerap harus berebut dan rela berdesakan.

Nah kemunculan travel yang lebih fleksibel sampai jam 11 malam dengan akses cepat via tol Pasteur, bikin mahasiswa dan dosen jadi milih pilihan ini. Harga memang lebih mahal sekitar 15-20 ribu, tapi waktu tempuh lebih cepat. Bayangkan dengan Damri nyang harus keliling dunia dulu dari Dipatikur menuju tol Moh Toha. Apalagi kalau di jam sibuk pas pagi dan sore hari, wah perjalanan bisa dua jam.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Otomotif Selengkapnya
Lihat Otomotif Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun