Mohon tunggu...
Himmatus Saidah
Himmatus Saidah Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa

@himmassdh

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Meningkatnya Permintaan Bahan Pokok di Bulan Ramadan pada Saat Pandemi Covid-19

28 April 2020   21:50 Diperbarui: 28 April 2020   22:06 322
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ekonomi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp

Pada bulan Ramadhan masyarakat membeli berbagai macam kebutuhan pokok untuk dijadikan stok makanan di bulan Ramadhan, hal ini sudah menjadi tradisi di lingkungan masyarakat dalam menghadapai bulan Ramadhan. Peningkatan akan permintaan bahan pokok pada saat bulan ini sudah menjadi hal yang wajar karena ditahun-tahun yang lalu juga mengalami peningkatan akan permintaan bahan pokok. 

Tetapi yang membedakan bulan Ramadhan ini dengan tahun-tahun yang lalu yaitu bulan Ramadhan kali ini bersamaan dengan pandemi Covid-19. Walaupun ada pandemi ini masyarakat tetap menyambut bulan ini dengan penuh  suka cita dan menjadikan bulan ini tetap berbeda dengan bulan yang lainnya. Walaupun di tengah pandemi covid-19 ini tidak mengurangi semangat masyarakat untuk menurunkan permintaan akan bahan pokok.

Dengan meningkatnya permintaan masyarakat akan kebutuhan pokok tetapi tidak diimbangi oleh ketersediaan bahan pokok di pasar bisa menyebabkan kenaikan harga dalam bahan pokok. Dan pemerintah menegaskan bahwa bahan pokok menjelang bulan suci Ramadhan aman terkendali. 

Tetapi kita harus mengantisipasi kenaikan harga akibat lonjakan akan permintaan bahan baku. Permintaan akan bahan pokok biasanya setiap tahun akan mengalami  peningkatan pada saat puasa dan menjelang lebaran biasanya peningkatan konsumsi terjadi sehingga pemerintah sudah menyiapkan untuk melakukan antisipasi dengan kenaikan konsumsi masyarakat.

Seperti yang kita lihat di pasar sudah banyak bahan-bahan pokok yang sudah mengalami kenaikan akibat permintaan masyarakat yang meningkat apalagi ditambah dengan adanya pandemi ini sebagian para pekerja libur sehingga pasokan bahan pokok pun berkurang. Ditambah lagi tidak semua bahan pokok didapatkan dari produksi lokal tetapi ada produk yang didapatkan dari impor negara lain, negara-negara yang terkena Covid-19 pasti mengurangi ekspor bahan pokok yang dia punya. 

Hal tersebut menyebabkan bahan baku yang biasa diimpor akan mengalami penurunan ketersediaannya. Penurunan akan ketersediaan bahan pokok tersebut  menyebabkan kenaikan harga bahan pokok. Dengan peningkatan harga bahan pokok ini berdampak kepada masyarakat mereka harus membeli bahan pokok tersebut dengan harga yang tinggi dan mau tidak mau masyarakat harus membeli bahan tersebut untuk menyambut bulan Ramadhan ini. Dalam mengahadapi permasalahan tersebut pemerintah harus mencari solusi yang tepat agar harga tidak terus naik apabila masyarakat meningkatkan permintaan bahan pokok di bulan Ramadhan pada saat pandemi ini.

Salah satu komoditi bahan pokok yang menjadi incaran masyarakat untuk membeli dalam jumlah yang banyak adalah gula. Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan gula tetapi tidak diimbangi oleh ketersediaan bahan pokok tersebut sehingga mengalami kelangkaan. Ketidaktersediannya bahan pokok tersebut dikarenakan bahan pokok tersebut berasal dari negara yang terkena Covid-19 ini oleh karena itu mengalami kelangkaan. 

Di salah satu supermarket yang ada di  Jakarta dengan kelangkaan akan gula tersebut mereka melakukan suatu kebijakan untuk pembelian gula hanya bisa dilakukan untuk pembelian  satu kilogram gula untuk satu orang pembeli. Ini merupakan salah satu solusi yang dilakukan di saat peningkatan permintaan akan bahan pokok tersebut agar masyarakat bisa mendapatkan barang tersebut secara merata. 

Kebijakan tersebut disambut baik oleh masyarakat tetapi kebijakan ini juga mengalami tanggapan negatif karena banyak masyarakat yang mengeluh akan kebijakan tersebut karena mereka tidak bisa menyetok bahan pokok agar jarang keluar rumah ditengah-tengah penetapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini  dan masyarakat harus sering keluar untuk membeli bahan pokok yang habis. 

Memang sudah menjadi sesuatu kewajaran dalam menetapkan suatu kebijakan pasti ada tanggapan positif dan juga ada tanggapan negatif dari masyarakat. Dengan ditetapkan kebijakan tersebut diharapkan bisa mengurangi kelangkaan dan agar masyarakat secara merata bisa mendapatkan bahan pokok tersebut.

Dengan diterapakannya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dikhawatirkan menjadi suatu penghambat dalam distribusi kebutuhan bahan pokok karena sejumlah daerah sudah menetapkan PSBB ini sehingga banyak jalan yang ditutup dan menjadikan suatu wilayah menjadi sepi dari hari-hari biasanya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun