Mohon tunggu...
Sosbud

Marak! Penculikan di Pamijahan

24 Maret 2017   11:10 Diperbarui: 24 Maret 2017   11:13 101
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ujang juga meminta pen­gurus RT/RW dan tokoh masyarakat lebih waspada terhadap orang tak dikenal. Apalagi, saat ini marak bere­dar isu penjualan organ tu­buh dengan harga per organ yang menggiurkan.

“Kita meminta warga lebih waspada kepada orang yang baru dikenal dan berhati-hati dalam menjaga anak,” ujarnya.

Seperti diketahui, baru-baru ini beredar soal praktik penjualan organ di pasar gelap dengan harga jual fantastis. Misalnya, organ ginjal yang dibanderol Rp2,4 miliar, jantung Rp1,1 miliar dan masih banyak lagi.

Sekretaris Camat Pamijahan Dedi pun meminta warga tetap waspada terhadap maraknya aksi penculikan. Selain itu, pihaknya juga akan menindaklanjuti di rapat koordinasi (rakor) tingkat kecamatan, agar pihak desa menyosialisasikan kepada masyarakat.

“Kita akan sampai kepa­da kepala desa untuk lebih waspada dengan adanya kasus penculikan anak,” tu­kasnya.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut penculikan anak dan penjua­lan organ memang menye­bar secara masif. “Kami juga banyak mendapat laporan, kiriman foto, video, tentang aksi pengambilan organ anak-anak ini,” kata Komis­ioner KPAI, Ihsan.

Dari informasi tersebut, pasar gelap organ anak disin­yalir dilakukan di luar negeri dan tidak bisa dibuktikan di Indonesia. Ihsan menyampai­kan, sejauh ini tidak pernah ada kasus tersebut di dalam negeri.

Namun, masalah ini dini­lai perlu diperdalam lagi aktivitasnya. Sebab, kata Ihsan, seorang teman sempat memberitahu bahwa dokter di India mengatakan suplai organ anak cukup banyak dari Indonesia.

Ia juga menduga aktivitas pencurian organ ini dilaku­kan di negara tersebut. Meski demikian, Indonesia dinilai sangat perlu waspada soal keterkaitan penculikan anak dengan sindikat penjualan organ di luar negeri.

“Iming-imingnya memang tinggi, harga yang ditawar­kan membuat orang-orang tega jadi penculik. Makan­ya, polisi harus kerja ekstra mengungkap masalah ini,” pesannya.

(ads/c/rep/feb/dit)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun