Cerpen

Perjuangan Bertemu Bang Sandiaga Uno Bersama Sahabatku

27 Maret 2019   20:54 Diperbarui: 27 Maret 2019   21:05 15 4 0

Today, perjuangan yang sangat melelahkan tapi mengasikkan, idolaku bang Sandiaga Uno datang ke tanah kelahiranku. Perjuangan yang sangat luar biasa bersama saabatku Risna untuk bisa melihat wajah beliau. Jam 12.00 tiba-tiba pesan dari WA masuk, ketika itu saya melihat sekilas aja karena lagi sibuk mengurus kak sepupu untuk ikut tes CPNS 2018. Ketika udah tidak sibuk saya mengambil hpku dan membaca pesan dari WA yang baru masuk dari hpku, ternyata sahabatku Risna mengajakku untuk melihat langsung bang Sandiaga Uno yang bertempat di lapangan Hokky. Seketika itu saya senang sekali karena akan melihat idolaku bang Sandiaga Uno, yang selama ini saya hanya bisa melihat di TV dan media sosial. Selesai saya mengurus berkas CPNS kak sepupu yang mau dikirim di BKD Pegunungan Arfak, saya langsung siap-siap untuk bertemu sama bang sandiaga Uno. Selesai azhar sahabatku Risna datang menjemputku, dalam perjalanan saya tanya kita kemana nih?

Risna: kelapangan hokky tapi katanay kak kharis udah selesai acaranya.

Saya : kita coba cek aja. Gimana?

Risna : iya

Seketika kita tiba disana ternyata hanya sisa-sisa kampenya yg kita dapat. Akhirnya kita mencari info lagi terbaru. Alhamdullillah kita dapat info bang Sandiaga Uno ada Cafe Teras Kayu. Tidak menunggu waktu yang lama saya yang saat itu menjadi driver langsung menuju tempat itu. Sampai disana ternyata udah didaftar orang-orangnya kata ade yang saya tanya di tempat itu. Setelah itu saya diskusi kembali sama sahabatku Risna, gimana nih?

Risna :saya dapat informasi lagi katanya bang Sandiaga Uno mau shalat Magrib di mesid Raodah.

Saya : iyakah? Kamu tahu inormasi itu dari mana?

Risna : tadi bapakku yang bilang, sekarang mesjid Raodah lagi dibersihkan nih.

Saya : sekarang jam berapa?

Risna : jam 5

Saya : kita putar-putar kilo supaya sampe di mesjid raodah uda jam 6. Gimana?

Risna : Iya

Akhirnya kita mulai perjalanan kita putar-putar kilo agar waktunya bisa berjalan cepat dari pada hanya menunggu di suatu tempat. Ketika mau tiba, didekat lampu merah kilo 8 kita singgah untuk membeli sebuah minuman untuk berbuka puasa. Kebetulan hari ini saya lagi puasa. Ketika mau bayar Alhamdullillah sahabatku bilang dia yang teraktir. Kita lanjutkan perjalanan, ketika tiba di mesjid Raodah, saya sudah melihat begitu banyak mobil polisi yang udah terparkir di halaman mesjid. Pukul 17.30 kita udah berada didalam mesjid. Diskusi kecil-kecilan mulai terbuka.

Saya : Ris, ini beneran bang Sandiaga Uno mau shalat magrib disini, buktinya banyak polisi yang sudah berjaga-jaga

Risna : iya, kita tunggu aja sampai waktu shalat magrib tiba

Saya : iya. Saya baru kali ini datang ke mesjid jam segini untuk menunggu shalat magrib ( sambil ketawa)

Risna : iya, ini demi bang Sandiaga Uno, saya hanya kepengen lihat sosok pemimpin yang cerdas, sholeh, dan ganteng.

Saya : iya, saya juga kepengen lihat. Pantang pulang sebelum melihat wajahnya.

Kita selfie sambil cerita untuk menunggu waktu shalat tiba. Ketika mesjid sudah mulai mengaji banyak orang yang berdatangnya, sehingga sahabatku mengatakan ini kayany shalat Tarawih aja. Alamdulilla jamaah mesjid Raodah membludak, hampir semua shaf penuh. Tibalah waktu adzan, saya mulai berbuka dengan minuman yang tadi kita beli. Alhamdullillah shalat magrib berjalan lancar. Selesai shalat semua mata mulai bergerak untuk mencari tahu dimana berada bang Sandiaga Uno. Alhamdullillah saya bisa melihat langsung bang Sandiaga Uno secara langsung. Jiwa pemimpinnya terlihat jelas ketika itu bang Sandiaga Uno menjadi imam untuk jamaah yang terlambat. Senang dan haru bercampur aduk melihat langung bang Sandiaga Uno yang ganteng serta sholeh. Perjuangan yang sangat luar biasa untuk bisa melihat bang Sandiaga Uno bersama sahabatku Risna. Insya Allah Beliau adalah pemimpin selama ini kita tunggu-tunggu sejak 5 tahun terakhir ini.