Hesti Edityo
Hesti Edityo pegawai negeri

Seorang ibu dari 4 lelaki hestidwie.wordpress.com | hesti-dwie.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Senggang Artikel Utama

Dari "Poltak Gerhana" Hingga Balada Si Roy, Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Menulis

12 Juli 2012   01:48 Diperbarui: 25 Juni 2015   03:03 691 14 0
Dari "Poltak Gerhana" Hingga Balada Si Roy, Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Menulis
1342048994924927845

Masih ingat Poltak Raja Minyak dari Medan? Pasti jawabnya Ruhut Sitompul! Si Poltak yang terkenal di sinetron Gerhana, dan sekarang terjun ke kancah politik, banyak orang yang tahu. Bagaimana dengan Naijan Lengkong, siapakah dia? Mungkin tidak banyak yang tahu. Beda ketika saya menanyakan, siapa Gol A Gong? Hampir semuanya mengenal penulis satu ini, yang dulu identik dengan rambut gondrong a la Si Roy. Ya, beliau penulis Balada Si Roy, serial petualangan yang dimuat di majalah Hai sebelum dibukukan. Saya termasuk dari sekian banyak remaja (ketika itu) yang menyukai petualangan-petualangan si Roy ini.

[caption id="attachment_187381" align="aligncenter" width="640" caption="Gol A Gong sedang menandatangani buku yang kami beli (dok. pribadi)"][/caption] Bermula dari sebuah undangan via telepon, ada pertemuan dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten dan Ketua Agupena pusat. Begitu kurang lebihnya isi sms yang saya terima lebih dari seminggu yang lalu.  Sayang sekali, pertemuan pertama tersebut tidak bisa saya ikuti, karena berbarengan dengan kegiatan lain. Baru pada pertemuan kedua, yang dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris Agupena pusat, saya bisa turut serta.

Agupena adalah sebuah wadah untuk para tenaga pendidik dan kependidikan yang berminat di dunia tulis menulis. Nama AGUPENA merupakan akronim dari Asosiasi Guru Penulis Indonesia. Agupena sendiri pada awalnya didirikan oleh para pemenang sayembara bahan bacaan yang diselenggarakan oleh Pusat Perbukuan - Depdiknas pada tahun 2006 (sumber : agupena.org). Sedangkan Agupena untuk wilayah prov. Banten baru dibentuk pada Maret 2012 ini, pada kegiatan Pelatihan Penulisan Buku Teks dan Non Teks yang diselenggarakan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan. Pelatihan yang saat itu bertempat di hotel Grand Mangku Putra Cilegon selama 5 hari (26 - 30 Maret 2012), berhasil membentuk Agupena Banten dengan ketua Edi Supriyanto.

Apa kaitannya kegiatan Agupena ini dengan Naijan Lengkong dan Gol A Gong?

[caption id="attachment_187388" align="aligncenter" width="428" caption="Ketua Agupena Pusat, Naijan, dan Ketua Agupena Banten, Edi Supriyanto (dok. pribadi)"]

13420521661823841402
13420521661823841402
[/caption]

Naijan Lengkong adalah nama pena dari Naijan, ketua Agupena Pusat yang selain berprofesi sebagai guru di Tangerang juga seorang penulis. Salah satu karya beliau adalah skenario sinetron Gerhana yang melambungkan nama Poltak.

Dalam pertemuan kemarin, Rabu, 11 Juli 2012 di aula Dinas Pendidikan Prov. Banten, selain membahas rencana kegiatan Agupena ke depan, pak Naijan tak segan berbagi pengalaman. Bagaimana beliau dengan mesin ketik Brother menuliskan banyak karya, hingga kemudian era mesin ketik berganti komputer. Juga pengalaman beliau ketika harus menulis skenario sinetron Gerhana, yang harus dikebutnya dari jam 6 pagi hingga jam 12 malam di sela-sela aktivitas beliau mengajar.

"Saya belum punya komputer ketika itu, dan saya terpaksa ngrental di sebuah warnet, pagi-pagi saya sudah nongkrong di sana, kadangkala penjaga warnetnya sendiri belum datang. Saya hanya istirahat untuk sholat dan makan seharian itu." Begitu pak Naijan menuturkan aktivitas menulisnya. Sebuah kisah yang bagi saya sungguh menarik.

"Tidak ada kata terlambat untuk menulis. Berapa pun usia kita memulai menulis!" Wejangan beliau saya rekam baik-baik dalam memori otak saya. Ya, tidak ada kata terlambat dan bukan semata-mata masalah talenta. Tapi kemauan untuk memulai menulis!

Tak cukup menimba pengalaman dari pak Naijan, seorang volunteer dan penulis di Rumah Dunia yang juga merupakan pengurus Agupena Banten, Rahmat Heldy, mengajak kami, beberapa dari anggota Agupena yang hadir, untuk beranjangsana ke Rumah Dunia. Wow, sebuah kesempatan yang tidak ingin saya sia-siakan. Dari dulu saya sangat ingin ke sana, apalagi sejak saya tahu sang maestro Rumah Dunia adalah orang Serang. Selama sebelas tahun tinggal di Serang, Banten, jujur baru kali ini saya berkesempatan menginjakkan kaki di Rumah Dunia dan bertemu dengan Gol A Gong, penulis idola saya sejak saya remaja!

[caption id="attachment_187394" align="aligncenter" width="640" caption="Gerbang Rumah Dunia (dok. pribadi)"]

13420538411189003560
13420538411189003560
[/caption]

Wejangan terkait kepenulisan pun saya dapatkan dari Heri Hendrayana Harris, nama asli Gol A Gong, dalam obrolan santai dengan beliau. Meski belum banyak yang saya dapatkan, tapi lagi-lagi sebuah "kalimat sakti" yang kurang lebih sama dengan apa yang dikatakan pak Naijan, tidak ada kata terlambat untuk menulis saya dapatkan juga dari seorang Gol A Gong. Kalimat sederhana dari dua penulis hebat yang merasuk ke sukma dan memotivasi saya untuk semakin giat menulis, menulis, dan menulis.

[caption id="attachment_187402" align="aligncenter" width="640" caption="Dua diantara enam buku yang saya beli di Rumah Dunia (dok. pribadi)"]

1342057101616675094
1342057101616675094
[/caption] [caption id="attachment_187403" align="aligncenter" width="540" caption="Tanda tangan Gol A Gong di buku Balada Si Roy (edisi bundel 10 best seller). Tak sekedar tanda tangan, tapi sebuah coretan dan kalimat "]
1342057368628266006
1342057368628266006
[/caption]

Bagi saya, menulis adalah proses menyeimbangkan jiwa. Seorang psikolog, Rieny Hassan, sempat mengatakan demikian beberapa tahun yang lalu. Saya yang pernah mengalami sindrom Baby Blue, dan sempat menulis curhat kepada ibu Rieny, dan kemudian dijawab beliau dalam sebuah rubrik di sebuah tabloid, menjadi titik awal untuk saya kembali menulis. Benarlah apa yang pernah disampaikan Rieny Hassan yang juga diamini pak Naijan dan mas Gong, menulislah untuk mengisi jiwa, mengisi hati dan pikiran kita. Menulis membuat kita belajar lebih banyak dibandingkan sekedar membaca, karena itu tidak ada kata terlambat untuk menulis.

[caption id="attachment_187400" align="aligncenter" width="640" caption="Formulir pendaftaran kelas menulis di Rumah Dunia, siapa mau ikut? (dok. pribadi)"]

1342056706197131310
1342056706197131310
[/caption]