Hery Supriyanto
Hery Supriyanto Warganet

Liberté, égalité, fraternité ││Sapere aude ││ Iqro' bismirobbikalladzi kholaq ││www.herysupri.com

Selanjutnya

Tutup

Kuliner Pilihan

The True Waroeng Semanggi yang "Terlahir Kembali" Menjadi Warung era Kekinian

17 Mei 2018   13:28 Diperbarui: 18 Mei 2018   10:49 545 3 1
The True Waroeng Semanggi yang "Terlahir Kembali" Menjadi Warung era Kekinian
Tampak depan dengan dapur yang mudah terlihat. Dok pribadi

Sesuatu yang sudah "mapan" ada kalanya perlu dilakukan penyegaran, untuk mendapatkan sesuatu yang baru. Hal ini dikarenakan satu dan lain hal yang telah dipertimbangkan masak-masak dengan alasan internal dan eksternal. Dalam beberapa kasus, boleh dikatakan sebagai kelahiran kembali yang bahasa kerennya, reborn.

Inilah yang terjadi di sebuah warung yang berada di Jalan Semanggi Barat 19A Jatimulyo Lowokwaru Kota Malang. Warung yang sudah berdiri semenjak 2016 ini dirombak total. Dan tak disangka justru warung ini mendapat respon yang positif dari para pengunjung. Warung reborn dengan konsep yang serba baru, tak hanya mengedepankan soal rasa tetapi juga estetika.

Tempat yang dimaksud adalah The True Waroeng Semanggi, yang konsep barunya mulai beroperasi pada 1 Mei lalu. Dan hari Rabu (9/5), saya dan beberapa rekan yang tergabung Bolang (Blogger Kompasiana Malang) mendapat undangan mengunjungi warung ini. Lokasinya sebenarnya cukup strategis, di samping Kampus Polinema (Politeknk Negeri Malang).

Dekorasi pada lantai 2. Dok pribadi
Dekorasi pada lantai 2. Dok pribadi
Alasan reborn

Menurut pemiliknya yang dikelola suami-istri, Rusdy dan Widha yang menyatakan ada beberapa alasan sehingga warung ini mengalami perubahan yang drastis. Menurut Rusdy hal ini dikarenakan, ia begitu "prihatin" dengan istrinya yang sibuk mengurusi warung. Dari pagi buta Widha sudah menyiapkan segala perlengkapan warung. Yang kemudian dilanjut dengan melayani pembeli mulai dari jam 7 pagi sampai 10 malam.

Dengan begitu padatnya kegiatan itu, Rusdi berkeinginan menghentikan "kegiatan" kuliner istrinya yang sudah berjalan dua tahunan itu. Setelah dipikir panjang tidak menghentikan sama sekali kegiatan di warung namun dengan menggantikan tenaga saja, dengan merekrut jasa orang lain. Dan secara kebetulan juga Rusdy menemukan tenaga yang cukup ahli bidang permasakan, Wildan, mantan chef dari salah satu hotel berbintang.

Suami-istri yang berkenan menjelaskan seputar warung yang dikelolanya. Dok pribadi
Suami-istri yang berkenan menjelaskan seputar warung yang dikelolanya. Dok pribadi
Alasan lain dengan berubah konsep tersebut adalah, Rusdy dan Widha berkeinginan untuk menghindari "rerasan" para tetangganya. Selain warung, Rusdi dan Widha juga mengelola bisnis kos-kosan. Jumlahnya lumayan sebanyak 34 pintu yang dikhususkan buat putra. "Khusak-khusuk" para tetangga yang menyatakan bahwa keluarga ini semua ingin "dikuasai", mulai kos-kosan dan warung.

Untuk menepis "rerasan" itu maka, Rusdy merombak total warungnya. Warung diubah sama-sekali, sehingga berbeda dengan warung yang berada di sekitarnya. Dengan warung yang "berbeda" tersebut maka akan menepis "isu" persaingan karena makanannya juga berbeda sama-sekali. Warung dikemas lebih modern baik rasa dan tempatnya. Boleh dibilang warung ini sekelas resto.

Dan akhirnya The True Waroeng ini sepenuhnya diserahkan kepada Wildan yang dibantu dua rekannya. Untuk olahan dapur Widha tidak cawe-cawe lagi. Namum ia tetap tidak meninggalkan sama sekali dunia kuliner yang pernah digelutinya. Widha hanya melayani pesanan dan katering dari para koleganya.

Citra yang ingin dibangun dengan konsep baru. Dok pribadi
Citra yang ingin dibangun dengan konsep baru. Dok pribadi
Warung serba tampilan baru

Berkenaan dengan nama The True Waroeng, sejak awal berdiri dua tahun lalu sudah memakai nama itu. Menurut Rusdy, harapan dengan memakai kata tersebut adalah bagaimana menjadikan warung yang sebenarnya. Setidaknya bisa mengakomodasi keinginan pembeli yang dalam hal ini mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa: tempatnya nyaman, rasanya enak, dan harga terjangkau.

Sekelas warung yang diberi fasilitas toilet dan wastafel. Dok pribadi
Sekelas warung yang diberi fasilitas toilet dan wastafel. Dok pribadi
Maka dalam warung model baru ini tampilan tempatnya lebih luas dengan penataan kursi yang nyaman. Fasilitas warung pun ditambah dengan disediakan toilet dan wastafel. Di sudut ruangan dipercantik dengan gambar yang Instagramabel. Untuk menyemarakkan suasana, di akhir pekan diadakan live music. Hal ini dilakukan agar pengunjung merasa betah, sembari menunggu dan menikmati hidangan.

Beberapa menu andalan yang disajikan saat Bolang berkunjung. Dok pribadi
Beberapa menu andalan yang disajikan saat Bolang berkunjung. Dok pribadi
Untuk dapat mengakomodasi selera pasar, pada mulanya Wildan sebagai chef menawarkan menu sebanyak 100. Jumlah menu tersebut untuk ukuran warung sangatlah banyak. Setelah dilakukan negosiasi dengan pemilik maka diputuskan 35 menu yang disodorkan. Secara garis besar masakan terbagi dari beberapa katogori: spesial ayam, nasi goreng, aneka ca sayur, serta panganan ringan. Dan tentu saja aneka olahan minuman dan jus buah.

Untuk masalah harga Rusdy menekankan agar bisa terjangkau untuk ukuran mahasiswa. Ada rupa ada harga, itulah hukum ekonomi secara tak tertulis. Inginnya memang masakan kelas restoran hotel namun masih bisa terjangkau. Dan untuk itu maka Rusdi meminta Wildan untuk mengkreasi dan mengolah masakan. Yang kiranya ada pengurangan beberapa "bumbu" yang mahal, namun nantinya tidak mengurasi rasa masakan berkelas.

Saat menikmati hidangan. Dok pribadi
Saat menikmati hidangan. Dok pribadi
Untuk harga pun sangat ramah dikantong mahasiswa, apalagi dengan rasa yang tak kalah dengan yang ada di restoran. Untuk spesialis ayam harga mulai 10-15 ribu saja, sedangkan aneka nasi goreng mulai 8-18 ribu. Warung buka setiap hari (kecuali Minggu) dari pagi sampai malam, mulai pukul 08-20.00.       

Kualitas masakan di warung ini cukup terjaga yang lebih mengutamakan fresh makanan. Menu akan dibuat sesuai pesanan pembeli, tidak model warung konvensional yang beberapa lauk sudah tersedia. Maka seperti memesan masakan di restoran, kita perlu "sabar" menunggu karena sedang proses pembuatan.

Menu andalan dari telur dan spesial ayam. Dok pribadi
Menu andalan dari telur dan spesial ayam. Dok pribadi
Walaupun masih baru diluncurkan 1 Mei lalu, menurut Rusdy dan Wildan animo pelanggan cukup bagus datang ke warung ini. Promosi pada mulanya dilakukan melalui media sosial Instagram yang memberikan menu gratis 1-5 Mei hanya dengan mem-follow akun The True Waroeng. Berkenaan dengan pergerakan menu yang dibuat, Wildan mengilustrasikan bahwa  setiap hari setidaknya memerlukan sekitar 7 ekor ayam dan beras 15 kg.

Hanya saja kekurangan warung ini terletak pada terbatasnya ruang parkir, terutama untuk roda empat. Yang memang Jalan Semanggi Barat sempit untuk dilalui kendaraan. Maka jika hendak berkunjung ke warung ini --bila memakai roda empat- bisa mencari parkir di sekitar Jalan Sukarno Hatta. Yang kemudaian bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki, jaraknya pun tidak terlalu jauh.

Foto bersama Widha (tengah duduk) seusai review belangsung. Dok pribadi
Foto bersama Widha (tengah duduk) seusai review belangsung. Dok pribadi
Inilah profil sebuah warung konvensional yang berhasil mentrasformasikan untuk menyesuaikan pada era kekinian. Dalam arena Jalan Sukarno-Hatta yang merupakan pusat kuliner di Kota Malang, The True Waroeng Semanggi cukup mendapat tempat di pelanggan karena mengusung tema yang unik dan tampil beda.