Mohon tunggu...
Heru Subagia
Heru Subagia Mohon Tunggu... Relawan - Aktivis Kegiatan UMKM ,Relawan Sosial dan Politik

Menulis adalah media ekspresi tampa batas,eksplorasi dan eksploitasi imajiner yang membahagiakan . Menulis harus tetap bertangung jawap secara individu dan di muka umum. . Hobi menulis disela -sela kesibukan menjaga toko ,mengurus bisnis ,berkegiatan di umkm dan politik dan bisnis. Lingkungan hidup juga menjadi topik utana bagi penulis untuk advokasi publik berkaitan isu isu penyelamatan dan pelestarian alam . Mari kita gemar menulis , mendobrok tradisi ,menambah literasi dan menggugat zona nyaman berbagai kehidupan .

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

PDIP dan Demokrat Rebutan Wong Cilik

18 Maret 2023   13:43 Diperbarui: 18 Maret 2023   14:05 139
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Geger pidato politik Agus Harimurti Yudhoyono ( SHY) di Tennis Indoor Senayan (24/3). Banyak pihak terusik dengan pidato AHY kali ini. Masalah  krusial dari pidato AHY adalah negara melalui rezim saat ini (Jokowi) sudah meninggal kepentingan dan nasib wong cilik. Menurut AHY banyak anggaran pemerintah digunakan untuk membiayai proyek mercusuar dan sebagai akibatnya memperkecil distribusi anggaran untuk kepentingan wong cilik.

Wong cilik menjadi sorotan tajam dalam manifesto politik AHY di depan ribuan kader dan didepan media massa. Setidaknya pidato tesebut dianggap reaksi paling keras yang dilontarkan Demokrat saat ini. Demokrat sendiri melontarkan gagasannya untuk menjadi bagian partai yang peduli wong cilik .

Tentunya pidato AHY kali ini tidak baik-baik saja dan mendapat sejumlah respon negatif dari lawan politiknya. PDIP partai yang paling keras memberikan reaksi . Selama ini PDIP menjadi icon sebagai partai yang sangat dekat dengan wong cilik dan sudah menjadi branded partainya wong cilik adalah PDIP.

PDIP Serang Balik 

Tidak terima tuduhan telah mengabaikan kepentingan wong cilik ,politisi PDIP Junimart Girsang merespons kritik Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) . Melalui pidatonya AHY  menyebut kebijakan pemerintah kurang berpihak kepada rakyat miskin atau wong cilik. Melalui juru bicaranya PDIP, Junimart balik bertanya dengan  mempertanyakan data," Rakyat kecil mana yang komplain atas pemerintahan Jokowi?"

"Pertama kalaupun ada statement yang mengatakan bahwa Pak Jokowi itu tidak pro wong cilik silakan dibuktikan. Wong cilik mana yang komplain terhadap pemerintahan Pak Jokowi," kata Junimart di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu ,Detik (15/3/2023).

Demokrat Galak  

Mengapa AHY sangat frontal dalam pidato kali ini dan Apa yang menjadi motivasi utamanya ?

Demokrat menjadi partai di luar pemerintahan dan menjadi bagian partai yang secara konsisten selama 2 periode rezim Jokowi masuk diluar partai pendukung pemerintah. Kendati AHY pernah sempat ditawarkan menjadi bagian pemerintahan dengan tawaran jabatan sebagai menpora,tetapi tawaran jabatan tersebut hanya isapan jempol belaka. Bahkan dianggap Demokrat dan SHY  justru kena prank dua kali berurusan isu tawaran AHY sebagai menpora.

Demokrat dan PKS menjadi 2 partai parlemen sampai detik ini terus melakukan kritik tajam dan terus menyoroti persoalan bangsa dan negara. Jadi sangat wajar jika Demokrat akan terus menuju sebagai partai Tampa kompromi dan akan terus mengimbangi kebijakan pemerintahan dengan terus menghujani kritik dan protes keras berbagai kegiatan pemerintah. Terjadi saling sindir dan kritik balik pemerintahan Jokowi yang ditujukan kepada pemerintahan SBY yang notabenenya bapaknya AHY dan salah satu pendiri Demokrat.

Isu dan Konflik Memanas 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun