Mohon tunggu...
Herlambang Saleh
Herlambang Saleh Mohon Tunggu... Guru - Guru

Hobi Menulis

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Seragam Sekolah: Dari Simbol Penjajahan Hingga Pemersatu Bangsa

19 April 2024   22:06 Diperbarui: 20 April 2024   08:02 114
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pendidikan di Indonesia telah berkembang pesat sejak era kolonial Belanda. Pada masa itu, hanya segelintir orang dari kalangan elit yang berkesempatan mengenyam pendidikan formal. Penggunaan seragam sekolah belum menjadi keharusan, dan para siswa bebas mengenakan pakaian apa pun.

Masa pendudukan Jepang di Indonesia menandai awal mula penerapan seragam sekolah. Diimplementasikan sebagai bagian dari propaganda Jepang, seragam melambangkan persamaan akses pendidikan bagi seluruh anak bangsa. Selain itu, budaya disiplin tinggi yang dibawa Jepang turut memengaruhi peraturan pemakaian seragam di sekolah.

Berbeda dengan masa kolonial Belanda yang membatasi akses pendidikan hanya bagi kalangan tertentu, kebijakan seragam di masa Jepang membuka peluang bagi semua anak untuk belajar. Hal ini menjadi angin perubahan yang signifikan dalam dunia pendidikan Indonesia.

Setelah Indonesia merdeka dari penjajahan Jepang pada tahun 1945, tradisi penggunaan seragam sekolah tetap dipertahankan. Meskipun belum memiliki corak warna yang seragam, pemakaian seragam sudah menjadi kebiasaan di setiap sekolah.

Baru pada tanggal 17 Maret 1982, di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto, peraturan seragam sekolah secara nasional diberlakukan. Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah mengeluarkan Surat Keputusan yang mengatur penggunaan seragam sekolah bagi para siswa, lengkap dengan corak warnanya.

Alasan Penerapan Seragam Sekolah Nasional

Salah satu alasan utama penerapan seragam sekolah secara nasional adalah untuk menghilangkan kesenjangan sosial. Dengan mengenakan seragam yang sama, diharapkan tidak ada lagi perbedaan antara siswa dari latar belakang ekonomi yang berbeda.

Pemilihan Warna Seragam dan Maknanya

Pemilihan corak warna seragam sekolah pun bukan tanpa alasan. Idik Sulaeman, selaku Direktur Pembinaan Kesiswaan di Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah saat itu (1979-1983), mencetuskan penggunaan warna-warna yang memiliki makna simbolis:

  • Merah putih untuk seragam SD melambangkan energi dan keberanian bagi siswa dalam belajar.
  • Biru putih untuk seragam SMP mencerminkan komunikasi dan rasa percaya diri, yang sejalan dengan perkembangan diri siswa di masa tersebut.
  • Abu putih untuk seragam SMA mewakili kedewasaan dan ketenangan, yang diharapkan dimiliki oleh siswa SMA.

Manfaat dan Dampak Seragam Sekolah

Kehadiran seragam sekolah terbukti membawa manfaat besar, di antaranya:

  • Menghapus batas-batas sosial dan ekonomi antar siswa, sejalan dengan semangat kemerdekaan Indonesia yang menjunjung tinggi persamaan hak dan kesempatan.
  • Meningkatkan disiplin dan rasa kebersamaan antar siswa.
  • Membangun identitas sekolah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun