Mohon tunggu...
Herka Treesyakinah
Herka Treesyakinah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia, Jurusan Pendidikan Biologi

Let's reading!

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

KKN Tematik UPI: One Week One Comic, Meningkatkan Minat Baca

24 September 2021   14:25 Diperbarui: 24 September 2021   14:27 71 2 5
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
KKN Tematik UPI: One Week One Comic, Meningkatkan Minat Baca
Gambar 1. Tampilan Awal Aplikasi Kipin School 4.0

Era digital merupakan suatu zaman dimana semua kegiatan yang mendukung kehidupan sudah dipermudah dengan adanya teknologi. Bisa juga dikatakan bahwa era digital hadir untuk menggantikan beberapa teknologi masa lalu agar jadi lebih praktis dan modern (Nugroho, 2021).  Penggunaan teknologi saat ini memiliki dampak yang kurang baik terhadap anak-anak, karena biasanya anak-anak menggunakan handphone untuk bermain game. Tentu hal tersebut tidak baik, karena dapat membuat anak-anak kecanduan bermain game dan malas membaca buku. 

Penelitian Most Literred Nation in the World oleh Central Connecticut State University yang dilakukan  pada Maret 2016 lalu , Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara  soal minat baca. Penelitian tersebut memebuktikan bahwa minat baca di Indonesia masih sangat rendah. Adanya Program KKN Tematik UPI 2021 yang bertema "Mengembangkan Literasi dan Rekognisi Merdeka Belajar Kampus Merdeka-Pusat Prestasi Nasional" ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca pada anak-anak remaja, maupun orang dewasa.  Kegiatan KKN ini dilakukan di SMP Negeri 4 Kota Ternate, Ternate, Maluku Utara. 

Minat baca perlu ditanamkan sejak anak usia dini. Membaca buku yang disukai bisa menjadi sebuah langkah awal untuk menanamkan minat baca pada anak. Anak-anak biasanya lebih menyukai buku yang bergambar dan berwarna, seperti komik. Di era digital ini, anak-anak lebih suka  bermain gadget dibandingkan membaca buku kovensional. Maka pemanfaatan gadget bisa dioptimalkan, selain untuk membuka media sosial dan games juga bisa digunakan seabagai sarana untuk membaca komik. Salah satu aplikasi membaca adalah Kipin School 4.0 yang bisa di download melalui AppStore/PlayStore. Kipin School 4.0 ini berisi materi pelajaran seperti 2500+ Buku Pelajaran Sekolah (terbitan Kemdikbud), 1500+ Video Pendidikan, 25.000+ Soal Latihan Tryout dan 200+ Komik Literasi untuk seluruh tingkat SD, SMP, SMA & SMK. Dengan adanya aplikasi ini anak-anak bisa dengan mudah membaca komik kesukaannya dimana pun dan kapan pun. 

Gambar 2. Contoh Komik dalam Kipin School 4.0              
            googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-712092287234656005-411');});
Gambar 2. Contoh Komik dalam Kipin School 4.0 googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-712092287234656005-411');});
Gambar 3. Taampilan Isi Komik
Gambar 3. Taampilan Isi Komik "Ganjalan di Mata Joni"

Program One Week One Comic dapat diterapkan di sekolah guna meningkatkan minat baca pada siswa, karena membaca komik bisa dilakukan saat waktu senggang seperti jam istirahat, di waktu sore atau, atau ketika weekend. Anak-anak diminta untuk membaca minimal 1 komik dalam 1 minggu guna menumbuhkan minat bacanya. Membaca komik ketika waktu senggang merupakan langkah awal agar anak-anak gemar membaca. Adanya aplikasi ini menjadikan komik sangat praktis karena tidak perlu membawa komik, cukup membuka aplikasi Kipin School 4.0 yang ada di handphone.  Ketika anak-anak sudah mulai memiliki minat baca yang tinggi, pasti anak-anak akan meningkatkan level bacaannya. Diawali dengan membaca buku yang ringan seperti komik, lalu meningkat ke buku yang lebih tinggi seperti  novel yang isinya lebih dominan tulisan.  Selain itu, jika anak gemar membaca maka mereka tidak akan memilih-milih jenis buku, buku pelajaran pun akan dibaca. Jika anak sudah gemar membaca maka membaca sudah bukan lagi hobi namun sebuah kebutuhan.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan