Heri Lare grage
Heri Lare grage Bloger

simpel dan ingin semua yg dilakukan bermanfaat. Hanya berbagi tak bermaksud menggurui Owner heriheryanto.com

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Minyak Kayu Putih Aromatherapy Cap Lang, Gabungan Aroma dan Kehangatannya Siap Melegenda Kembali

6 November 2016   21:29 Diperbarui: 7 November 2016   12:57 2844 2 1
Minyak Kayu Putih Aromatherapy Cap Lang, Gabungan Aroma dan Kehangatannya Siap Melegenda Kembali
Varian Baru Minyak Kayu Putih Aromatherapy dari Cap Lang

Pagi yang cerah saat itu masih diselimuti dengan momen lebaran  1436 H (2015).  Kehangatan bersama keluarga serta ramah-tamah bersama saudara dan tetangga di Cirebon masih menggelayuti, seakan menahan pemberangkatan mudik sesi 2 kala itu.  Tapi rasa itu harus bisa dikendalikan, karena memang masih ada perjalanan lain untuk bersilaturahim dan beramah-tamah dengan keluarga dan saudara di Brebes. Tempat mudik sesi ke 2 ini merupakan tempat bersejarah, karena ditempat itulah saya diikat  resmi dengan perempuan yang serumah dengan saya saat ini. Tempat dimana saya utarakan janji pernikahan dan berjanji untuk berusaha membahagiakan sang perempuan tersebut yang sekarang menjadi Istri saya dan ibu dari anak saya.

Jauh hari sebelum lebaran saya sampaikan kepada istri ;

“Neng, untuk perjalanan mudik Semarang ke Cirebon kita masih dapat tiket kereta api, tapi untuk Cirebon–Bumiayu, kita tidak kebagian tiket. Nanti kita nge-Bus saja ke Bumiayunya, kita berangkat pagi-pagi agar tidak terlalu sore sampai dirumah. Takut perjalanan yang dilewati masih padat. Harapannya sih bisa menempuh perjalanan dengan waktu normal, tapi kita juga tidak tahu apa yang akan terjadi saat perjalanan.”.

“Iya ndak papa A’ , neng mah ikut aja”. Sahut sang Istri.

Lebaran kali ini merupakan kesempatan pertama saya untuk bisa berlebaran dikediaman istri (mertua). Lebaran ini juga merupakan kesempatan pertama  saya mudik ke tempat istri menggunakan Bus karena kursi kereta ke Bumiayu sudah penuh saat itu.  

Perjalanan normal menggunakan Bus atau mobil dari Cirebon ke tempat Istri biasanya menempuh waktu 4 jam. “Loh cirebon – Brebes kok sampai 4 jam?” Yup, posisi Brebesnya ini di  Brebes Selatan, jadi butuh waktu lebih lama dari pada perjalanan ke perbatasan atau ke Kota Brebes.

Sedangkan perjalanan dengan kereta api normalnya ditempuh dengan waktu 2,5 jam. Turun di Stasiun Bumiayu dan dilanjutkan dengan kendaraan umum yang menempuh waktu sekitar ½ jam  hingga angkutan umum sampai di depan rumah.

Pagi jam 6 kami sudah bersiap keluar dari rumah, kami menggunakan angkutan umum menuju terminal. Untuk kesegaran perjalanan tak lupa kami membawa Minyak Kayu Putih Eukaliptus Aromatherapy sebagai bekal perjalanan. Apalagi perjalanan yang ditempuh cukup jauh dan istri terkadang suka mabuk diperjalanan saat mencium bau yang kurang mengenakan.

Sesampai di terminal kami langsung menuju loket pembelian tiket. Info yang didapat dari petugas tiket ternyata Bus AC pada hari ini belum bisa beroperasi, sehingga kami terpaksa harus menggunakan bus yang ada untuk bisa melanjutkan perjalanan ke rumah mertua.

Sebelum menuju Bus, Istri mengambil Minyak Kayu Putih Aromatherapy di Tas Kecilnya. Ia meneteskan Minyak itu pada telapak tangan, mengusap kecil, setelah itu meratakannya pada seluruh leher. Tak lupa pelipis kanan dan kiripun diolesi Minyak Kayu Putih Aromatherapy ini. Agar menimbulkan suasana tenang sembari menunggu Bus yang penuh oleh penumpang. Sayapun melakukan apa yang istri saya lakukan. Setelah “ngetem” lama, bus pun melaju lambat menuju pemberhentian akhir di terminal Purwokerto.

Sudah menjadi konsekuensi menggunakan tranportasi bus saat momen lebaran, bahwa perjalanan menggunakan Bus akan bergerak melambat karena padatnya lalu lintas jalan raya. Ditambah saat itu sedang ada pekerjaan pengecoran jalan, yang mengharuskan kendaraan dari dua arah harus bergantian lewat . Petugas saat itu melakukan rekayasa lalu lintas dengan jalan buka tutup agar jalan bisa dilalui meski sedang ada perbaikan.

Reaksi perjalananpun mulai terasa, sudah 4 jam perjalanan ternyata hanya bergeser 50% dari titik pemberangkatan awal. Kondisi jalan yang padat dan ramai membuat istri merasa kurang nyaman, ditambah istri saat itu sedang hamil 7 bulan. Tempat duduk yang membatasi gerak, suasana pengap dan panas membuat pusing kepala dan mual menyergap istri.

“A’ neng agak pusing dan  mual, minta tolong ambilkan minyak Kayu Putih di tas kecil”. Pinta Adinda

Sayapun jongkok sebentar untuk mengambi tas kecil yang diletakkan di bawah. Saya ambil Minyak Kayu Putih Aromatherapy dari Cap Lang yang diminta istri dan menyerahkan kepadanya.

Istri mengoleskan Minyak Kayu Putih Aromatherapy Cap Lang tersebut ke pelipis kanan dan kiri, serta kebagian leher. Tak lupa iapun mengoleskan kebawah hidup agar aromaterapinya bisa terhirup dan memberikan efek menenangkan. Aktifitas itu sangat efektif untuk meredam pusing dan mual saat perjalanan.  Kehangatan  dan aromaterapi menjadikan satu dalam Minyak Kayu Putih Aromatherapy dari Cap Lang membuat hati dan fikiran makin tenang sehinga bisa mengontrol dan meredam pusing serta mual.

Mungkin Pak  Sopir juga merasakan penatnya suasana, Iapun menepi ke pom bensin sambil mengisi bahan bakar. Perjalanan masih lumayan lama jika tidak ada penambahan kecepatan dari sebelumnya. Sambil kontak-kontakan dengan sopir bus lain, Pak Sopir mencari informasi perjalanan yang akan ia tempuh. Kondisi jalur utama menurut informasinya sangat padat sehingga disarankan untuk mencari jalan lain.  Pak Supir pun menjalankan apa yang disarankan oleh teman yang dihubunginya.

Minyak Kayu Putih Aromatherapy menjadi bekal Wajib
Minyak Kayu Putih Aromatherapy menjadi bekal Wajib
Dengan memilih menggunakan jalan alternatif, terpaksa penumpang yang turun dijalur utama harus diturunkan ditempat lain, karena bus saat itu tidak melewati jalan utama. Saat diturunkan ditempat yang tidak semestinya, sebagian penumpangpun ngomel-ngomel karena tarifnya sudah naik 2x lipat tapi ia tak sampai tujuan akhirnya. Banyak juga dari para penumpang lain yang  maklum. Pak Supirpun mengetahui resiko yang harus dihadapinya, dari pada harus menempuh perjalanan yang lebih lama lagi.

Meskipun sudah melewati jalan alternatif, tapi kondisi jalan yang dilalui masih padat merayap. Bisa jadi semua sopir saat itu berfikir menggunakan jalan alternatif ini, meskipun kondisinya tidak sepadat dari jalan utama.  

Perjalanan masih lumayan jauh dan setiap kali mual dan pusing, istri selalu mengoleskan Minyak Kayu Putih Aromatherapy Cap Lang pada bagian tertentu yang menurutnya bisa meredakan mual dan pusing yang sedang dirasakan.

Setelah 8 jam perjalanan akhirnya kamipun sampai di terminal Bumiayu dan kami harus melanjutkan ke rumah dengan menggunakan angkutan umum. Sesampai dirumah kami langsung menghampiri orang tua sambil mencari tempat duduk yang nyaman sambil melepas penat yang tersisa. Kipas angin di rumahpun menjadi incaran utama untuk menghilangkan gerah yang melanda, sambil tetap menghirup Minyak Kayu Putih Aromatherapy untuk menenangkan dan memulihkan fikiran dan hati selepas perjalanan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3