Hendro Santoso
Hendro Santoso Purnakaryawan

Seorang Kakek, hobi menulis hanya sekedar mengisi hari-hari pensiun bersama cucu sambil melawan pikun.

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

BWF Sudirman Cup 2017: Mengukur Peluang Tunggal Putri Indonesia Melawan India

18 Mei 2017   10:39 Diperbarui: 18 Mei 2017   11:18 498 8 7
BWF Sudirman Cup 2017: Mengukur Peluang Tunggal Putri Indonesia Melawan India
Sumber Foto : www.sudirmancup.com.au

Mengukur Peluang Tunggal Putri Indonesia Melawan India di Piala Sudirman Gold Coast – Australia 2017

Perebutan Piala Sudirman dimulai pada 21 Mei 2017. Pada tahun ini Australia menjadi tuang rumah kejuaraan dunia beregu campuran tersebut. Indonesia akan berhadapan dengan India mengawali perjuangan untuk merebut kembali Piala Sudirman pulang kandang setelah meninggalkan Ibu Pertiwi sejak tahun 1989.  Pertandingan tersebut akan berlangsung pada 23 Mei 2017 di Carrara Sport and Leisure Centre Gold Coast Australia.

Indonesia diuntungkan oleh jadwal karena untuk Grup 1 D yang ditempati oleh  Denmark, India dan Indonesia, jadwal pertandingan pertandingan pertama grup ini terlebih dulu bertanding antara Denmark melawan India pada 22 Mei 2017.  Dengan demikian Indonesia bisa lebih awal mengamati kekuatan mereka terutama India yang akan dihadapi Indonesia pada jadwal pertandingan perdananya.

Pertandingan melawan India ini sangat menentukan peluang Indonesia lolos ke babak berikutnya. Kemenangan melawan India akan meringankan beban ketika pada pertandingan terakhir harus berhadapan dengan Denmark.

Indonesia seperti dikemukan Susi Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI juga sekaligus sebagai manajer Indonesia di Piala Sudirman 2017, akan mengandalkan nomor-nomor ganda baik putra, putri maupun ganda campuran. Memang hanya pada nomor ganda tersebut yang diandalkan menjadi kekuatan Tim Piala Sudirman Indonesia sedangkan pada nomor tunggal baik putra maupun putri dianggap belum bisa diharapkan untuk mendulang poin.

Dalam tulisan ini akan diulas bagaimana kekuatan tunggal putri Indonesia untuk mengambil poin pada saat mereka bertanding melawan India. Apakah tunggal putri kita mampu menyumbangkan angka bagi Tim Piala Sudirman? Mari kita simak  bersama data dan fakta yang ada.

Mampukan Tunggal Putri Meraih Angka.

Fitriani adalah tunggal putri kita yang memiliki peringkat dunia Badminton World Federation (BWF 23) tertinggi dibandingkan dengan tunggal putri lainnya yaitu Dinar Dyah Ayustine (40) dan Gregoria Mariska (82). Fitriani juga mengungguli head to head dengan Dinar dan Gregoria. Mereka belum pernah menang melawan Fitriani dalam berbagai pertemuan di turnamen BWF.  Sedangkan Gregoria unggul dari Dinar.

Dari segi usia Fitriani (Lahir 27 Desember 1998) lebih muda 4 tahun dari Dinar (Lahir 18 Oktober 1994) namun prestasinya lebih baik dibandingkan Dinar. Sedangkan Gregoria Mariska lebih muda 5 tahun (Lahir 11 Agustus 1999) dibandingkan Dinar.

Fitriani sudah bertanding sebanyak 130 kali  dengan 81 kemenangan dan 49 kekalahan. Dinar bertanding 129 kali, 71 menang dan 57 kalah sedangkan Gregoria 131 bertanding, 89 menang dan 32 kalah. Melihat data statistic dari BWF tersebut persentase kemenangan terbaik justru dimiliki oleh Gregoria yaitu sebesar 67,94% (89/131), disusul Fitriani sebesar 62,30 (81/130) dan Dinar 55,03% (71/129).   

Sekarang mari kita lihat catatan pertemuan pebulutangkis putri kita dengan India. Pusarla V Sindhu dan Saina Nehwal adalah dua tunggal andalan India dalam kejuaraan ini. Mereka berada pada peringkat 10 besar dunia. Pusarla peringkat BWF 4, peraih perak Olimpiade Rio Brazil 2016  sedangkan Saina ada di peringkat BWF 9. Sejarah pertemuan tunggal putri kita dengan mereka memang tidak menggembirakan.

Fitriani belum pernah menang melawan Pusarla Sindhu dari dua kali pertemuan mereka. Pada Singapore Open 2017, Fitriani kalah 21-19, 17-21 dan 8-21. Demikian pula saat bertemu di Syed Modi International Badminton Championships 2017, tunduk dengan 11-21 dan 19-21.

Pertemuan Fitriani dan Saina Nehwal sudah tiga kali dan selalu dimenangkan oleh putri India tersebut. Tahun 2016 di BCA Indonesia Open Fitri menyerah dengan 11-21, 10-21 dan juga kalah pada Kejuaraan Badminton Asia Championships dengan skor 16-21,  17-21. Terakhir Fitri menyerah di Victor Far East  Malaysia Masters 2017 juga dengan 2 set 15-21 dan 14-21.  

Dinar dan Gregoria memiliki catatan pertemuan masing-masing dengan Pusarla Sindhu.  Mereka belum pernah bertemu dengan Saina Nehwal. 

Dinar sudah dua kali bertemu pada tahun 2017 ini dengan Pusarla yaitu di Badminton Asia Championships dan Yonex All England Open. Keduanya menyerah masing-masing  8-21, 18-21 dan 12-21,  4-21.

Gregoria Mariska juga belum pernah menang dalam dua kali pertemuan dengan Pusarla.  Pada Yonex Sunrise Indonesia Masters 2015 lalu kalah dengan rubber set 16-21, 21-19 dan 12-21. Tahun 2017 ini juga menyerah di turnamen Syed Mohdi International Badminton Championships dengan 13-21 dan 14-21.

Menyimak catatan di atas maka muncul pertanyaan, mampukah tunggal putri kita meraih angka? Sebuah pertanyaan yang sebenarnya jawabannya sudah ada.

Ya sektor tunggal putri ini tidak ditargetkan meraih angka. Manager Tim Piala Sudirman 2017, Susy Susanti juga mengakui mengenai hal ini. Namun Susy yakin pebulutangkis tunggal putri kita tidak akan menyerah begitu saja.

Fitriani atau Gregoria Mariska yang mungkin bisa dipertimbangkan untuk bermain sebagai tunggal putri saat melawan India. Walaupun keduanya memiliki catatan pertemuan yang tidak begitu menggembirakan melawan Pusarla dan Saina namun Fitri dan Gregoria masih memiliki spirit bertanding yang masih bisa diharapkan. Selain itu, Fitriani dan Gregoria Mariska mempunyai pengalaman dalam Tim Piala Uber tahun yang lalu, juga merupakan modal berharga untuk bermain fokus dan all out.

Namun bagaimanapun tidak cukup hanya dengan modal semangat tanding  yang ngotot pantang menyerah sampai titik darah penghabisan, jika tidak didukung dengan stamina yang prima maka seluruh kemampuan teknik dan strategi bermain akan buyar.

Fisik dan mental harus siap. Inilah saatnya tunggal putri kita membalas atas kekalahan mereka melawan Pusarla dan Saina. Asisten Pelatih Putri Minati Timur,  pasti sudah banyak berbuat sesuatu mempersiapkan mereka. Jangan lupa di sektor tunggal putri ini ada Susy Susanti yang ikut dalam Tim Piala Sudirman sebagai Manager. Faktor Susy Susanti akan menambah rasa percaya diri pemain tunggal putri kita. Tidak ada kata lain selain kalahkan India sehingga tunggal putri berhasil meraih angka.

Selamat bertanding Tim Piala Sudirman 2017. Bravo Bulutangkis Indonesia.

#hensa2017