Hengky Dwi Cahyo
Hengky Dwi Cahyo CEO Hens Mercedes Automotive Services

CEO Hens Automotive Services - Bengkel Spesialis Electronic & Engine Mercedes Benz

Selanjutnya

Tutup

Keamanan

Payung Teduh Bulan Ramadan dalam Gulungan Badai Teror

16 Mei 2018   15:21 Diperbarui: 16 Mei 2018   15:43 238 0 0

Alhamdulillah tahun ini kita semua umat islam di kolong langit kembali bisa merasakan nikmatnya bulan Ramadhan yang diharap mampu membawa kesejukan setelah selama 11 bulan berjibaku dengan rutinitas yang kadang berisi senang, sedih, kesal benci dan caci maki.

Malam ini di tahun 2018 insyaallah akan dibuka gala premier sholat tarawih yang diselenggarakan disetiap masjid dari ujung bumi ke ujung bumi bagian yang lain. Bahkan bukan hanya umat Islam yang akan khusuk bermunajat mengharap pengampunan dan rahmat bulan Ramadhan namun hampir semua mahluknya pasti akan terus mengagungkan kebesaran-Nya.

Marhaban ya Ramadhan imanan wa ihtisaban ("Selamat datang bulan penuh rahmat, barokah dan ampunan kami akan sambut dengan keimanan dan semoga semua semua amalan selama Ramadhan berbuah pahala"). Begitu mulia bulan Ramadhan sehingga selalu dinanti-nantikan oleh umat Islam kecuali para penghobi terror karena menjelang bulan Ramadhan bukannya berbahagia karena masih diberi hak hidup hingga Ramadhan berikutnya tetapi malah disia-siakan dengan aksi bom bunuh diri padahal menurut sebagian kisah yang pernah saya dengar dan pelajari bahkan yang sudah meninggal dunia ingin sekali merasakan nikmatnya bulan Ramadhan di dunia fana ini namun ada sebagian malah berkeinginan untuk cepat mati, ya mungkin bisa saja karena merasa modalnya sudah lebih dari cukup.

Terlebih soal mati itu memang sudah hak mutlak milik Alloh sebagai dzat yang maha pencipta, maha kuasa & maha segala-galanya sedangkan manusia hanya mahluknya yang selalu terikat mutlak & absolut dengan term & condition yang telah  ditentukan oleh sang Khaliq yaitu pada saat usia 4 bulan dan untuk pertama kali ruh yang sangat suci ditiupkan ke badan kasar yang kala itu masih berbentuk janin itupun masih tersimpan dalam Rahim seorang ibu. 

Maka saya menulis bukan untuk menyalahkan atau membenarkan tindakan terror kalau mengacu kata-kata yang sudah saya tulis di paragraph sebelumnya sebab menyalahkan atau membenarkan sangat dibutuh ilmu yang mumpuni dalam hal kehidupan & agama yang sejauh ini belu, saya miliki hanya saja saya tergerak menulis karena sayang kalau menyia-yiakan hidup dengan menjadi penghobi terror yang dilakukan dinegara damai bukan dalam kondisi konflik apalagi tertekan sebab korbannya bukan hanya target tapi juga mungkin sesama orang Islam jikalau ada muslim yang terbunuh maka hukuman dari Alloh SWT sangat berat sesuai pesan Alloh SWT lewat Surat An Nisa ayat 93 sangat jelas yaitu "Dan barang siapa yang membunuh seorang mu'min dengan sengaja maka balasannya ialah Jahanam, ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan melaknatinya serta menyediakan azab yang besar baginya.". Bahkan Rosul sendiri sudah mencontohkan bahwa haram membunuh sesama muslim tak kala wahsyi ahli melempar tombak yang telah membunuh paman Rosululloh Hamzah bin Abdul Muthalib karena saat itu wahsyi telah memeluk islam dan menjadi seorang muslim.

Kembali ke topik. Ingat bulan Ramadhan tinggal menghitung jam mari kita sambut dengan bahagia karena sekali lagi kita dipanjangkan umur dan diberikan kesempatan untuk membersihkan dosa-dosa yang telah diperbuat dimasa yang telah lalu. Hentikan kekerasan yang tidak ada manfaatnya karena payung pelindung dan penyejuk dikala hujan dan panas telah datang, payung penyejuk itu adalah bulan Ramadhan jangan mengumbar panas membara dan menanam badai disaat payung itu sedang berkembang karena itu akan merusak keindahan sang payung. 

Mari jadikan spirit Ramadhan sebagai bekal hidup yeng selalu lebih baik dan baik lagi dimasa mendatang. Jangan jadikan anak-anak yang punya kesempatan karena hidup dinegara damai menjadi yatim piatu hanya karena keinginan jihad dijalan Alloh dan dengan pede merasa pasti masuk syurga "mungkin ini yang melatar belakangi para orang tua penghobi terror mengajak anak-anaknya karena takut jadi yatim piatu" jangan pula menjadikan keluguan anak-anak yang belum tentu memahami tentang jihad sebagai objek yang mudah dijadikan sebagai alat hanya karena pemahaman yang extrem orangtuannya tentang agama.

Semoga Ramadhan ini menjadi payung pelindung untuk bangsa Indonesia agar bisa kembali tenang & damai dan semoga cahaya Ramadhan juga mampu menjadi circuit breaker untuk para elit politik yang gemar menghasut dan mementingkan ego kelompoknya bisa sehingga suasana tidak kondusif menjadi tenang.

Akhirukalam For Moslem Universe -- Saya Ucapkan Selamat menunaikan ibadah Puasa...