Mohon tunggu...
hendra setiawan
hendra setiawan Mohon Tunggu... Freelancer - Pembelajar Kehidupan. Penyuka Keindahan (Alam dan Ciptaan).

Merekam keindahan untuk kenangan. Menuliskan harapan buat warisan. Membingkai peristiwa untuk menemukan makna. VERBA VOLANT, SCRIPTA MANENT.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Masih Gamang dengan Whatsapp

26 Januari 2021   16:10 Diperbarui: 26 Januari 2021   16:18 146
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: pixabay.com

Gegara pemberitahuanmu pada pengguna setiamu
Untuk menerima opsi persetujuan pembaruan
Atau menghapus seluruh data pengguna
Ada rasa was-was dan cemas menggelayut

Bimbang
Ragu
Takut

Pikir-pikir
Mau lanjut terus
Atau pindah ke lain hati

Baru juga memasuki tahun yang baru
Pemberitahuan itu kuterima hingga kali ketiga
"Nanti", itu tombol yang kutekan
Karena aku masih belum terlalu yakin dan jelas
Ada apa ini?
Maksud sebenarnya apa di balik pemberitahuan yang memaksa ini

Bukan masalah untuk berpaling hati
Pada aplikasi lain yang sejenis itu
Tapi kalau lawan komunikasi
Cuma segelintir saja yang ikut pergi
Tak efektif juga bila mau ber-idealisme

Terus mau berkomunikasi dengan siapa?
Sementara anggota grup yang lain cuma bisa pasrah dan mengikut saja
"Gaptek*, manut** saja"
Itu kata-kata yang muncul sambung-menyambung

Sementara yang lainnya yang lebih paham
Memberikan alternatif pilhan telegram dan signal
Entah juga mana yang lebih difavoritkan pindah massal dari grup besar WhatsApp

Memang, data privasi itu penting
Jangan sampai jatuh pada tangan yang salah
Berbahaya jika dilakukan untuk tindak kejahatan

Sementara ini, biarlah aku akan setia
Karena berkatmu aku bisa berkarya
Memudahkanku dalam membuat cerita
Entah itu mengetik secara manual
Atau memanfaatkan voice to text

Kau menjadikan aplikasi ini
Sebagai kantor yang tidak terbatas
Di manapun dan kapanpun
Bisa menjadikan alat bantu

Entah, akan kutunggu perkembangan informasi nanti
Kalaupun tiba saatnya
Ketika edukasi sudah merata
Barulah kuputuskan pada akhirnya

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun