Mohon tunggu...
H.Asrul Hoesein
H.Asrul Hoesein Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pemerhati dan Pengamat Regulasi Persampahan | Terus Menyumbang Pemikiran yang Sedikit u/ Tata Kelola Sampah di Indonesia | Green Indonesia Foundation | Jakarta http://asrulhoesein.blogspot.co.id Mobile: +628119772131 WA: +6281287783331

Pemerhati dan Pengamat Regulasi Persampahan | Terus Menyumbang Pemikiran yang sedikit u/ Tata Kelola Sampah di Indonesia | Green Indonesia Foundation | Founder PKPS di Indonesia | Founder Firma AH dan Partner | Jakarta | Pendiri Yayasan Kelola Sampah Indonesia - YAKSINDO | Surabaya. http://asrulhoesein.blogspot.co.id Mobile: +628119772131 WA: +6281287783331

Selanjutnya

Tutup

New World Pilihan

Liz Truss, Tolak Saja Joe Biden Hadir di Pemakaman Ratu Elizabeth II

14 September 2022   11:01 Diperbarui: 14 September 2022   11:08 757
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Pemakaman Ratu Elizabeth II dengan sandi Operasi Jembatan London melewati prosesi 10 hari, sebelum pemakaman kenegaraan di Kapel Westminster Abbey, London, 19 September 2022"

Perdana Menteri (PM) Inggris yang baru saja menjabat Liz Truss, sangat sibuk mempersiapkan kedatangan para Kepala Negara yang akan hadir dari berbagai negara, dalam rangka pemakaman Ratu Elizabeth II di Inggris.

Upacara pemakaman kerajaan bagi Ratu Elizabeth II direncanakan berlangsung pada 19 September 2022 di Kapel Westminster Abbey, London.

Sebelumnya, Ratu Elizabeth II akan disemayamkan di Kastil Windsor bersama makam Raja George III, IV, V, dan VI.

Beberapa Kepala Negara sudah memberi konfirmasi akan menghadiri pemakaman Ratu Elizabeth II, namun pihak Inggris meminta tidak membawa delegasi yang besar, cukup dengan istri/suami saja.

Tapi paling repot PM Inggris Liz Truss dan bisa jadi stres menghadapi rencana kedatangan Presiden Amerika Joe Biden, karena mau memakai protokolernya sendiri selama di Inggris.

Sementara Inggris membuat aturan tersendiri dalam menyambut kedatangan tamu Kepala Negara untuk memudahkan pengaturan dan terlebih menghindari macet.

Nah ini akan membuat lalu lintas di Inggris akan macet. Bila Presiden Amerika Serikat Joe Biden memakai protokoler tersendiri di negara lain dengan aturan yang berbeda. 

Memang Amerika Serikat punya kebijakan sendiri dalam mengatur perjalanan presidennya. Tentu demi keamanan, Amerika Serikat kurang percaya pengamanan pihak negara lain.

Sampai sekarang Inggris belum memberi persetujuan syarat protokoler tersebut, belum diputuskan oleh PM Inggris, Liz Truss. Apakah setuju permintaan Amerika Serikat atau tidaknya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten New World Selengkapnya
Lihat New World Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun