Mohon tunggu...
Hasan Umar
Hasan Umar Mohon Tunggu... *Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA)*

*Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA)*

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Diskriminasi yang Berada di Lingkungan Masyarakat

31 Oktober 2020   00:06 Diperbarui: 31 Oktober 2020   00:12 126 0 0 Mohon Tunggu...

Diskriminasi merujuk kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, di mana layanan ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut. Diskriminasi merupakan suatu kejadian yang biasa dijumpai dalam kehidupan Masyarakat, ini disebabkan karena kecenderungan sikap manusia yang lebih suka membeda-bedakan yang lain.

Diskriminasi sosial sering terjadi dikalangan masyarakat Indonesia, maupun dilakukan sengaja atau tidak sengaja. Contoh diskriminasi sosial yang terjadi dikalangan masyarakat yaitu  diskriminasi ras, diskriminasi agama, dan diskriminasi gender. Pada penelitian kali ini berfokus kepada diskriminasi ras.  Dikriminasi ras sering sekali terjadi dikalangan masyarakat yang biasa kita sebut adalah rasisme. banyak sekali kasus rasime yang tejadi dimasyarakat contoh seperti kejadian yang menimpa mahasiswa papua disurabaya insiden yang terjadi pada tanggal 16 agustus 2019 diasrama mahasiswa papua disurabaya telah menimbulkan aksi demonstrasi diberbagai tempat ditanah air. Insiden diawali dengan tuduhan ormas Surabaya bahwa mahasiswa papua tidak mau mengibarkan bendera merah putih. 

Umumnya diskriminasi terjadi karena perbedaan yang mendasar, misalnya, perbedaan agama, seseorang akan dikucilkan atau di diskriminasi karna hanya dia berbeda agama dengan apa yang di anut oleh mayoritas di tempat mereka tinggal.

Pada dasarnya yang melakukan diskriminasi adalah orang yang merasa bahwa hanya mereka yang paling benar dan baik. Dan menggangap orang lain yang berbeda keyakinan dengan mereka adalah salah dan dianggap sebagai orang lain yang harus disingkirkan.

Akhir-akhir ini di Indonesia sering muncul konflik antar ras dan etnis yang diikuti dengan pelecehan, perusakan, pembakaran, perkelahian, pemerkosaan dan pembunuhan. Konflik tersebut muncul karena adanya ketidakseimbangan hubungan yang ada dalam masyarakat, baik dalam hubungan sosial, ekonomi, maupun dalam hubungan kekuasaan. Ciri budaya gotong royong yang telah dimiliki masyarakat Indonesia dan adanya perilaku musyawarah/mufakat, bukanlah jaminan untuk tidak terjadinya konflik, terutama dengan adanya tindakan diskriminasi ras dan etnis.Kerusuhan rasial yang pernah terjadi menunjukkan bahwa di Indonesia sebagian warga negara masih terdapat adanya diskriminasi atas dasar ras dan etnis, misalnya, diskriminasi dalam dunia kerja atau dalam kehidupan sosial ekonomi. Kondisi itu dapat menghambat pembangunan nasional yang sedang berlangsung. Hal itu juga mengganggu hubungan kekeluargaan, persaudaraan, persahabatan, perdamaian dan keamanan di dalam suatu negara serta menghambat hubungan persahabatan antarbangsa.

Indonesia sebagai anggota Perserikatan Bangsa Bangsa telah meratifikasi Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial, yang disetujui oleh Perserikatan Bangsa Bangsa melalui Resolusi Majelis Umum PBB 2106 A (XX) tanggal 21 Desember 1965 dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1999 tentang Pengesahan International Convention on The Elimination of All Forms of Racial Discrimination 1965 (Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial, 1965). Selain meratifikasi, Indonesia juga mempunyai Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia

Didalam pancasila terkandung nilai nilai yang mengajarkan untuk saling menghargai perbedaan dalam kategori apapun didalam pancasila juga diajarkan untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap sesama manusia. Tetapi kasus seperti diskriminasi masih saja menjadi masalah utama yang dapat mengancam masa depan bangsa terutama dalam persatuan kesatuan 

Sejarah telah membuktikan bahwa Panasila tetap mempersatukan bangsa dan tidak

tergantikan. Pancasila sungguh-sungguh mampu menjadi ideologi negara dan sumber seluruh

tata  tertib  hukum  administrasi,  dan  kebudayaan.  Nilai-nilai  yang  tercantum  di  dalam

Pancasila adalah nilai-nilai  fundamental  kehidupan sosial  dan politik yang sehat,  misalnya

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x