Mohon tunggu...
Hanan Wiyoko
Hanan Wiyoko Mohon Tunggu... Saya menulis maka saya ada

Suka membaca dan menulis, bergiat di literasi digital dan politik, tinggal di Purwokerto, Jawa Tengah

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Manajemen Diri, Mari Petakan Tujuan Hidup

13 Maret 2021   14:42 Diperbarui: 13 Maret 2021   16:33 259 4 0 Mohon Tunggu...

Seorang mahasiswa, terutama aktivis harus memiliki keterampilan memanajemen diri (self management). Tantangannya menyeimbangkan antara kuliah dan berorganisasi. Termasuk merencanakan langkah meraih cita-cita.

TUGAS mahasiswa adalah belajar dan meneliti. Namun peran mahasiswa andil sebagai agen perubahan (agen of change). Pada kasus-kasus tertentu, ada juga yang mengambil peran 'nyambi kerja' karena tuntutan ekonomi. Sebagai mahasiswa bijak, keterampilan memenejemen diri diperlukan.

Tidak ada mahasiswa yang ingin gagal mencapai cita-citanya. Termasuk dengan Anda. Tentu ingin membahagiakan orangtua, mengembangkan diri dengan lulus menyandang gelar sarjana, dan menggapai cita-cita. Namun dalam perjalanan, banyak pilihan yang diambil. 

Dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan memenejemen diri. Mengatur waktu, membagi fokus dan menciptakan kegiatan. Saya menganalogikan, keris yang bagus adalah pilihan dari material pilihan, tempaan terus menerus, dan sentuhan empu handal. Begitu juga mahasiswa yang mau sukses, belajar dan berjejaring di organisasi. Kuncinya : bisa memenejemen diri.

Apa itu Manajemen Diri?

Manajemen diri adalah segenap kegiatan dan langkah mengatur dan mengelola diri sendiri sebaik-baiknya, sehingga mampu membawa kearah tercapainya tujuan hidup yang telah ditetapkan oleh individu yang bersangkutan. (Gie dalam Rinanda, 2006).

Bagi para mahasiswa, apa tujuan hidup yang ditetapkan / ingin dicapai? Harus dimulai dari sekarang, setelah lulus mau kemana ? mau kerja apa ? mau usaha apa? Tulis besar-besar di kamar kost, cita-cita yang ingin dicapai itu. Termasuk kapan mau selesai lulus ? kapan mau wisuda ?

Aspek Manajemen Diri

Kemampuan untuk memanejemen diri dari setiap individu berbeda-beda. Gampangnya ada yang sudah menetapkan tujuan hidup, ada yang sudah mulai merintis upaya menggapai tujuan tersebut. Yang repot adalah hingga hari ini belum menentukan arah tujuan hidup? Alhasil saat kuliah masih sering bolos, berorganisasi pun enggan. Maunya menikmati hidup dengan kesenangan-kesenangan semata.

Manajemen diri berkaitan dengan pola perilaku. Menurut Mahoney dan Thoresen (dalam Cormier, 1985) menyatakan prosedur pengelolaan diri (Self management) meningkatkan kemampuan individu untuk mengendalikan perilakunya. Dengan menetapkan tujuan hidup, maka tiap individu akan mengontrol perilaku keseharian. Bisa jadi seorang mahasiswa sibuk dengan aktivitas kuliah dan organisasi, namun dengan menetapkan tujuan hidup maka secara konsisten langkah aksi yang dilakukaan akan terarah.

Ketika saya kuliah, saya memiliki prinsip bahwa setiap inidvidu memiliki waktu yang sama yakni 24 jam. Tinggal bagaimana cara masing-masing individu menghabiskan 'jatah waktu' yang diberikan. Karena itu, saya memilih aktif berorganisasi dan kuliah. Termasuk membangun jejaring relasi di luar kampus. Alhamdulillah, hasilnya bisa dirasakan hingga hari ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN