Mohon tunggu...
Hana Marita Sofianti
Hana Marita Sofianti Mohon Tunggu... Guru - Praktisi Pendidikan Anak Usia Dini, Guru , Blogger, Ghost Writer, Founder MSFQ

Praktisi Pendidikan Anak Usia Dini , Guru, Blogger, Ghost Writer, Founder MSFQ

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Daring yang Berujung Maut dan 6 Tips Jitu untuk Menghindarinya

15 September 2020   22:22 Diperbarui: 15 September 2020   22:33 396
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"Fakta Baru, Ibu Bunuh Anak karena Susah Diajari Belajar Online" 

(Kompas.com/Senin, 14 September 2020)

Apa yang ada dalam benak pembaca yang budiman terkait judul berita di atas?

Mengerikan, iya benar. Sejak Pandemi Covid-19 menyerang seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia, sejak itu pula semua sektor baik itu perekonomian, pemerintahan, bahkan pendidikan juga terkena dampaknya.

Seperti diberitakan oleh kompas.com bahwa Seorang ibu tega menganiaya sekaligus membunuh buah hati tercintanya dengan sadis dikarenakan Daring ( belajar dalam jaringan).

Laporan tindak kekerasan terhadap anak semakin meningkat akhir-akhir ini. Tercatat 55% atau 3.928 kasus kekerasan anak sejak Januari 2020. (Kompas.com / Rabu, 22 Juli 2020).

Memang, sebagai guru PAUD saya sendiri mengalami dampak negatif dan positif ketika melaksanakan pembelajaran Daring atau PJJ tersebut.

Banyak sekali keluhan dari orang tua siswa/i yang merasa tertekan dan gampang marah terhadap anak-anaknya sendiri. (Iya, anak-anaknya sendiri).

Lalu di Tahun Ajaran baru 2020/2021 saya memutuskan untuk Luring (belajar di luar jaringan). Tapi dengan tetap memakai protokol kesehatan, itupun hanya memberikan arahan pembelajaran dan dilaksanakan dua kali dalam seminggu.

Saya memutuskan untuk tetap berkeliling kampung di 4 titik, dengan waktu yang berbeda. Agar membantu orang tua meringankan beban emosional mereka ketika mendampingi anaknya dengan memberikan pencerahan dan arahan/panduan ketika BDR.

Dikarenakan mayoritas tidak menggunakan hp android/aplikasi chat maka group chat sekolah hanya untuk menjelaskan tujuan pembelajaran dan jadwal keliling saja.

Akhirnya, saya membentuk 3 koordinator lapangan menjadi 3 titik lokasi Luring yang dalam pelaksanaannya sedikit bahkan banyak hambatan juga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun