Hana  Anisa
Hana Anisa

Mahasiswa yang sangat tertarik dengan teknologi dan dunia blogging

Selanjutnya

Tutup

Hiburan Pilihan

Keseruan Liburan Bersama Keluarga Besar di Tawangmangu

14 Maret 2018   14:22 Diperbarui: 14 Maret 2018   14:35 387 1 0
Keseruan Liburan Bersama Keluarga Besar di Tawangmangu
keluarga besar eyang Samsoe (dok. pribadi)

Tanggal merah jatuh pada hari Jumat, itu artinya long weekend. Yey, inilah hari yang kutunggu-tunggu. Bulan lalu, tepatnya tanggal 16 Februari menjadi hari libur nasional karena adanya perayaan tahun baru Imlek. Aku tidak merayakannya, tapi aku ikut bahagia karena bisa merasakan libur lebih lama.  Awalnya aku berfikir liburan ini akan diisi dengan kegiatan yang mainstream seperti ke mall, makan di tempat makan langganan keluarga atau sekedar nonton film. 

Dugaanku meleset setelah bulekku (panggilan tante dalam bahasa jawa) nge-chat aku dan menyuruhku segera ke rumah eyang. Beliau bilang kalau aku sudah ditunggu yang lain karena mau pergi jalan-jalan. Wah, aku langsung melesat ke rumah eyang tanpa pikir panjang. Berbekal tas ransel yang berisikan baju ganti aku diantar abang ojol ke sana. Selama perjalanan ke rumah eyang, pikiranku melayang - layang mencari sebuah jawaban "siapa yang menungguku?". 

Jarak rumahku ke rumah eyang cuman lima meni, jadi rasa penasaranku hanya sebentar saja. Sampai di rumah eyang, aku menemukan jawannya. Aku kaget banget karena yang menunggku adalah saudaraku dari Jakarta, Brebes dan Purwodadi yang biasanya  ke Solo hanya pas lebaran atau tahun baru. Liburan singkat ini mereka kompak pulang ke kampung halaman. So happy, karena aku sudah lama tidak bertemu mereka.  Berada di antara mereka saja sudah terasa kehangatan keluarga besarku ini. 

Begitu keluargaku kumpul, adik-adikku dari Jakarta nyletuk ingin liburan. Keinginan mereka langsung saja di amini oleh anggota keluarga yang lain. Jadilah Tawangmangu menjadi destinasi liburanku kali ini. Liburan yang mendadak tanpa perencanaan sebelumnya. Karena dadakan, mulailah seisi rumah heboh mempersiapkan segala sesuatunya. Inilah suasana kehangatan keluarga yang selalu kurindukan. 

Aku ingat betul, kami berangkat pada hari Jumat siang menggunakan dua mobil. Kami start dari kota Solo. Butuh waktu dua jam untuk sampai ke Tawangmangu. Perjalanan berjalan lancar, tapi mobilku tertinggal cukup jauh. Untunglah ada gadget, bulek kemudian menghubungi mbakku yang ada di mobil satunya. Kami terus berkomunikasi dan memutuskan untuk bertemu di daerah Karanganyar. Mobil yang aku tumpangi langsung ke lokasi pertemuan. 

Sekitar 25 menit kami baru bisa menemukan mereka. Siapa sangka rombongan pertama sedang asyik minum es dawet dan menyantap gorengan di pinggir jalan. Kami cuman bisa ngiler melihat mereka. Parahnya lagi mereka dengan muka sok asik menunjukkan gelas es dawet ke arah kami. Kesal sekali rasanya. 

dokpri
dokpri

Tak ada waktu untuk iri dengan rombongan satunya. Begitu kami bertemu, pakde-pakdeku yang menjadi sopir langsung tanjap gas. Perjalanan kami lanjutkan supaya sampai Tawangmangu tidak kesorean. Perjalanan ini tidak membosankan karena kami asyik karaokean walaupun suara kami fales, nggosip dan bersenda gurau. Kehangatan keluarga begitu terasa di dalam mobil. Jujur saja, liburan kali ini adalah liburan paling konyol. 

Bagaimana tidak? Sudah tau ini libur panjang malah ke Tawangmangu secara dadakan. Kalau libur panjang, mencari villa di Tawangmangu cukup sulit karena sudah penuh di booking para wisatawan. Benar saja, pakde budeku kebingungan mencari villa yang masih kosong. Beberapa kali bertanya berkali-kali kecewa.

 Bahkan saking hopeless-nya, pakde bilang kalau sampai enggak dapat villa, kita bakalan turun lagi ke Solo. Oh My God! Masa sudah jauh-jauh ke sini malah pulang, mana saat itu sudah sore lagi belum sempat menikmati alam Tawangmangu. Pencarian kami lanjutkan. Tidak ada kata menyerah, akhirnya kami dapat satu villa. Yey! Tidak jadi pulang ke Solo.


bagian dalam villa (dok.pribadi)
bagian dalam villa (dok.pribadi)

Villa yang kami sewa ini cukup besar dengan tiga kamar, dua kamar mandi, ruang tamu, dapurlengkap dengan perabotannya dan ruang tv. Villa di sini seperti rumah pada umumnya, tapi yang membuatku takjub adalah depan villa terbentang luas kebun strowberi dan bukit hijau yang begitu indah. Pemandangan yang tidak akan kutemui di Solo. Memandangnya saja membuat mataku segar dan pikiran kembali fresh. 

pemandangan depan villa (dok.pribadi)
pemandangan depan villa (dok.pribadi)

Begitu masuk villa, kami disambut dengan dinginnya udara. Semua sudut villa terasa dingin mulai dari pintu, lantai, seprai, sofa dan lain sebagainya.   Suasana dingin inilah yang membuat kami say no to mandi sore. Sampai villa kami langsung pembagian kamar, ganti baju tidur dan bersih-bersih muka. Berhubung sampai di villa pas maghrib, jadinya tidak ada agenda lain selain di dalam villa. Di malam yang dingin ini, para ibu sibuk memasak ala kadarnya dan bapak-bapak ngobrol di teras. 

Kalau anak-anak ngapain? Kami sibuk main kartu. Selalu saja kartu tidak pernah lupa karena inilah kebiasaan kami sejak kecil setiap kali kumpul. Tidak ada unsur perjudian, kami hanya bermain kartu untuk having fun saja. Permainan kami juga tidak pernah ganti yaitu 4-1, minuman dan kucingan. Bermain kartu menjadi salah satu sarana  wajib bagi kami untuk menghabiskan waktu bersama. 

main kartu (dok.rpibadi)
main kartu (dok.rpibadi)

main kartu (dok.pribadi)
main kartu (dok.pribadi)

maik kartu (dok.pribadi)
maik kartu (dok.pribadi)

Inilah kehangatan keluarga yang begitu terasa syahdunya. Selama berkumpul dilarang keras main gadget. Semua harus bermain, bersenda gurau, ngobrol dan sambil menyantap makanan-minuman yang ada. Melihat asyiknya kami bermain, yang tua juga tidak mau kalah. Mereka juga ikut main kartu secara terpisah. 

Kehangatan keluarga semakin terasa saat para orang tua tertawa terbahak-bahak karena ada yang kalah. Momen yang begitu langka bagi kami ini tidak akan pernah kulupakan. Keseruan malam ini membuat kami lupa waktu, hingga tak terasa sudah tengah malam, kami bergegas tidur.

Keesokan harinya, aku dan beberapa saudara jalan-jalan di sekitar villa. Sedangkan yang lainnya antre mandi dan menjaga villa sambil menunggu sate kelinci datang. Udara pagi yang segar membuat badan ini kembali fresh. Tidak jauh dari villa ternyata ada kampung halloween yang berisikan patung hantu. Sayangnya tempat itu sedang direnovasi, jadilah kami hanya mengbadikan momen di depannya saja.

kampung halloween (dok.pribadi)
kampung halloween (dok.pribadi)

kampung halloween (dok.pribadi)
kampung halloween (dok.pribadi)

Setelah puas bermain dengan para "hantu", kami segera kembali ke villa dan siap-siap pulang. Sebelum meninggalkan villa, kami sarapan dulu dengan menu khas Tawangmangu yaitu sate kelinci. Momen sarapan bersama keluarga besar inilah yang membuatku selalu merindukan suasana kehangatan keluarga besar eyang Samsoe. Sarapan selesai, kami langsung persiapan pulang. Sebelum itu, seperti biasa kami foto bersama dulu untuk menambah kenangan.

persiapan pulang (dok. pribadi)
persiapan pulang (dok. pribadi)

persiapan pulang (dok.pribadi)
persiapan pulang (dok.pribadi)

persiapan pulang (dok.pribadi)
persiapan pulang (dok.pribadi)

Keseruantravelling dadakan tidak berhenti sampai di sini saja. Perjalanan kami lanjutkan menuju ke Sarangan di daerah Magetan. Objek wisata yang kami tuju tentunya adalah telaga Sarangan yang begitu indah. Telaga yang dikelilingi oleh tumbuhan hijau yang segar dan bangunan-bangunan tinggi yang terlihat memukau. 

Di telaga ini konon katanya ada lubang jepang juga. Lubang bikinan jepang ini dibuat saat masa penjajahan yang difungsikan sebagai tempat persembunyian. Aku sudah sering ke sini jadi sangat hafal dengan kawasan wisata ini. Di telaga Sarangan, pengunjung akan dimanjakan dengan kuliner khas yaitu sate kelinci, buah-buah segar, berkelilling naik kuda, shopping oleh-oleh dan naik boat mengelilingi telaga. 

Naik boat inilah yang tidak pernah kuewatkan kalau ke sini. Harga satu boat sekali putaran Rp100.000 untuk empat orang. Saat itu sih, kami ditraktir pakdeku dari Purwodadi, jadi kami dibolehkan naik boat keliling 3x. Aha! Seru banget. Pengendara boat juga cepat akrab dengan kami. Dia tidak segan-segan mempercepat laju boat kami, sehingga airnya muncrat sampai ke muka kami. Basah-basah tidak masalah nanti juga kering sendiri pikirku.

naik boat
naik boat

naik boat (dok. pribadi)
naik boat (dok. pribadi)

Puas main air di telaga Sarangan dan keindahan alamnya, kami segera turun dari boat. Masih di kawasan ini, kami melanjutkan mengitari telaga Sarangan dengan jalan kaki. Sampai di suatu sisi telaga, entah di sisi mana, pakde-pakdeku mengeluh capek. Ya namanya juga sudah tua, jadi kami memutuskan untuk istirahat di pinggir telaga dan menyewa tikar. Mengistirahatkan badan sejenak sambil asyik melihat aksi boat berkeliling di depan kami. 

Ada kalanya pengemudi boat beratraksi, kami menyoraki mereka sebagai bentuk apresiasi karena sudah menghibur kami.  Selama istirahat, lagi -- lagi kami makan. Kali ini bukan sate kelinci, tapi makan bakso dan jagung. Emang dasar keluargaku semuanya hobi makan. Bahkan adik-adikku yang cowok satu manguk saja kurang. Wah, benar-benar beruntung sekali abang tukang bakso bertemu kami. Mungkin saja baksonya ludes kami makan. 

nongkrong di pinggir telaga sambil makan bakso dan jagung (dok.pribadi)
nongkrong di pinggir telaga sambil makan bakso dan jagung (dok.pribadi)

makan bakso (dok.pribadi)
makan bakso (dok.pribadi)

Manikmati bakso dan jagung sambil bersenda gurau menjadi penutup liburan kami bulan ini. Liburan di bulan kasih sayang katanya, tapi buatku setiap hari aku adalah hari kasih sayang bersama orang-orang tersayang. Thanks to my big family yang sudah membuat kehebohan liburan ini. 

Terima kasih karena kalian menyempatkan untuk pulang ke Solo walaupun hanya tiga hari. Benar kata orang-orang, bukan tentang tempatnya, tapi bersama siapa kita menghabiskan momen itulah yang lebih penting. Aku sering ke Tawangmangu, tapi terasa berbeda saat bersama mereka.

Semoga lain kali liburan keluarga besar kita lebih terencana, lebih lama dan tentunya lebih menyenangkan apalagi kalau liburan bisa full member. Sampai jumpa lagi di keseruan selanjutnya pakde, bude, bulek, mbak, mas dan adik-adikku. Perjalanan kembali ke Solo begitu sunyi karena kami kelelahan dan perut sudah kenyang. Jadilah kami langsung molor. Tak terasa sudah sampai Solo, kami langsung mandi dan beres-beres.