Mohon tunggu...
Muhammad Hamid Habibi
Muhammad Hamid Habibi Mohon Tunggu... Calon guru

Belajar lagi... Belajar mendengarkan, belajar memahami, belajar mengatur waktu, belajar belajar belajar... belum terlambat untuk belajar...

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Salah Satu Cara UMKM Bertahan di Tengah Corona

19 April 2020   05:48 Diperbarui: 19 April 2020   05:52 134 2 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Salah Satu Cara UMKM Bertahan di Tengah Corona
Salah satu UMKM di Malang yang tetap produksi (foto dari BAKSOSRITIKAH)

Pandemi Corona memang membuat perekonomian kita menurun, termasuk UMKM juga terkena dampaknya. Omzet menurun, sepi pembeli, harga bahan semakin mahal mungkin jadi salah satu penyebabnya. Hal inilah bisa menjadi bencana bagi UMKM terutama usaha kecil rumahan jika tidak segera mencari jalan keluar.

Sebagai daerah yang masuk zona merah, Malang menjadi kota sepi karena ditinggal sebagian besar warganya mudik. Pada waktu awal pandemi Corona, kampus dan sekolah diliburkan dan otomatis pelajar dan mahasiswa dari luar kota memilih mudik pulang ke rumahnya masing-masing. Padahal para mahasiswa inilah penggerak utama perekonomian di Malang karena daya beli mereka yang besar. Belum lagi penutupan tempat wisata dan pusat perbelanjaan, membuat perekonomian semakin lesu saja.

Berdasarkan yang saya amati, di Malang sendiri ada beberapa hal yang dilakukan pelaku UMKM dalam menghadapi pandemi Corona. UMKM yang saya maksudkan di sini adalah usaha yang khusus di bidang kuliner saja. Pertama, memilih menutup total produksi. Dengan pertimbangan turunnya daya beli dan harga bahan yang semakin tinggi atau susah didapatkan. Jika dipaksakan maka ditakutkan tidak kembali modal alias merugi.

Kedua, membuat promo yang menarik misalnya gratis ongkos kirim. Nah cara kedua ini yang sering saya jumpai di grup-grup kuliner di facebook. Mereka memberikan penawaran gratis ongkir bagi warga yang sedang menjalani program stay at home untuk pencegahan Corona. Memang dengan promo ini pengusaha harus bekerja lebih ekstra lagi, karena selain proses produksi mereka harus menambah tenaga untuk mengirim langsung ke rumah konsumen.

Sebenarnya cara kedua ini akan lebih mudah jika pelaku UMKM sudah menjalin kerjasama dengan ojek online. Melalui gofood maupun grabfood tentu membuat kita bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Tapi perlu diperhatikan bahwa di aplikasi ojek online ini ada persaingan yang sangat besar antara UMKM dengan pengusaha besar.

Untuk menarik konsumen biasanya resto besar memberikan promo gila-gilaan. Dimana pelaku UMKM akan sulit menandingi promo tersebut. Contoh promo makanan 50%, menu paket dengan diskon menarik, bahkan ada juga promo dobel dimana menu paket hemat yang masih bisa dipromo lagi 50%, tentu dengan syarat dan ketentuan berlaku. Belum lagi aplikasi ojek online yang menempatkan resto besar tadi di halaman utama atau urutan atas aplikasi mereka. Sedangkan UMKM biasanya ada di bagian bawah karena jarang memberikan promo menarik.

Tak heran di tengah pandemi ini banyak pelaku UMKM yang memberikan promo gratis ongkos kirim, dengan cara mengirim langsung ke konsumen. Tak tanggung-tanggung dalam hal jarak, mereka bisa menggratiskan pengiriman untuk wilayah Kota Malang dan sekitarnya. Memang lebih berat dan melelahkan, namun semua usaha pastilah akan membuahkan hasil. Tetap semangat kawan-kawan UMKM !

VIDEO PILIHAN