Muhammad Hamid Habibi
Muhammad Hamid Habibi pelajar/mahasiswa

Belajar lagi... Belajar mendengarkan, belajar memahami, belajar mengatur waktu, belajar belajar belajar... belum terlambat untuk belajar...

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis Pilihan

Dalam Sehari Empat Unggulan Rontok Bersama

3 Agustus 2018   23:33 Diperbarui: 4 Agustus 2018   00:33 428 2 1
Dalam Sehari Empat Unggulan Rontok Bersama
TTY unggulan pertama tunggal putri (foto dari juara.bolasport.com)

Mungkin hari ini termasuk hari yang sial bagi para unggulan pertama turnamen kejuaraan dunia bulu tangkis 2018. Mereka secara kompak dan mengejutkan kalah dari lawan-lawannya di babak perempat final. Empat dari lima unggulan pertama harus menelan pil pahit, mereka kalah sekaligus mengubur impian untuk menjadi juara dunia bulu tangkis di tahun 2018 ini.

Kekalahan perdana dialami oleh unggulan pertama ganda putri tuan rumah Chen/Jia. Mereka harus mengakui keunggulan pasangan unggulan kelima dari Indonesia yakni Greysia/Apriyani. Dengan skor yang unik dan pertandingan yang sengit unggulan pertama inj tumbang dengan skor kembar 21-23 dan 21-23 dalam kurun waktu 1 jam 8 menit. Dengan hasil ini, ganda putri terbaik yang dimiliki Indonesia berhak melaju ke babak semifinal.

Korban yang kedua menghampiri unggulan pertama di sektor tunggal putri. Pemain yang juga memegang peringkat satu dunia Tai Tzu Ying asal Taipei secara mengejutkan kalah dari Hei Bingjiao unggulan keenam dari perwakilan tuan rumah. TTY sebutan Tai Tzu Ying kalah melalui rubber game dengan skor 18-21, 21-7 dan 13-21 dalam kurun waktu 55 menit saja.

Unggulan pertama yang menjadi korban selanjutnya berasal dari Indonesia. Ya mereka adalah duo minion Marcus/Kevin. Secara mengejutkan Minion takhluk di tangan ganda putra Jepang Kamura/Sonoda yang menjadi unggulan kelima di turnamen ini. Minion kalah dalam dua game langsung dengan skor 19-21 dan 18-21. Dengan hasil ini maka habislah perwakilan ganda putra dari Indonesia.

Nasib sial juga dialami oleh Viktor Axelsen asal Denmark yang menjadi unggulan pertama di sektor tunggal putra. Pemain peringkat satu dunia ini dikalahkan pemain senior asal tuan rumah Chen Long yang menduduki unggulan kedelapan di kejuaraan dunia tahun ini. Chen Long berhasil menang dalam dua set langsung dengan skor 21-19 dan 21-11.

Dengan empat kekalahan yang dialami oleh para unggulan di masing-masing sektor ini membuktikan bahwa unggulan dan peringkat belum tentu selalu menang dan juara. Adakalanya para unggulan harus mengakui kehebatan pemain lainnya. 

Praktis hanya tinggal satu unggulan pertama yang tersisa di turnamen ini, yakni di sektor ganda campuran. Pasangan yang menggantikan Tontowi/Natsir di unggulan pertama yaitu Zheng/Huang dari China masih mulus menuju jalur juara. Pada pertandingan perempat final tadi, mereka berhasil mengalahkan ganda dari India dengan skor 21-17 dan 21-10.

Dari semua pemain yang mengalahkan pemain unggulan pertama, saya berharap Greysia/Rahayu terus mempertahankan trend positifnya dan bablas menjadi juara. Hal ini menjadi sangat penting karena merekalah satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di semifinal nanti. Mari kita dukung dan doakan mereka agar menang dan menjadi juara dunia, amiin...