Mohon tunggu...
Hamdani Lubis
Hamdani Lubis Mohon Tunggu... Staf pengajar di Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta

Minat di bidang Ekonomi Islam, agama dan filsafat.

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Pilihan

Tauhid Literasi

23 Oktober 2020   05:28 Diperbarui: 23 Oktober 2020   05:35 18 7 0 Mohon Tunggu...

Tauhid Literasi 

Membaca dan menulis merupakan fitrah manusia yang telah diperintahkan Allah Swt kepada mahluk-Nya. Salah bukti, isi perintah itu adalah diturunkannya kitab Al-Quran, zabur dan kitab yang lain  kepada umat manusia.

Nabi-nabi Allah adalah seorang kekasih Tuhan yang dberikan kewenangan dalam menafsirkan kitab Allah. Kitab-kitab Allah menjadi petunjuk sekaligus pegangan bagi umat islam untuk menjadikan referensi dalam menjalani kehidupan di dunia.

Banyak Pesan dalam Al-quran dan Hadist Nabi Saw yang menganjurkan kita untuk menulis dan membaca. Misalnya, Surat Al-Alaq (Perintah Membaca), surat Al-Baqarah  (kalimat Al-Qalam) yaitu perintah menulis dan masih banyak lagi hadist Nabi yang memberikan pesan kepada kita untuk menyebarkan kebaikan dengan menulis, member kabar baik kepada saudara sesame muslim.

Dalam sejarah peradaban manusia, Nabi Adam As, ketika berdialong dengan Allah Swt, sebenarnya sudah diperintahkan untuk membaca dan menulis. Allah Swt menunjukan kepada Nabi Adam As, jenis-jenis tumbuhan-tumbuhan, makanan dan jenis hewan yang bisa dimakan oleh anak keturunan Nabi Adam As.

Allah juga menunjukan tempat bermukim, seperti rumah dan air untuk kehidupan. Adam As mencatat dan menghafal ajaran yang disampaikan oleh Allah Swt sebagai ilmu pengetahuan yang kelak diajarkan kepada anak cucuk Adam As.

Proses pembelajaran itulah sejatinya telah dilakukan ketika Nabi Adam As kepada anak-anak Adam As.  Sebagai bapak manusia bukan serba kebetulan. Tetapi, ada proses pembelajaran (learning) antara Allah Swt dan Adam As.

Adam mencatat, menulis dan mengabarkan kepada isterinya Hawa, serta kedua anaknya qobil dan Habil. IKrimah dan qabilah. Kelak dari anak-anak Adam As inilah, manusia belajar menulis, membaca, komunikasi dan bertukar kabar gembira  tentang kehidupan manusia. penem

Pada Abad ke-4 yang disebut abad kosmologi. Dimana manysia telah mengenal tulisan dan mengenal jangka waktu. Kosmologi adalah perubahan peradaban manusia besa-besaran, terjadi perpindahan asal muasal alam semesta dan mulai muncul ilmu astronomi, filosofi dan agama.

Hal ini menunjukan betapa pentingnya menulis untuk kehidupan manusia dimasa mendatang. Menulis sejatinya bukan untuk dirinya, tetapi untuk masa depan generasi berikutnya. Phytagoras (Yunani 582-493) penemu ilmu matematika.

Sementara tokoh muslim Ibnu Sina (980-1037) adalah pertama kali penemu ilmu matematika dan ilmu kedokteran dari kalangan muslim. Ibnu Sina banyak mengambil ayat Al-quran sebagai inspirasi ilmu kedokteran untuk pronduksi obat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x