Hamdali Anton
Hamdali Anton English Teacher

Saya adalah seorang guru bahasa Inggris biasa di kota Samarinda, Kalimantan Timur. | Website : pintar-bahasa-inggris.com || fingerstyleguitar1.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Siapa Essam El-Hadary?

13 Juni 2018   21:41 Diperbarui: 13 Juni 2018   22:15 676 1 0
Siapa Essam El-Hadary?
Ilustrasi : aawsat.com

Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo?

Selalu dua nama ini yang menjadi perbincangan hangat para penggila bola.

Mereka menebak-nebak, siapa diantara kedua bintang ini yang akan 'meroket' di Piala Dunia 2018 atau mungkin malah 'terjun bebas' ke dasar bumi yang paling dalam.

Begitu juga dengan Mohamed Salah. Siapa yang tidak kenal dengan pemain Liverpool yang satu ini?

Mengorbitkan Liverpool di kancah liga Inggris dan terutama Liga Champions Eropa, yang sayangnya menjadi anti klimaks bagi Salah, karena dia mendapat cedera dari aksi 'judo' Sergio Ramos dari Real Madrid, dan berakhir pula mimpi happy ending Liverpool untuk merengkuh si 'Kuping Lebar' setelah lama nirgelar di kancah Eropa.

Karena Salah, Mesir pun diprediksikan akan menjadi kuda hitam yang bisa merangsek dan membuat kejutan. Keberhasilan Mesir memasuki perhelatan Piala Dunia sering dikaitkan oleh karena jasa seorang Salah.

Apakah betul seperti itu?

Tentu saja, keliru kalau menilai keberhasilan suatu tim sepak bola hanya dikarenakan satu orang, karena sepakbola berbicara tentang kolektivitas, kerja tim dari sebelas orang, bersama dengan taktik dan strategi yang diramu oleh jajaran staf pelatih, bukan karena individual belaka.

Begitu juga dengan Mesir.

Mesir bisa tampil di gelaran Piala Dunia 2018 dikarenakan tim yang mumpuni, dan salah satu tokoh yang tidak bisa dikesampingkan yaitu sosok yang berada di bawah mistar gawang.

Siapa Essam El-Hadary?

Essam El Hadary memang bukan kiper top seperti Gianluigi Buffon, David de Gea, Thibaut Courtois atau yang lainnya.

Dia sudah mencicipi nikmatnya memainkan si kulit bundar sejak tahun 1993 di usia 20 tahun, usia yang masih dikategorikan 'bau kencur' kalau membandingkan dengan pemain-pemain pro lainnya pada masa itu.

Memulai karir profesional di klub Damietta, Mesir, El-Hadary melanjutkan karir ke klub yang lebih besar yaitu Al-Ahly di tahun 1996. Di Al-Ahly, selama dua belas tahun (1996 - 2008), El-Hadary membantu klubnya memenangi banyak kompetisi, seperti delapan kali juara liga Mesir, empat kali juara Piala Mesir, empat kali juara Piala Super Mesir, empat kali juara Liga Champions Konfederasi Sepakbola Afrika, tiga kali juara Piala Super Konfederasi Sepakbola Afrika, satu kali juara Liga Champions Klub-Klub Arab, dan dua kali juara Piala Super Arab.

Untuk negara, El-Hadary memulai karir sebagai pemain timnas Mesir di tahun 1996.

Setelah duabelas tahun di Al-Ahly, El-Hadary pun berpindah klub beberapa kali, sebelum akhirnya berlabuh di Al-Tawooun FC, salah satu klub sepakbola di Arab Saudi pada tahun 2017 sampai sekarang.

Peran El-Hadary di Timnas Mesir

Tentu saja, menjaga gawang tidaklah mudah, dan sebagai kiper, El-Hadary tidak mungkin bisa bertahan selama 22 tahun sampai sekarang dan tetap dalam intensitas tinggi, jika hanya sekedar ambisi semata.

Malahan, pemain yang berusia 45 tahun ini, yang kemungkinan akan menjadi pemain tertua sepanjang sejarah Piala Dunia, menjabat sebagai kapten. Tentu saja, jabatan ini bukan sembarangan diberikan oleh pelatih Hector Cuper.

Cuper pasti berpikir, selain karena pengalaman El-Hadary yang sudah lama malang melintang di timnas, juga supaya menginspirasi para pemain Mesir untuk tetap semangat berjuang dan bangga membela nama negara di kancah sepakbola dunia.

"El-Hadary mempunyai kepribadian yang unik, dimana dia dapat berkompetisi di usianya dengan penjaga gawang-penjaga gawang muda. Dia pasti seorang pemain yang unik," kata Cuper pada CBC TV channel.

El-Hadary, selain usianya yang mungkin akan memecahkan rekor sebagai pemain Piala Dunia Tertua sepanjang sejarah, juga menunjukkan karakter yang bisa menjadi contoh untuk pemain-pemain Mesir, dan juga untuk pemain-pemain muda atau yang sudah senior sekalipun.

"Saya sangat senang bisa bermain di Piala Dunia. Ini menjadi pesan bagi pemain lain bahwa anda harus percaya dengan mimpi anda dan berjuang untuk menjadikan itu nyata."

"Umur saya 45 tahun, tapi bagi saya, itu hanya angka di atas kertas."

"Saya latihan keras setiap hari. Saya tidak tahu arti kata 'tidak mungkin'. Saya akan terus berjuang hingga Piala Dunia agar memiliki kesempatan untuk bermain, dan memberikan pertahanan yang terbaik bagi Timnas Mesir."
HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3