Mohon tunggu...
Hadi Santoso
Hadi Santoso Mohon Tunggu... Tukang Nulis

Pemungut kisah dari lapangan. Pencerita. Pewawancara. Pernah sewindu bekerja di "pabrik koran". The Headliners Kompasianival 2019. Nominee 'Best in Specific Interest' Kompasianival 2018. Saya bisa dihubungi di email : omahdarjo@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Corona, Di Rumah Saja, dan Stok Darah Menipis di UTD PMI

28 Maret 2020   16:57 Diperbarui: 30 Maret 2020   14:16 24 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Corona, Di Rumah Saja, dan Stok Darah Menipis di UTD PMI
Karena wabah corona, jumlah pendonor darah menjadi turun dari biasanya. Imbasnya, stok darah di beberapa UTD PMI menjadi menipis/Foto: Galamedianews

Seharian kemarin, ruang di media sosial saya--utamanya Facebook-- dipenuhi dengan postingan ajakan memasang foto kegiatan yang positif. Ada banyak kawan yang memunggah postingan tersebut. 

Foto kegiatan positif yang dimaksud, dalam artian jauh dari kabar bohong, hoaks, juga kabar yang bisa memicu kepanikan dan kekhawatiran.

Bunyi postingannya begini:

"Tantangan Diterima. 

Saya bertanya kepada orang-orang yang pecinta.....untuk ikut tantangan memposting foto.... Hanya satu gambar. Tidak ada keterangan Tujuannya adalah membanjiri FB dengan foto-foto positif daripada negatif. Salin teks ke status Anda, posting foto..., dan lihat beberapa gambar cantik. Hari yang luar biasa!".

Ajakan itu bak seperti pantun yang berbalas. Bersahutan. Diposting banyak pengguna FB. Barisan titik-titik dalam kalimat tersebut diisi dengan kegiatannya masing-masing.

Semisal ada yang memposting foto jogging, nggowes, memancing, menyelam, olahraga motor, membaca buku, keluyuran alias travelling, hingga foto rebahan alias berdiam di rumah.

Nah, salah satu foto yang menggugah perhatian saya adalah unggahan foto tentang ajakan donor darah. Dari seorang kawan yang senang mendonorkan darahnya. Menurut saya itu sungguh keren.

"Stok kantong darah di hampir semua UTD PMI kini menipis. Yuuk donor yuk," ujar kawan tersebut.

Sebenarnya, semua foto yang diposting kawan-kawan tersebut keren-keren. Bagi saya, jauh lebih menyenangkan membaca postingan mereka daripada membaca kabar update wabah coronavirus disease (covid-19) yang semakin mengganas di beberapa daerah di Indonesia. Termasuk di wilayah Jawa Timur.

Bagi saya, update berita corona itu memang perlu agar kita paham situasi  yang terjadi sehingga lebih waspada. Tetapi kita juga butuh istirahat dari berita yang meresahkan karena dikhawatirkan akan menimbulkan stress. 

Saya rasa kita bisa memulainya dengan membuat informasi yang lebih positif seperti mengabarkan upaya penanganan, berapa banyak orang yang sembuh, dan informasi lain yang lebih menimbulkan optimisme. Termasuk tentang memposting foto tersebut.

Nah, dari semua foto itu, meski semuanya keren, tapi ajakan donor darah itulah yang saya anggap sebagai "pemenang". Sebab, donor darah tersebut erat kaitannya dengan situasi yang terjadi sekarang ini.

Jumlah pendonor darah menurun, stok darah di beberapa UTD PMI menipis

Sejak virus corona mulai mewabah, ternyata berdampak langsung pada ketersediaan stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI di beberapa kabupaten/kota. Stok darah kini mulai menipis.

Penyebabnya, jumlah pendonor darah menurun drastis dibanding sebelumnya. Permintaan donor darah kolektif hampir semua dibatalkan. Pasalnya, masyarakat kini khawatir bila berkumpul dalam satu tempat. Terlebih ada imbauan untuk berdiam di rumah dan tidak berkumpul dalam satu tempat.

Stok darah menipis itu juga terjadi di UTD PMI Sidoarjo. Pada awal pekan kemarin, stok darah untuk golongan darah A bahkan sempat dalam posisi kritis. Hanya cukup untuk dua hari. Padahal, stok yang aman seharusnya bisa untuk tujuh sampai sepuluh hari

Dikutip dari sidoarjonews.id, stok darah di UTD PMI Sidoarjo pada Senin (23/3/2020), untuk golongan darah A berjumlah 57 kantong, golongan darah B 189 kantong, dan golongan darah AB 64 kantong. Sedangkan untuk golongan darah O berjumlah 240 kantong.

Imbas donor darah kolektif yang dibatalkan, UTD PMI Sidoarjo saat ini hanya menerima 50 kantong darah dari pendonor. Padahal, kebutuhan darah per hari bisa mencapai 120 kantong.

Untuk itu, masyarakat yang selama ini rutin mendonorkan darahnya, diimbau untuk tetap 'menyumbangkan' darahnya bagi sesama yang membutuhkan.

Namun, tentunya tidak mudah untuk mengajak warga mendonorkan darahnya dalam situasi seperti sekarang. Sebab, keluar rumah kini menjadi mengkhawatirkan bagi banyak orang. Begitu juga ketika berkumpul dengan orang lain. Karenanya, dibutuhkan terobosan agar para pendonor tetap mau keluar rumah.

UTD PMI Sidoarjo juga tidak tinggal diam untuk menggenjot ketersediaan darah. Selain mengajak warga berdonor darah di kantor, mereka juga menyediakan bus donor yang ditempatkan di beberapa titik. Ada yang buka dari pagi hingga malam. Ada yang sedari siang hingga malam.

Adanya bus donor di tiga titik tersebut agar warga yang tempat tinggalnya kebetulan berdekatan dengan bus donor tersebut, bisa tergerak untuk berdonor darah. Sebab, mereka tidak perlu jauh ke luar rumah. Selain itu, PMI juga menyediakan 'hadiah' handsanitizer bagi warga yang berdonor.

Dari hasil penelusuran di kolom pencarian mesin pencari Google, ternyata bukan hanya UTD PMI Sidoarjo yang stok darahnya menipis gegara wabah corona. Di beberapa kota lain juga mengalami masalah serupa. Masalah yang membutuhkan  kepedulian dan juga keberanian untuk mengatasinya. 

Pada akhirnya, ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menolong sesama. Terlebih dalam situasi seperti sekarang. Dengan berbagi kepada sesama melalui donor darah, tentu kemanfaatannya besar.

Meski memang, untuk menolong sesama, jalannya tidak selalu mudah. Pun, untuk mendonorkan diri di tengah imbauan stay at home seperti sekarang, butuh tekad luar biasa. Tapi, bila memang sudah bertekad kuat untuk berbagi, jalannya akan dimudahkan. 

Satu lagi, petugas PMI pastinya sudah paham apa yang harus dilakukan ketika kita akan mendonorkan darah. Salam.  

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x