Mohon tunggu...
Gusti Padang Guche
Gusti Padang Guche Mohon Tunggu... Freelancer - Penulis

Melihat Peristiwa sederhana dengan cara pandang yang berbeda.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Pentigraf (Cerpen Tiga Paragraf)

20 November 2023   23:38 Diperbarui: 20 November 2023   23:43 155
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto: dari Dokumen Pribadi

IBU, AKU INGIN BERKISAH BERSAMA-MU

Bu... bagaimana kabarmu hari ini? Sedang apa dirimu di sana bu? Pastinya ibu bahagia di tempat yang baru. Aku merindukan dirimu bu, senyum, tawa, omelan, nasihat, masakan dan semua tentang dirimu, bu. Bu, aku sekarang sedang menjalankan tugas baru di tempat yang jauh dari rumah, jauh dari bapa, kakak, adik dan keluarga. Aku yakin ibu pasti sudah mengetahui tempat di mana aku bertugas. Bu, aku rindu untuk berbagi kisah-kisah yang aku alami di tempat tugasku saat ini, ingin berkisah tentang pertemuanku dengan orang-orang baru yang berbeda budaya dan kultur, ingin bercerita denganmu tentang makanan tradisional di tempat tugasku, ingin berkisah tentang perjalanan panjang yang aku lakukan tiap minggu untuk pelayanan, ingin berkisah tentang pengalamanku jatuh cinta pada seseorang dan ada banyak peristiwa yang ingin aku bagikan denganmu, Bu.

Bu, sudah setahun kepergianmu, aku belum bisa sepenuhnya hidup tanpa dirimu. Meskipun aku sudah dewasa tetapi aku tetaplah seorang anak dimatamu. Anak yang selalu membutuhkan perhatian, cinta, kasih dan sayangmu. Bu, tentunya dirimu masih ingat semua cita-cita besar anakmu ini yang sebagaian besarnya belum terwujudkan. Ada banyak rencana yang sampai saat ini masih sebatas pada rencana dan mungkin tidak bisa aku wujudkan, sebab aku lelah karena tanpa kehadiran dirimu, Bu. Bu saat dirimu masih ada disisiku, aku tidak pernah merasa ragu dan sendirian dalam perjalananku di dunia ini tetapi sejak dirimu pergi untuk selamanya aku merasa sendirian ditengah lautan kehidupan ini. Meskipun telah bertahun-tahun aku bergulat dalam bangku pendidikan belajar dan mendalami berbagai macam disiplin ilmu pengetahuan tetapi semuanya tidak bisa mengisi kekosongan dalam diriku sebab aku sungguh membutuhkan ibu untuk mendengarkan semua kisah yang aku alami.

Bu, aku menyadari bahwa setiap kali aku berkisah tentang pengalaman hidupku, ibu tidak pernah memberikan masukan dan solusi yang menurutku sangat berguna bagi diriku. Ibu hanya tersenyum sesekali tertawa kadang juga hanya mengatakan kata-kata yang sederhana "tidak apa-apa, jalani saja, semua sudah Tuhan persiapkan". Kalimat-kalimat sederhana yang seringkali ibu ucapkan selalu menguatkan aku dalam peziarahan hidupku. Tetapi sejak kepergianmu, aku menjadi rapuh, lemah dan tidak punya kekuatan untuk melanjutkan perjalananku. Namun aku percaya bahwa dalam doamu ibu namaku selalu disebut dan cintamu selalu menyertaiku meskipun dirimu sudah dalam keabadiaan bersama sang penciptamu. Bu, aku anakmu hari ini ingin berkisah denganmu.

Pematang Siantar, 8 November 2023

BAHAGIA-KU BERSAMA- MU

            "Seseorang yang tak pernah kusangka akan kutemui di kota Banda Aceh. Seseorang yang belum genap sebulan pun kukenal... tetapi rasanya kau tidak asing dalam hidupku. Beberapa kali aku menangis dihadapanmu saat menceritakan betapa sakitnya hidup yang kujalani. Dan satu hal yang harus kamu tahu bahwa aku sangat bersyukur karena sudah dipertemukan denganmu, Guche". Ini adalah sepenggal curahan isi hatimu yang kau tuangkan dalam tulisan dan kau kirimkan padaku jam 02:34 pagi. Aku terdiam sejenak, setelah membaca pesan whatsapp darimu, bukan karena aku kaget dengan semua yang kau katakan tetapi aku juga merasakan hal yang sama seperti yang kau alami. Sejak itu aku berjanji dalam pada diriku, meskipun ragaku tidak selalu ada bersamamu setiap saat tetapi aku akan selalu hadir dalam hidupmu dengan caraku yang paling sederhana yaitu selalu mengingatkan dirimu semua hal termaksud untuk tidak lupa berdoa dan selalu hati-hati.   

Hari ini aku memutuskan untuk mengirim pesan via whatsapp untukmu, bukan karena selama ini kita tidak saling kontak atau sedang mengalami persoalan dan konflik dalam hubungan kita tetapi aku mengirim pesan mengajak dirimu untuk menghabiskan malam, bercerita sambil menikmati kopi di kafe Kopi Tepi Kali, yang berada di Peunayong, kota Banda Aceh. Aku pun tidak mengharapkan banyak apakah dirimu mau menerima undanganku atau atau tidak sebab kau memiliki kesibukan sebagai seorang mahasiswa jurusan Teknik Geofisika di universitas Syah Kuala Banda Aceh. Bersyukur kau bahagia menerima undanganku untuk ngopi di kafe Kopi Tepi Kali tempat favorit bagi kita ngopi. Tepat jam 8 malam kita sudah menyusuri jalanan kota Banda Aceh dengan motor metic-mu menuju kafe. Malam itu kau cantik sekali dengan jaket jeansmu membuat aku kadang tidak konsentrasi saat mendengar ceritamu sebab aku lebih fokus pada senyum manismu.

Ada sesuatu yang menarik pada diri kita, kita berdua merasa ada banyak kecocokan dalam banyak hal salah satunya kita bisa menghbiskan waktu berjam-jam membicarakan banyak topik mulai dari yang paling pribadi tentang hubungan kita masing-masih dengan orang tua sampai membahas peristiwa-peristiwa yang terjadi di lingkungan kita tinggal saat ini. Tidak ada rasa ragu bagi kita untuk saling berbagi sebab kita saling percaya satu sama lain. Apapun persoalan yang kita hadapi dalam hidup dan tugas kita, kita selalu berusaha untuk saling menguatkan satu sama lain. Aku mempercayai dirimu sebagai rumah ternyaman bagiku demikianpun dirimu mempercayai aku sebagai rumah ternyaman bagi dirimu. Dan saat ini kita sungguh bahagia menjalani hari-hari hidup kita di kota Banda Aceh.

Banda Aceh 20 November 2023

 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun