Mohon tunggu...
Guıɖo Arısso
Guıɖo Arısso Mohon Tunggu... Insinyur - ᗰᗩᖇᕼᗩEᑎ

ᗰᗩᖇᕼᗩEᑎ

Selanjutnya

Tutup

Nature Pilihan

Menyelisik Keterkaitan Integral Antar Kita Manusia dengan Alam

26 Februari 2020   14:15 Diperbarui: 27 Februari 2020   23:47 383
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Hal ini tentunya berangkat dari kesadaran ekologis masyarakat, bahwa prinsipnya kita dengan alam saling keterganntungan. Masyarakat adat dan komunitas adat memiliki relasi historis dengan alam. Tentu demi kehidupan generasi selanjutnya.

Nenek moyang kami masyarakat Manggarai, sudah mewariskan pengajaran-pengajaran tradisional yang holistik dengan alam, sumber daya alam dan lingkungan tempat tinggal.

Masyarakat Manggarai juga telah menerapkan pola pembangunan berkelanjutan yang selaraws dengan alam berdasarkan paradigm relasi integral antar segenap ciptaan, pembangunan berkelanjutan, budaya sosial dan ekonomi masyarakat adat.

Merawat Pohon

Dalam kacamata saya sebagai petani cengkeh, tanaman cengkeh tidak selalu ditaksir dari pemikiran rupiah. Tidak juga melulu berkaitan dengan isi perut semata. Tapi lebih dari pada itu. Yakni bagaimana menjaga alam tetap hijau, asri dan berkontribusi bagi sumber daya oksigen di desa.

Ihwal  prolog diatas; "Jika engkau ingin pohon tetap berdiri, engkau seharusnya berdiri bersama pohon".  Sedini mengajak kita untuk memahami secara ekologis sebagai penopang keberlangsungan hidup segenap mahluk, maka dengan adanya pohon (hutan) menentukan hidup matinya segenap mahluk hidup diplanet ini.

Ketika hutan makin rusak, sesungguhnya pada saat yang sama terjadi kepunahan  sistematis terhadap mahluk hidup yang bergantung kepada hutan. Perubahan sikap manusia menjadi pemicu utama berubahnya hakekat bumi. Kini bumi sangat menderita, tidak ada damai antar bumi dan manusia, bumi terluka kita manusia juga terluka.

Hal ini lah yang kurang lebih menurut Leibnis sebagai 'Keburukan Fisik''.

Manusia yang semakin tidak bersahabat dengan hutan (pohon) sesungguhnya sedang merusak dirinya sendiri dan hidupnya secara sistematik. Degradasi hutan akan mengancam mahluk-mahluk hidup yang bergantung kepada hutan.

Kita perlu memahami bahwa tanaman dan hewan memiliki kedudukan spiritual dan etik seperti kita manusia. Maka dari itu kita butuh sebuah identifikasi dan solidaritas dengan semua mahluk hidup. Hematnya, usaha untuk mengeksploitasi hutan perlu mempertimbangkan peran unsur-unsur alami (monade-monade) itu dalam rantai ekosistem kehidupan bersama.

Sebagai penutup, sebagai masyarakat adat yang bermukim di desa juga dekat dengan hutan sudi kiranya kita bertanggungjawab atas kelestarian hutan. Pun pada prinsipnya bagaimana menjaga hutan dengan pendekatan kearifan lokal.

Mari lestarikan bumi kita!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun