Mohon tunggu...
Kompasianer METTASIK
Kompasianer METTASIK Mohon Tunggu... Lainnya - Menulis itu Asyik, Berbagi Kebahagiaan dengan Cara Unik

Metta, Karuna, Mudita, Upekkha

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Pahami Rumusnya, Jangan Hanya Dihafal

21 Desember 2021   06:13 Diperbarui: 21 Desember 2021   08:14 525
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pahami Rumusnya, Jangan Hanya Dihafal (suara.com)

Rumus volume tabung adalah  x r2 x t (baca: phi x jari-jari x jari-jari x tinggi). Bagaimana cara mendapatkan rumus itu ya?

Karena alas tabung berbentuk lingkaran, maka kalikan saja luas alas lingkaran dengan tinggi tabung tersebut, di mana rumus luas lingkaran adalah x r2 (baca: phi x jari-jari x jari-jari). Dapat deh volumenya setelah dikalikan dengan tinggi tabung (t).

Sesederhana itu ya. Belajar matematika memang perlu memahami konsepnya, jangan hanya menghafal rumusnya. Kalau hanya hafal rumusnya tapi tidak paham konsepnya, tidak akan banyak membantu. Setelah paham, praktiknya pun mudah.

**

Begitupun dengan ajaran yang kita yakini, jangan hanya dihafal!

Bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan dari memberi (berdana)? Rumusnya: memberilah untuk melepas. Memberi seharusnya ditujukan untuk melepas kemelekatan terhadap apa yang kita miliki. Mengikis keserakahan kita. Pahami dulu.

Setelah paham dan mengerti, praktiknya akan lebih mudah. Ibarat mengerjakan matematika, setelah berhasil menemukan jawaban dari suatu soal, kita pasti senang. Begitupun dengan memberi, ketika berhasil memberi dengan penuh pemahaman akan ketidakmelekatan, kita akan bahagia. Sesederhana itu. Harus terus dilatih.

Kebahagiaan dari memberi akan kita dapatkan ketika kita berhasil melepas dan tidak menggenggam erat apa yang kita miliki. Menggenggam erat identik dengan kemelekatan dan keserakahan, tidak mau berbagi. Orang yang serakah tentu tidak sebahagia orang yang terbiasa memberi.

Keserakahan kalau terus dipupuk akan menjadi racun bagi batin kita. Racunnya seperti akar yang tumbuh terus masuk ke dalam tanah. Semakin dipupuk, akarnya semakin kuat. Kuat keserakahannya.

Karena itu jangan dibiarkan semakin kuat akarnya tumbuh. Harus dikikis melalui praktik hingga akhirnya kita dapat mencabut keserakahan sampai ke akar-akarnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun