Mohon tunggu...
Gregorius Nafanu
Gregorius Nafanu Mohon Tunggu... Petani - Pegiat ComDev, Petani, Peternak Level Kampung

Dari petani, kembali menjadi petani. Hampir separuh hidupnya, dihabiskan dalam kegiatan Community Development: bertani dan beternak, plus kegiatan peningkatan kapasitas hidup komunitas lainnya. Hidup bersama komunitas akar rumput itu sangat menyenangkan bagiku.

Selanjutnya

Tutup

Nature Artikel Utama

Harga Biji Kopi Meroket, Petani Tetap Tidak Untung

24 April 2024   18:25 Diperbarui: 25 April 2024   00:42 4947
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Roasted bean coffee (dokpri Greg Nafanu)

Harga biji kopi atau green bean coffee kian meroket saat ini. Kenaikan ini, seharusnya disambut dengan sukacita oleh petani kopi.

Sayangnya, ketika harga green bean coffee naik hingga Rp 60.000 per kg maka petani sudah tidak memiliki stok biji kopi di rumah atau kebun mereka.

Harga biji kopi terbaru ini adalah harga di tingkat pedagang pada bulan April 2024 ini. Sedangkan harga di tingkat petani waktu panen tahun 2023 adalah berkisar antara Rp 18.000 - Rp 20.000 per kg biji kering.

Kenaikan ini hanya dirasakan oleh pedagang pengumpul yang biasa menampung biji kopi petani di saat panen raya

Pedagang  menengah hingga besar ini bisa menyimpan biji kopi di gudang mereka. Baru dikeluarkan saat harga biji kopi berangsur menaik.

Kopi biji di tingkat pengumpul di Kec Baradatu Way Kanan dijual dengan harga Rp 60.000 per kg (dokpri Greg Nafanu)
Kopi biji di tingkat pengumpul di Kec Baradatu Way Kanan dijual dengan harga Rp 60.000 per kg (dokpri Greg Nafanu)

Setidaknya ada 2 faktor penyebab tingginya harga biji kopi sekarang. 

Hal ini terungkap dari diskusi dengan beberapa pemilik kedai kopi,  pedagang pengumpul, dan petani di sekitar Kecamatan Baradatu, Way Kanan, Lampung. 

El Nino tahun 2023

Kekeringan ekstrem di sebagian besar wilayah Indonesia selama El Nino 2023 tak dapat dipungkiri. 

Kekeringan yang ekstrem menyebabkan petani gagal panen. Bahkan sebagian besar komoditas pertanian  gagal berbunga. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun