Mohon tunggu...
Goris Lewoleba
Goris Lewoleba Mohon Tunggu... Alumni KSA X LEMHANNAS RI, Direktur KISPOL Presidium Pengurus Pusat ISKA, Wakil Ketua Umum DPN VOX POINT INDONESIA

-

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Jokowi, Pidato Politik yang Impresif

15 Juli 2019   08:13 Diperbarui: 15 Juli 2019   08:17 0 0 0 Mohon Tunggu...

Setelah berinisiatif untuk  melakukan pertemuan dengan Prabowo Subianto kemarin di atas Kereta MRT, yang telah dapat  menurunkan tensi politik serta menebarkan Nuansa  Kedamaian,   tadi malam  Joko Widodo melakukan kejutan politik yang menggetarkan perasaan semua pihak.

 Penampilan Jokowi di panggung politik kali ini, amat berbeda dengan sebagaimana biasanya, karena Jokowi telah  memperlihatkan performance Pidato Politik   yang sangat Impresif, dimana  pidato itu telah memberikan kesan yang mendalam dan menentukan  sebagai  suatu  tindakan politik yang tepat dan akurat.

Jokowi telah menampilkan Pidato kemenangan sebagai sebuah tanggung jawab moral kepada masyarakat Indonesia dalam mengawal visi dan misi politiknya  untuk  membangun bangsa dan negara Indonesia.

Ada hal menarik yang dapat dicermati  ketika Jokowi  menyampaikan Pidato Politiknya  dengan corak dan cara yang berbeda, dengan menggunakan berbagai  diksi dan pilihan kata yang penuh makna, bahkan cenderung  disampikan secara terang benderang dan terbuka lebar.

Dengan itu, maka Presiden Jokowi tanpa basa basi dan langsung to the point memberikan penegasan secara kuat dan terukur, mengenai apa yang akan dilakukannya  selama periode lima tahun ke depan.

Agenda Prioritas

Sebagai seorang Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, Jokowi tampaknya selalu berorientasi kepada kesejahteraan masyarakat.

Berkenaan dengan hal itu, maka  peran dan otientasi Pemerintahan Jokowi lima tahun ke depan, adalah meneruskan pembangunan infra struktur, seperti misalnya, jalan tol, pelabuhan, bandara dan lain-lain yang secara fisik akan menunjang tercapainya kesejahteraan masyarakat pada umumnya.

Terkait dengan hal ini, Jokowi semakin memberikan perluasan  pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya infra struktur yang justeru harus dihubungkan secara langsung dengan  sumber dan sentra ekonomi masyarakat di mana saja mereka berada.

 Penegasan ini sekaligus dapat menetralisir kesalahpahaman   sebagian pihak yang cenderung mepersoalkan pembangunan infra struktur dimaksud  karena dianggap sebagai suatu hal yang sia-sia,  jika daya  beli masyarakat masih belum dapat ditingkatkan.

Terkait dengan pembangunan  infrastruktur ini, rupanya Jokowi belum menyinggung secara eksplisit mengenai Infrastruktur Digital sebagaimana yang kerap  beliau sampaikan pada saat debat Capres di waktu yang lalu.

Hal ini menjadi amat penting untuk merespons dinamika perkembangan ekonomi global, dan langkah itu tampaknya sudah dimulai dengan pembangunan Palapa Ring sebagai bentuk realisasi dari  Infra Struktur Digital dimaksud,  dengan prinsip melayani masyarakat melalui branding  Dilan = Dilayani, dimana masyarakat harus diilayani secara tuntas dan optimal.


SDM sebagai Vocal Point

Selain Infrastruktur, maka adapun agenda penting yang lain adalah Pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) sebagai isue utama periode Lima Tahun ke  depan (2019-2024).

Adapun hal yang menjadi salah satu derivasi dari agenda pembangunan SDM adalah soal kesehatan Ibu dan Anak, dimana anak merupakan embrio generasi Indonesia masa depan.

Dengan demikian, maka Pendidikan menjadi faktor kunci kualitas SDM itu sendiri.
Terkait dengan Pendidikan sebagai kunci kualitas SDM, maka hal tersebut akan selalu  berhubungan erat dengan Lembaga Pendidikan sebagai penyelenggaraan proses pendidikan dimaksud.

Lembaga Pendidikan, oleh karenanya,   paling tidak  meliputi Lembaga Pendidikan Informal di Keluarga, dimana di Lembaga Pendiikan ini orangtua memegang peranan yang amat penting, karena orangtua merupakan Pendidik yang Pertama dan Utama.  

Di Lembaga Pendidikan informal ini, anak diberikan dan ditanamkan Tata Nilai  yang akan menjadi pedoman dan  bekal utama untuk hidup, tumbuh dan berkembang di kelak kemudian hari.

Pada tahapan  tumbuh kembang di Lingkungan Pendidikan ini, juga akan ditanamkan mengenai tata nilai dalam kehidupan beragama secara benar dan tepat agar  dapat menjadi acuan  dan pegangan untuk menjalani hidup selanjutnya.

 Di samping itu, ada juga Lembaga Pendidikan Non Formal di Masyarakat, dimana di Lembaga Pendidikan ini, anak didik mendapatkan pengalaman hidup untuk bersosialisasi dan mengenal anggota masyarakat yang lain sebagai sesama manusia,  dalam berbagai keragaman latar belakang dengan  perbedaan suku, agama, ras dan golongan.

 Perbedaan itu bukan untuk dipertentangkan, tetapi justeru dapat  menjadi sumber inspirasi untuk saling memperkaya dan dapat pula berfungsi sebagai sebuah kacamata baru untuk melihat dan memahami kenyataan hidup secara realistis.

 Oleh karena itu, dengan perbedaan yang demikian, maka para Pendiri Bangsa ini  telah memberikan pertimbangan secara bijaksana untuk merumuskannya secara kulrural dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Sedangkan Lembaga Pendidikan Formal merupakan Lembaga Pendidikan yang berbasis pada Pendidikan dan Pengajaran di  Sekolah.

 Lembaga Pendidikan Formal di Sekokah ini  hendaknya menerapkan Sistem Pendidikan yang berorientasi kepada peningkatan kualitas SDM yang Pancasilais,  dengan muatan  kokornpetensi ilmiah, ketrampilan   teknis dan kaualifikasi kejuruan untuk memasuki  dunia kerja secara kompetitif.

Meskipun demikian, ada tantangan yang relatif serius di dunia Pendidikan Indonesia hari  ini yaitu, bagaimana  membersihkan kontaminasi virus redikalisme di dalam dunia Pendidikan dari level Pendidikan Dasar PAUD (Pendidikan Anak  Usia Dini)  sampai dengan tingkat  Pendidikan Tinggi di Universitas.

Terkait dengan hal ini, sudah menjadi rahasia umum bahwa, di  hampir  sebagian  Lembaga Pendidikan kita di Indonesia pada semua level dan tingkatan pendidikan, telah terpapar virus radikalisme dengan  kondisi yang memprihatinkan.

Sebagaimana dirilis oleh Setara Institute (2019), bahwa  sungguh ironis dan menyesakkan dada dimana, beberapa Universitas besar dengan reputasi mumpuni  di negeri ini disinyalir telah sekian lama  menjadi tempat berkembangbiaknya paham radikalisme.

Isue ini menjadi urgensi soal yang amat serius,  karena pada dasarnya, paham radikalisme akan bermuara kepada tujuan utama yang terselubung yaitu mengganti Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia.

Sehubungan dengan prioritas lainnya,  adalah peluang dan kemudahan untuk  investasi. Prioritas ini juga sangat dipengaruhi oleh  variabel penting yang justeru cenderung melekat dalam tipikal  masyarakat Indonesia yaitu dinamika dan situasi serta stabilitas keamanan  dalam negeri, terutama terkait dengan isue terorisme dan stabilitas politik.

Sedangkan agenda prioritas yang berhubungan dengan Reformasi Birokrasi merupakan penyakit menahun yang sampai  saat ini belum ditemukan obat yang cocok untuk menyembuhkannya.

Jika diamati Pidato  Jokowi kali ini,  tampak jelas bahwa  beliau sudah dengan sangat tegas akan melakukan Reformasi besar-besaran untuk dapat menemukan postur Birokrasi yang ideal dan bermutu, efektif dan efisien.

Demikian juga dengan agenda prioritas yang terakhir yang berkaitan dengan pengelolaan dan penggunaan APBN. Dalam Pidatonya yang sangat tegas dengan penekanan  pada faktor efektivitas dan efisiensi, Jokowi telah dengan sangat tepat memberikan batasan yang amat jelas tentang bagaimana menggunakan APBN untuk  kepentingan kesejahteraan masyarakat, bangsa dan Negara  Indonesia.

Goris Lewoleba

 Alumni KSA X LEMHANNAS RI, Direktur KISPOL Presidium Pengurus Pusat ISKA, Wakil Ketua Umum DPN VOX POINT INDONESIA.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x