Syukron
Syukron mahasiswa

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi

Ciri-ciri Pemimpin ala Jawa dan IBN Rusyd

11 Juli 2018   22:22 Diperbarui: 12 Juli 2018   00:16 423 0 2

Banyak kasus-kasus yang ditemukan di masyarakat bawah para pejabat negara kita kedapatan melakukan korupsi, mulai dari tingkat RT sampai presiden. Sebagimana sudah diketahui bersama oleh khalayak umum mulai dari Soeharto sampai kasus yang terbaru setia Novanto. 

Hal tersebut menandakan ada sebuah  kesalahan dari pemilih yang memilih orang-orang yang mewakilinya. Dan kesalahan dalam diri pemimpin yang dipilih tidak memiliki karakter sebagai pemimpin yang memiliki jiwa pemimpin.

Faktor Kesalahan-kesalahan  itu terjadi karena pemimpin dan rakyat  tidak mengetahui karakter seorang pemimpin. Maka dari itu dimana pun kalian berada, Dunia memiliki tatanan yang kompleks  dan semerawut harus dipimpin oleh orang orang yang yang memiliki kreteria yang patut dijadikan sebagai pemimpin (raja, presiden, bupati, kepala desa) agar terciptanya sebuah tatanan masyarakat yang berkeadilan dan tentram dan makmur  , serta untuk terciptanya sebuah negara  impian . Maka dari itu mari kita belajar bersama untuk mengenal dan memahami karakter seorang pemimpin kita agar tidak menyesal dikemudian hari.

Menurut oieulang Jawa yang tertulis dalam serat Rama. seseorang layak menjadi pemimpin ketika memiliki delapan sifat, sebagai berikut:

1. Kedermawanan kepada semua orang, yang dilambangkan dewa batara Endra.

2.kemampuan untuk menekan semua kejahatan , yang dilambangkan dewa Yama.

3. Berusaha membujuk dengan ramah dan tindakan yang bijaksana, yang dilambangkan dewa Surya.

4.kasih sayang, yang dilambangkan dewa Batara

candra.

5.pandangan yang teliti dan pikiran yang dalam, disimbolkan dengan dewa Bayu.

6.kedermawanan dalam memberikan harta benda dan hiburan, disimbolkan dewa kuwera.

7. Kecerdasan yang tajam dan cemerlang dalam menghadapi kesulitan-kesulitan, disimbolkan dengan dewa Baruna.

8 keberanian yang berkobar-kobar dan tekad yang bulat dalam melawan setiap musuh.

Karakteristik pemimpin ala Jawa memilikit perbedaan dengan pendapat Ibnu Rusyd, yang mana memiliki pengetahuan  dan daya ingat yang kuat lebih didahulukan sebagai  syarat pertama untuk menjadi seorang pemimpin. Kedua , syarat kedua ini sangat terkait dengan syarat yang pertama yakni mencintai ilmu. Ketiga ,mencintai kebenaran dan tidak menyukai kebohongan. 

Keempat, tidak menyukai kesenangan-kesenangan indrawi, kelima, tidak terpukau terhadap harta. Keenam, percaya diri dan pemberani serta memiliki jiwa yang cenderung terhadap yang dianggap baik dan benar.

Calon pemimpin kita seharusnya memiliki sifat-sifat yang tertera di atas, agar negara ini menjadi salah satu negara impian yang berkeadilan, tentram dan makmur. Untuk itu kita sebagai warga negara harus berperan aktif untuk mengenali para calon pemimpin kita kedepannya, ketika tidak memiliki kriteria yang telah disebutkan pilihan yang paling baik diantara yang ada , karena adil, makmur dan tentram nya negeri ini ditangan anda sendiri.