Mohon tunggu...
Gilang Satria Ajie
Gilang Satria Ajie Mohon Tunggu... electrical engineering

electrical engineering student

Selanjutnya

Tutup

Digital

Berawal dari Thermogun, Menjadi Contactless Temperature Measurement

11 Juli 2020   13:09 Diperbarui: 11 Juli 2020   13:10 35 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Berawal dari Thermogun, Menjadi Contactless Temperature Measurement
dok. pribadi

Surakarta -- Mahasiswa Universitas Sebelas Maret berhasil menciptakan alat penunjang dalam masa pandemik ini yaitu Contactless Temperature Measurement, dalam kegiatan KKN Covid-19 yang dilaksanakan dari tanggal 02 Juni 2020 -- 15 Juli 2020 di daerah Surakarta.

KKN adalah singkatan dari Kuliah Kerja Nyata, salah satu mata kuliah wajib oleh setiap mahasiswa pada semester 6 dan semester 7. Setiap tahun KKN di Universitas Sebelas Maret di lakukan diberbagai daerah terpencil. Tetapi pada tahun ini berbeda dengan KKN tahun sebelumnya, karena adanya wabah virus Covid-19 sehingga diadakan KKN secara daring atau bisa dikatakan KKN Covid-19 Universitas Sebelas Maret.

Dalam proses pembuatan alat ini di inisiasi oleh salah satu mahasiswa dari Teknik Elektro, Gilang Satria Ajie. Dimana dia memberikan inovasi terbaru dalam khususnya pengukuran suhu tubuh pada manusia secara otomatis dan berbasis IoT ( Internet of Things).

Alat ini juga terdiri dari berbagai komponen antaranya sensor temperature, sensor ultrasonic, seven segment, kemudian ada LCD LED sebagai indikator suhu berapa yang terukur. Packaging pada alat ini juga sangat minimalis dan juga bisa secara manual mengikuti tinggi badan seseorang. Selain itu juga alat yang di singkat CTM-IoT memiliki sifat yang yang portable sehingga memudahkan jika ingin di pindah sesuai kebutuhan.

Dimasa Pandemi sudah ada alat pengukur suhu yang dinamakan Thermogun, tetapi Gilang memiliki inovasi dalam mengimprove alat pengukur suhu yang bisa berbasis IoT, dimana bisa di monitoring lewat HP maupun laptop. Dalam pengerjaan alat ini juga sekitar 2-4 minggu karena harus melakukan kalibrasi secara periodik agar bisa stabil. Alat ini juga sudah di gunakan pengukur suhu untuk peserta UBTK minggu lalu (05/07) di Fakultas Teknik.

Inovasi anak muda sekarang perlu di apresiasi agar kedepannya  bisa menemukan seorang Engineer yang mampu menciptakan alat yang berguna untuk masyarakat dan juga negara.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x