Mohon tunggu...
Gilang Dejan
Gilang Dejan Mohon Tunggu... Freelance Football Writer

Tak ada yang pasti dalam hidup, kecuali keyakinan diri sendiri | Surat menyurat: nagusdejan@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Batal Digelar, Laga Juventus Vs Napoli Hadirkan Cekcok Politis

5 Oktober 2020   15:33 Diperbarui: 6 Oktober 2020   10:18 589 11 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Batal Digelar, Laga Juventus Vs Napoli Hadirkan Cekcok Politis
Gianluigi Buffon menanti kedatangan tim Napoli di Allianz Stadium, kandang Juventus (05/10). (Sumber: Getty Images via goal.com)

Sedianya laga antara Juventus vs Napoli akan dihelat pada Minggu, (4/10) malam waktu Turin, Italia, atau Senin (5/10) dinihari WIB. Akan tetapi 45 menit jelang laga, bus pasukan Partenopei -julukan Napoli- tak kunjung muncul di Allianz Stadium, kandang Juventus.

Dipastikan bus tim Napoli itu akan terus terparkir di garasi. Penyebabnya, seluruh personel tim yang dipimpin Genaro Gattuso itu keukeuh mengurungkan niat pergi ke Turin akibat dua pemain terpapar covid-19, yaitu Piotr Zielinski dan Eljif Elmas.

Pada pekan sebelumnya, Napoli baru bersua dengan Genoa, klub yang setelah mengadakan swab test mendapati 17 pemain dan 5 stafnya dinyatakan positif Covid-19.

Menurut laporan Sky Sports Italia baru-baru ini, Otoritas Kesehatan Lokal (ASL) dikabarkan telah melarang tim Napoli untuk berangkat ke Turin. Kabar ini sempat simpang siur karena intruksi ASL hanyalah melakukan isolasi dari pihak luar selain anggota tim (fiduciary isolation).

Masih menurut Sky, hingga saat ini pengacara Napoli, Mattia Grassani, terus melakukan komunikasi dengan operator liga. Adapun permintaan Grassani adalah menunda pertandingan ke hari lain dan menyampaikan bahwa situasi Napoli saat ini masuk dalam kategori force majeur.

"Ada beberapa dokumen dan komunikasi dari Otoritas Kesehatan Lokal dan Regione Campania yang meminta para pemain kami untuk tidak meninggalkan rumah mereka. Kami memberi tahu Lega Serie A, FIGC, dan Juventus bahwa tim tidak dapat berangkat ke Turin kecuali kami secara jelas ingin melakukan pelanggaran pidana," jelas Grassani kepada La Gazzetta dello Sport.

Sementara aturan Serie A dan UEFA dalam kasus ini menerangkan bahwa selama sebuah tim memiliki 13 pemain dengan satu di antaranya penjaga gawang laga bisa terus dilanjutkan. Artinya, Napoli terancam hukuman Walk Out (WO). Presiden Juventus, Andrea Agnelli, pun mengamini dan turut menyesalkan kejadian ini.

"Kami memerlukan kejelasan. Saya pikir sudah ada protokol kesehatan dari FIGC yang disetujui oleh Komite Teknis Saintifik (CTS) tentang situasi ini, yaitu isolasi fidusia. Itu membuat kami tetap bisa berlatih dan bermain. Itu yang kami lakukan beberapa waktu lalu saat kami menemukan dua orang yang positif," ungkapnya. Mengutip dari Sky Sports Italia.

Seperti kita ketahui bersama, Juventus telah menyampaikan secara terbuka bila H-1 jelang menghadapi Napoli Si Nyonya Tua mengumumkan dua stafnya positif covid-19. Mereka bukanlah staf utama di jajaran kepelatihan Juventus di bawah pelatih Andrea Pirlo.

"Juventus mengumumkan dalam tes yang dilakukan sesuai protokol yang berlaku, dua anggota staf dinyatakan positif covid-19. Ini bukan pemain atau anggota staf teknis atau medis. Namun, sesuai dengan peraturan dan protokol, seluruh anggota tim harus menjalani masa isolasi," demikian bunyi pernyataan di situs resmi klub.

"Prosedur ini akan membuat semua anggota yang dinyatakan negatif akan diawasi. Mereka akan tetap menjalani latihan rutin dan pertandingan, tapi tidak diperbolehkan melakukan kontak dengan orang luar selain anggota tim," lanjut pernyataan tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x