Mohon tunggu...
anton sb
anton sb Mohon Tunggu... biasa yang terbiasa

hanya bisa menuangkan rasa lewat tulisan

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

"Pamit" ala Menteri Jokowi

10 September 2019   17:27 Diperbarui: 11 September 2019   08:48 0 3 1 Mohon Tunggu...
"Pamit" ala Menteri Jokowi
setkab.go.id

Beberapa menteri kabinet Jokowi putaran pertama sudah mengucapkan pamit. Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyatakan pamit ke angoota DPR di sela rapat kerja bersama. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pun juga melakukan hal sama.

Sedangkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dikutip dari kompas.com sudah terlebih dahulu berpamitan kepada pegawainya.

"Pamit" sering diartikan berpisah atau akan pergi, namun jika menyematkan kata pamit di kalangan menteri, akan menghasilkan dua arti yang berbeda. "Pamit' pertama jelas pamit meninggalkan jabatan sebagai menteri, "pamit" ke dua bisa berarti permisi atau meminta izin untuk melanjutkan jabatannya lagi.

Menurut penulis, Pak Luhut dan Bu Susi akan tetap di kabinet. Bu Susi akan teteap menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan, sedangkan Pak Luhut tetap dalam kabinet dengan jabatan berbeda. Sedangkan untuk Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, penulis berasumsi akan benar-benar pamit tidak lagi berada di kabinet Jokowi putaran dua.

Alasan kenapa Bu Susi akan tetap dikabinet adalah gaya kerjanya yang secara tidak langsung melekat ke kabinet Jokowi. Terkesan tegas, nyentrik dan  lugas dengan semboyan "tenggelamkan' seperti telah melekat erat di era kabinet putaran pertama.

Bahkan jika dilihat dari kinerja Kementerian yang dipimpinya banyak gebrakan serta pencapain yang telah dicapainya. Seperti penenggelaman kapal ikan ilegeal asing, menurut kanal berita CNBC Indonesia sejak menjabat lebih dari 500 kapal asing yang ditenggelamkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Damapaknya jelas tangkapan nelayan Indonesia naik 11,2% pada tahun 2018 jika dibandingkan dengan tahun 2014.

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, menurut asumsi penulis akan tetap berada dalam kabinet Jokowi putaran dua, walaupun mungkin tidak menjabat sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman lagi.

Sebagai seorang senior di era pemerintahan Luhut tepat mengawal atau menduduki jabatan di kabinet putaran dua. Apalagi relasi yang cukup baik dengan lawan politik pemerintah akan memudahkan jalanya roda program yang akan di buat pada putaran kedua.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, asumsi penulis akan digantikan wajah baru pengusung partai pemerintah.  Tjahjo kumolo sebagai kader PDI-P kemungkinan akan tergeser demi kuota pembagian menteri oleh partai pengusung.

Siapa pun yang masuk atau keluar kabinet pemerintah putaran kedua, semoga membawa kebaikan serta kemajuan baru bagi Indonesia. "Pamit' ala menteri memang mengandung dua sisi, pamit untuk menyudahi jabatan atai pamit untuk izin kembali menjabat. Yeah namanya juga politik dinamis dan sukar ditebak.