Jalan Jalan

Gunung "KERINCI" Tertinggi Di Sumatera dan Kebudayaan Masyarakat Kerinci

22 Oktober 2011   11:38 Diperbarui: 26 Juni 2015   00:38 261 0 0

TARI NITI MAHLIGAI
Tari Niti Naik Mahligai adalah satu Tarian Tradisional yang mengandung unsur magis. Yang sangat memukau pada Tarian ini adalah atraksi dimana para penari menunjukan kebolehan dengan menari di atas api yang membara, berjalan diatas pecahan kaca dan mata pedang tajam, berjalan diatas telur serta menusukan tombak besi yang runcing di beberapa bagian tubuh seperti perut dan lain sebagainya, Tarian ini diiringi Musik dan lagu Tradisonal Daerah.

Tari Tauh Kerinci

Tarian ini merupakan tarian Khas Daerah Lekuk 50 Tumbi Lempur Kecamatan Gunung Raya, Biasanya diselenggarakan pada saat ada perayaan-perayaan kenduri Sko penyambutan tamu. Tarian ini dibawakan oleh laki-laki dan perempuan (secara berpasangan) sering dilakukan sambil berdiri dan diiringi music rebab, gong dan nyanyian klasik yang disebut “Mantun” yang mengisahkan Kehidupan Masyarakat Desa, Percintaan, Adat Istiadat, dan lain-lain. Para penari menggunakan busana khas lempur yang berwarna hitam atau coklat serta memakai tutup hiasan perak.

Tari Rangguk
Tari Rangguk ini merupakan tarian spesifik Kerinci yang Populer, tarian ini umumnya ditarikan oleh beberapa orang gadis remaja sambil memukul rebana kecil, tarian ini diiringi dengan nyanyian sambil mengangguk-anggukan kepala seakan memberikan Hormat kepada Penonton.

Tari Rangguk dilakukan pada acara-acara tertentu seperti menerima kedatangan Depati (Tokoh adat Kerinci), tamu dan para Pembesar dari luar Daerah.

Sirih Pinang
Sirih Pinang yang terhidang didalam Carano, sebagai ucapan Selamat Datang bagi para tamu dan Undangan, Karib kerabat dan para pemangku Adat yang bertandang ke Ranoh Kincai.

Sirih pinang disusun sedemikian rupa didalam sebuah wadah yang dinamakan “Carano” yang diselipkan juga dengan rokok enau atau rokok yang terbuat dari bahan Nipah, yang berisikan tembakau.

Konon Tradisi ini sudah dilakukan oleh para nenek moyang dan Orang-orang tua dahulu dan masih dibudayakan serta telah menjadi Adat di kerinci hingga sekarang saat ini.

Sike Rebana

Kesenian ini perpaduan tiga buah seni yaitu seni vocal, seni gerak (tarian) dan seni music. Seni Vokal (suara nyanyian) yang dinyanyikan merupakan puji-pujian terhadap Yang khalik Pencipta Alam Semesta dan Rasul-rasulnya.

Irama nyanian Sike Rebana ini kadang-kadang diolah dalam irama yang disebut Tale (nyanyian khas Kerinci). Rebana besar selain sebagai proprti dalam gerak juga berfungsi sebagai pengiring suara Musik. Gerak dan suara pukulan rebana yang dipukuloleh Pesike (penari) menambah semaraknya seni ini.

Kantong semar

Kantong Semar (Nepenthes sp) Merupakan tanaman unik dari hutan, bias ditemukan hutan terluas di dunia “TNKS” (Taman Nasioan Kerinci Sebelat). Pada ujung daun terdapat salur yang dapat termodifikasi membentuk kantong, yaitu sebagai alat perangkap yang digunakan untuk memakan mangsanya (serangga, pacet, anak kodok, dan lain sebagainya) yang masuk kedalam kantung. Di Kecamatan Gunung Raya khususnya di Lempur tanaman ini banyak diambil untuk dijadikan tempat memasak beras ketan yang diberi santan.

Danau kerinci

Danau Kerinci memiliki Luas 4.200 ha dengan kedalaman hingga 110 m dan terletak pada ketinggian 783 m dpl. Danau ini menyimpan banyak jenis ikan. Ikan Semah merupakan Ikan yang paling digemari. Selain panorama Alam yang Indah, interaksi pengunjung yang sangat antusias , seperti diadakannya Pesta Danau yang disebut FMPDK (Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci). Danau kerinci terletak diantara dua kecamatan yaitu Kecamatan Danau Kerinci dan Kecamatan Keliling Danau. Terdapat juga beberapa titik lokasi yang menarik diantaranya Pesanggrahan dan Tanjung Hatta, Tanjung Pelita, Taman Husein, Serta Pantai Indah.

Perkebunan Teh Kayu Aro

Perkebunan teh Kayu Aro tercatat sebagai perkebunan teh tertua di Indonesia. Perkebunan The Kayu Aro memiliki luas 3.020 hektar adalah perkebunan teh dalam satu hamparan terluas didunia, berada pada ketinggian 1.400-1.600 m dpl, yang merupakan perkebunan the tertinggi kedua di dunia setelah perkebunan teh Darjeling di kaki Gunung Himalaya (4.000 m dpl). Pengawasan kualitas yang tinggi, mulai dari perawatan dan pemeliharaan tanaman, pemetikan pucuk teh, pengolahan dipabrik, hingga pengemasan dan pengiriman the Produksi PT Perkebunan Nusantara VI (PTPN VI) ini menyandang nama harum sebagai the dengan kualitas terbaik di dunia. Dengan Aroma yang khas serta kualitas prima, sebagian hasil Produksi PTPN VI ini di Ekspor ke Luar Negeri.

Danau Belibis
HALAMAN :
  1. 1
  2. 2