Mohon tunggu...
Yudel Neno (Fresophya)
Yudel Neno (Fresophya) Mohon Tunggu... Penenun Huruf

Anggota Komunitas Penulis Kompasiana Kupang NTT (Kampung NTT)

Selanjutnya

Tutup

Fesyen

Akulah Petarung Jalanan, Tidak Pernah Menang tetapi Tidak Pernah Lari

4 Januari 2019   21:50 Diperbarui: 4 Januari 2019   22:03 0 0 1 Mohon Tunggu...
Akulah Petarung Jalanan, Tidak Pernah Menang tetapi Tidak Pernah Lari
img-20190104-wa0052-5c2f75d3c112fe33b76f59d5.jpg

Akulah petarung jalanan; tidak pernah menang tetapi tidak pernah lari. Rasa-rasanya semboyan ini bercorak premanis, kalau sepintas kita simak. Inilah semboyan dari salah satu pemuda perkasa kelahiran tahun 1990, Frans Djen namanya.

Semangat kepemudaannya memang luar biasa. Walaupun semboyan seperti itu tetapi keramahannya tetap terjaga. Saya yakin, kalau pertama kali anda bertemu si pemuda ini, pasti anda akan merasa begitu akrab karena keceriaannya.

Si pemuda ini biasanya akrab disapa Ebi. Baru beberapa waktu lalu saya mengenalnya di tempat saya bertugas. Keakrabannya sungguh mengantar relasi menuju persahabatan. Mumpung bersaudara dengan orang lautan, bisa beruntung untuk mancing ikan dan menikmati indahnya pemandangan lautan Tentau-Bolog-Kupang.

Ada semboyan menarik yang selalu diucapkannya, kamilah petarung jalanan; tidak pernah menang tetapi tidak pernah lari. Menyimak semboyan ini, ia melanjutkan bahwa hidup ini tidak selalu bertengger di atas. Kita boleh maju tetapi tidak boleh menganggap diri tinggi. Hidup ini membutuhkan perjuangan dan perjuangan pertama yang patut dilakukan adalah berjuang dengan cara bertahan. 

Banyak orang semangat untuk maju dan berjuang tetapi lupa untuk bertahan. Dan pada akhirnya mereka gugur karena nekad mereka yang lupa pada strategi utama yakni bertahan.

Tentunya yang dimaksud dengan bertahan adalah bertahan terhadap berbagai godaan modern. Ada begitu banyak godaan yang patut disikapi. Khususnya sebagai pemuda, godaan-godaan yang berkaitan dengan hidup moral-sosial perlu dijaga.

Semboyan petarung jalanan ini sesungguhnya bukanlah semboyan bertarung sebagaimana perang fisik atau kekerasan kriminal-fisik. Semboyan ini lebih kepada pembentuk mental seorang pekerja bahwa semasa muda, bekerjalah sekuat-kuatnya, belajarlah sekuat-kuatnya, tidak perlu putus asa. Kita tidak harus jadi pemenang untuk hidup. Kita perlu mengubah paradigma berpikir, bahwa untuk memenangkan kehidupan supaya behasil, kita harus mampu bertahan terhadap segala godaan kehidupan yang tersebar di seputar jalanan.

Akhirnya, sebagai generasi muda, hayatilah semboyan ini; Akulah petarung jalanan, yang tidak pernah menang tetapi tidak pernah lari.