Mohon tunggu...
Fransisco Xaverius Fernandez
Fransisco Xaverius Fernandez Mohon Tunggu... Guru - Guru SMPN 1 Praya Lombok Tengah NTB

cita-cita menjadi blogger Kompasiana dengan jutaan pembaca, penulis motivator kerukunan dan damai sejahtera. selain penulis juga pengurus FKUB Kabupaten, Pengurus Dewan Pastoral Paroki Gereja Katolik Lombok Tengah NTB.

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Penantian 3: Berbahagialah Jika Mampu Melihat

2 Desember 2022   07:25 Diperbarui: 2 Desember 2022   07:30 73
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Penilaian Akhir Semester di SMPN 1 Praya (Dokpri)

Oleh Fransisco Xaverius Fernandez

Kamis, 01 Desember 2022 di SMPN 1 Praya adalah hari pertama Penilaian Akhir Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2022/2023.

Aku kebagian mengawas di ruang dua. Di ruang dua ini terdapat dua kelas yang berbeda yaitu kelas VII.1 dan kelas VIII.1. Mereka duduk berdasarkan nomor urut terkecil sampai terbesar. Di sisi kanan mereka kelas VIII dan sisi kiri kelas VII.

Pelajaran yang diujikan pada hari pertama ini adalah Bahasa Indonesia dan Pendidikan Agama dan Budi Pekerti.

Begitu selesai membagikan lembar soal dan lembar jawaban siswa, aku tertarik dengan gambar dinding di belakang kelas tersebut. Tampak lukisan di dinding tanpa warna. Begitu indahnya menghias dinding belakang ruang kelas tersebut. Semula aku tidak menyadari gambar apakah itu. Namun setelah duduk di meja guru aku mulai memperhatikan dengan seksama. Lukisan tersebut menggambarkan suasana hutan dengan beberapa hewan di dalamnya.

Tampak , jika tidak salah, lukisan rusa bertanduk, keledai, burung dan hewan lainnya yang mungkin tidak nampak jelas. Kemudian aku menghayal...

Si rusa yang bangga dengan tanduknya itu sedang asyik bercermin di sebuah kolam.

"Wow...aku bangga banget punya tanduk seperti ini. Terasa aku adalah rusa paling gagah se jagat!" ujar rusa sombong. Namun sekaligus kecewa ketika melihat kakinya yang kecil kurus seolah-olah menghilangkan kegagahan tanduknya.

"Coba aku punya kaki berotot!" serunya. Namun tidak disadarinya ada seekor harimau mengintainya di balik pepohonan.

Ketika tampak rusa agak lengah , si harimau mengejarnya. Kagetnya si rusa. Ia berlari dengan lincah dan gesitnya. Namun sayang, tanduk yang gagah tadi tersangkut di akar-akar pohon dan semak belukar sehingga membuatnya tidak bisa berlari lagi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun