Mohon tunggu...
Fransisco Xaverius Fernandez
Fransisco Xaverius Fernandez Mohon Tunggu... Guru - Guru SMPN 1 Praya Lombok Tengah NTB

cita-cita menjadi blogger Kompasiana dengan jutaan pembaca, penulis motivator kerukunan dan damai sejahtera. selain penulis juga pengurus FKUB Kabupaten, Pengurus Dewan Pastoral Paroki Gereja Katolik Lombok Tengah NTB.

Selanjutnya

Tutup

Indonesia Lestari Pilihan

28 November: Hari Menanam Pohon Indonesia

28 November 2022   02:00 Diperbarui: 28 November 2022   06:33 192
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Twibbone Hari Menanam Pohon (Twibbonize.com)

Oleh Fransisco Xaverius Fernandez

"Kenapa kalian menebang pohon di hutan ini?" tanya ipar Penulis ketika beliau masih aktif sebagai pegawai Dinas Kehutanan NTB yang bertugas di Lombok Tengah kepada Petani Penggarap Sekitar Hutan. Sekarang beliau sudah pensiun.

"Daripada saya mencuri, pak!" jawab mereka mantap. Karena menurut mereka bahwa mencuri bisa menyebabkan sesuatu yang merugikan orang lain dan terlebih dilarang oleh agama.

Demikian salah satu kisah unik ketika beliau bertugas yang dibicarakan kepada Penulis ketika kami bermain ke rumahnya.

"Lha kalau hutan gundul tidak merugikan orang lain?" Penulis bertanya kepada ipar kami tersebut.

"Sangat merugikan ,Frans! Makanya kami tidak jemu-jemunya memberikan penyuluhan tentang kehutanan." Lanjut si ipar.

Lalu beliau memberikan contoh nyata, ialah banjir dan tanah longsor akibat penebangan hutan secara liar. Selain membawa dampak negatif untuk lingkungan, penebangan liar juga menghilangkan produk hutan, misalnya hasil getah atau buah pohon, dan lain sebagainya, yang merugikan ekonomi warga di sekitar hutan tersebut.

Bahkan akibat jika menebang hutan sembarangan, kesuburan tanah dapat menurun atau menghilang. Tingkat kesuburan tanah dapat menurun atau menghilang karena tanah menyerap langsung sinar matahari. Berbeda jika ada pohon atau hutan yang melindungi tanah, karena sinar matahari akan diserap terlebih dahulu oleh pohon. Jika kesuburan tanah sudah menurun, nutrisi yang ada pun perlahan terkikis, menguap dan akhirnya menghilang. Upaya reboisasi akan sulit dilakukan di kawasan tersebut, karena kandungan nutrisi tanah sudah hilang.

Sumber daya air akan menurun. Tidak hanya nutrisi yang akan menghilang, sumber daya air juga bisa menurun jika hutan ditebang secara liar. Karena pohon sangat berperan penting untuk menjaga siklus air dengan akar yang dimilikinya. Pohon akan menyerap air tanah, kemudian dialirkan ke daun dan akhirnya air itu akan menguap dan dilepaskan ke atmosfer.

Jika hutan ditebang secara liar, maka daerah itu seketika berubah menjadi gersang. Keanekaragaman hayati dapat punah Hutan menjadi tempat tinggal bagi sejumlah makhluk hidup, seperti flora dan fauna. Jika hutan ditebang secara liar, akibatnya hewan akan kehilangan tempat tinggalnya. Apabila hal ini terus berlangsung, dikhawatirkan keanekaragaman hayati di hutan tersebut akan punah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Indonesia Lestari Selengkapnya
Lihat Indonesia Lestari Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun